Kabar Gerbang, 24 April — Singapura telah memerintahkan penyedia layanan internet untuk memblokir enam situs web yang terhubung ke pihak asing dan meniru outlet berita lokal serta menyebarkan disinformasi. Otoritas mengatakan situs-situs tersebut meniru outlet berita lokal yang sah dan terhubung ke jaringan disinformasi, dengan kebanyakan menjadi aktif setelah Singapura mengumumkan pemilihan nasional.
Lima dari situs web tersebut dibuat pada 28 Maret 2021, dan diperbarui pada Juni 2025 dengan ticker berita dan fitur lainnya yang dirancang agar tampak lebih seperti outlet berita yang autentik. Lima situs terdaftar di Kepulauan Cayman, sementara situs keenam, sgtimes.com, terdaftar di provinsi Jiangsu di Tiongkok bagian timur. Jaringan tersebut memublikasikan ulang cerita terkait Singapura dari Channel NewsAsia, Bloomberg, dan Business Insider, tetapi mengkreditkan konten tersebut ke pihaknya sendiri. Outlet keenam, sgtimes.com, memposisikan dirinya sebagai suara independen dan menerbitkan artikel yang memuat pernyataan dari kantor perwakilan diplomatik Tiongkok di Singapura.
Langkah penegakan ini mencerminkan upaya Singapura yang lebih luas untuk melawan pengaruh asing. Negara tersebut memblokir 10 situs web tidak autentik yang terhubung ke pihak asing pada 2024 dan berencana untuk mengubah undang-undang gangguan dari luar negerinya. Taktik membangun situs web yang terlihat kredibel untuk menarik audiens lokal sebelum menerapkannya untuk disinformasi menandakan pergeseran menuju jaringan sel tidur yang lebih murah dan terotomatisasi yang dapat tetap tidak aktif hingga diperlukan.