Negara Mana yang Memiliki Utang AS Terbanyak? Peringkat 2025 dan Implikasi Ekonomi

Pertanyaan tentang negara mana yang memegang utang AS terbanyak semakin menjadi perhatian dalam diskusi ekonomi. Berdasarkan data awal 2025, Jepang mendominasi kepemilikan sekuritas pemerintah Amerika di luar negeri, tetapi gambaran kepemilikan utang internasional menunjukkan cerita yang lebih kompleks daripada yang banyak orang sadari. Memahami pola-pola ini sangat penting untuk memahami bagaimana keuangan global mempengaruhi kenyataan ekonomi sehari-hari.

Jepang Menduduki Posisi Teratas dalam Kepemilikan Utang Asing

Ketika meneliti negara mana yang memegang utang AS terbanyak, Jepang muncul sebagai pemimpin yang jelas di antara kreditur internasional. Dengan sekitar 1,13 triliun dolar dalam sekuritas Treasury AS, posisi Jepang mencerminkan kepentingan ekonomi yang besar di pasar keuangan Amerika. Dominasi ini tetap relatif stabil, menunjukkan komitmen jangka panjang Jepang untuk memegang obligasi pemerintah AS sebagai bagian dari cadangan devisa dan strategi investasinya.

Di posisi berikutnya adalah Inggris dengan 807,7 miliar dolar, sebuah posisi yang menunjukkan pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Inggris telah menggeser China, yang sebelumnya menempati posisi kedua terbesar dalam kepemilikan utang AS. Kepemilikan China menurun menjadi sekitar 757,2 miliar dolar, mencerminkan keputusan strategis untuk mengurangi paparan terhadap sekuritas Treasury AS selama beberapa tahun terakhir.

Daftar Peringkat Lengkap: 20 Pemegang Utang Asing Teratas

Selain ketiga besar tersebut, banyak negara lain yang mempertahankan posisi signifikan di pasar utang AS. Kepulauan Cayman memegang 448,3 miliar dolar, sementara Belgia (411,0 miliar dolar) dan Luksemburg (410,9 miliar dolar) mengikuti dengan dekat. Kanada memegang 368,4 miliar dolar, Prancis 360,6 miliar dolar, dan Irlandia 339,9 miliar dolar.

Di bagian bawah daftar, Swiss (310,9 miliar dolar), Taiwan (298,8 miliar dolar), dan Singapura (247,7 miliar dolar) merupakan pemegang yang signifikan. Hong Kong (247,1 miliar dolar), India (232,5 miliar dolar), Brasil (212,0 miliar dolar), Norwegia (195,9 miliar dolar), Arab Saudi (133,8 miliar dolar), Korea Selatan (121,7 miliar dolar), dan Jerman (110,4 miliar dolar) melengkapi dua puluh besar pemegang utang asing menurut data Departemen Keuangan AS.

Distribusi yang beragam ini menunjukkan bahwa kepemilikan utang asing, meskipun besar dalam angka absolut, tetap sangat terkonsentrasi di sejumlah kecil ekonomi.

Mengurai Persentase Kepemilikan Asing yang Sebenarnya

Sebuah wawasan penting yang sering terabaikan dalam diskusi utang adalah persentase total utang AS yang dimiliki secara internasional. Meskipun angka dolar sangat besar, negara-negara asing secara kolektif memiliki sekitar 24% dari utang AS yang beredar. Ini sangat berbeda dari persepsi bahwa kewajiban fiskal Amerika didominasi oleh kreditur internasional.

Pembagian domestik menunjukkan gambaran yang berbeda sama sekali. Warga dan institusi Amerika memegang sekitar 55% dari utang AS. Federal Reserve dan lembaga pemerintah AS lainnya bertanggung jawab atas 13% dan 7% masing-masing, menurut laporan terbaru Departemen Keuangan. Komposisi ini menunjukkan bahwa warga Amerika sendiri tetap menjadi pemangku kepentingan utama dalam kesehatan fiskal negara.

Menganalisis Dampaknya terhadap Pasar dan Dompet Konsumen

Kekhawatiran tentang negara mana yang memegang utang AS terbanyak sering muncul dari ketakutan bahwa kepemilikan asing memberikan leverage berlebihan terhadap kebijakan ekonomi Amerika. Namun, kekhawatiran ini tidak berdasar secara substantif. Kepemilikan asing sebesar 24% tersebar di banyak negara, mencegah satu negara pun memiliki pengaruh yang tidak proporsional.

Ketika China secara bertahap mengurangi kepemilikan Treasury-nya selama beberapa tahun, pasar tetap stabil secara luar biasa. Preseden ini menunjukkan bahwa bahkan pergeseran besar dalam kepemilikan asing tidak mampu mengguncang sistem secara keseluruhan. Pasar utang pemerintah AS tetap menjadi salah satu yang paling aman dan likuid di dunia, terlepas dari fluktuasi kepemilikan internasional.

Perubahan permintaan dari luar negeri memang mempengaruhi variabel keuangan tertentu. Ketika tekanan pembelian asing meningkat, harga obligasi biasanya naik dan hasilnya turun. Sebaliknya, penurunan permintaan internasional dapat mendorong hasil obligasi lebih tinggi. Namun, mekanisme ini beroperasi dalam parameter pasar normal dan merupakan bagian dari dinamika suku bunga standar, bukan ancaman ekonomi.

Bagi rumah tangga Amerika rata-rata, kepemilikan utang asing memiliki dampak langsung yang minimal terhadap keuangan pribadi. Pergerakan suku bunga yang dipicu oleh perubahan permintaan mempengaruhi tingkat hipotek, hasil tabungan, dan pengembalian investasi—tetapi efek ini terjadi terlepas dari apakah permintaan tersebut didorong oleh entitas asing atau domestik. Kekhawatiran tentang “pengendalian” utang Amerika oleh asing pada akhirnya mencerminkan kesalahpahaman tentang cara kerja pasar utang modern.

Konteks Lebih Luas: Mengapa Angka-angka Ini Kurang Penting dari yang Anda Kira

Meskipun posisi Jepang sebesar 1,13 triliun dolar terdengar mengesankan, memberikan konteks angka-angka ini sangat penting. Total kekayaan bersih yang dimiliki rumah tangga Amerika saat ini melebihi 160 triliun dolar—hampir lima kali lipat dari seluruh utang nasional. Kekayaan domestik yang besar ini memberikan bantalan yang cukup dan menunjukkan bahwa fundamental keuangan Amerika tetap kuat.

Investasi asing dalam sekuritas Treasury AS secara mendasar mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan keandalan institusional Amerika. Negara-negara dan investor ini terus memegang utang AS karena sekuritas pemerintah AS menawarkan keamanan, likuiditas, dan pengembalian yang dapat diprediksi. Keputusan untuk mempertahankan posisi ini mencerminkan strategi investasi yang bijaksana, bukan ketergantungan yang mengkhawatirkan.

Memahami negara mana yang memegang utang AS terbuka dari angka utama ke dalam dinamika ekonomi yang mendasarinya. Kepemimpinan Jepang dalam kepemilikan asing, ditambah kenyataan bahwa asing mengendalikan kurang dari seperempat total utang, menunjukkan sistem keuangan yang beroperasi sesuai prinsip pasar normal daripada yang terpengaruh tekanan eksternal yang berbahaya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)