Grup Rakuten Merilis Model Bahasa Besar Berbahasa Jepang Rakuten AI 3.0, Memicu Kontroversi karena Diduga Berbasis Arsitektur DeepSeek

Berita Gate News, pada 17 Maret, Grup Rakuten mengumumkan peluncuran model besar khusus bahasa Jepang Rakuten AI 3.0. Perusahaan menyatakan bahwa model ini menunjukkan performa yang lebih baik daripada model seperti GPT-4o dalam berbagai pengujian standar bahasa Jepang, termasuk budaya dan sejarah Jepang serta kepatuhan terhadap instruksi, dan dikembangkan berdasarkan model komunitas sumber terbuka yang digabungkan dengan data dwibahasanya sendiri. Namun, beberapa pengguna di platform X menemukan bahwa dalam file config.json di halaman Hugging Face proyek tersebut terdapat isi seperti “model_type: deepseek_v3”. Selain itu, saat menjawab pertanyaan terkait, model ini menunjukkan kecenderungan yang jelas lebih condong ke China daripada Jepang. Penemuan ini memicu diskusi di kalangan pengguna mengenai apakah model ini dikembangkan berdasarkan DeepSeek dan seberapa banyak teknologi riset independen Jepang yang terkandung di dalamnya.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Survei Investor Institusional Nomura: 65% memandang aset kripto sebagai alokasi terdiversifikasi yang penting, hampir 80% berencana masuk dalam tiga tahun ke depan

Berdasarkan survei dari Nomura Holdings dan Laser Digital, 65% investor institusional Jepang memandang aset kripto sebagai alat penting untuk diversifikasi, yang menunjukkan pentingnya perhatian pada korelasi yang rendah. Hampir delapan dari sepuluh responden berencana mengalokasikan 2%-5% aset ke dalam kripto dalam tiga tahun ke depan, dan menunjukkan minat yang tinggi pada tema investasi yang lebih beragam seperti staking dan pinjaman. Perbaikan dalam lingkungan regulasi Jepang mendorong tren ini, tetapi masih ada hambatan seperti perpajakan dan kontrol risiko internal.

ChainNewsAbmedia3jam yang lalu

AI menelan 80% modal ventura global, Q1 2026 menyerap 242 miliar dolar: bagaimana pelaku industri Crypto menanggapi redistribusi dana

Menurut laporan, pada kuartal pertama tahun 2026 total nilai global modal ventura mendekati 300 miliar dolar AS, di mana perusahaan-perusahaan terkait AI menyumbang sekitar 242 miliar dolar AS, atau 80% dari modal ventura. Ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi fokus utama modal ventura. Seiring dana terkonsentrasi pada AI, bidang lain seperti crypto tertekan, dan pelaku industri perlu menyesuaikan strategi, mengintegrasikan AI secara lebih mendalam ke dalam bisnis, serta memperkirakan akan muncul tren penggabungan infrastruktur.

ChainNewsAbmedia8jam yang lalu

Survei Nomura Securities: 80% investor institusional berencana mengalokasikan aset kripto dengan AUM 2% hingga 5%

Survei investor institusional aset digital 2026 dari Nomura Securities (Nomura) dan anak perusahaannya di bidang kripto, Laser Digital, menunjukkan bahwa hampir empat per lima investor institusional yang disurvei berencana mengalokasikan 2% hingga 5% dari total aset kelolaan (AUM) ke pasar mata uang kripto; sebagian besar institusi menyatakan rencana tersebut akan dilakukan dalam satu tahun ke depan, bukan investasi segera.

MarketWhisper04-17 03:05

Survei Nomura: 80% Investor Institusional Bersedia Mengalokasikan 2-5% untuk Kriptokurensi

Sebuah survei dari Nomura mengungkapkan 80% investor institusional bertujuan untuk menginvestasikan 2-5% dalam mata uang kripto, dengan mengutamakan strategi imbal hasil seperti staking dan lending. Kepastian regulasi dan manajemen risiko adalah kunci untuk meningkatkan minat institusional terhadap aset digital.

GateNews04-16 19:11

Pasar Stablecoin Mencapai $322B ATH, Volume Perdagangan Q1 2026 Tembus $8.3 Triliun

Pasar stablecoin mengalami pertumbuhan yang signifikan, melonjak sebesar $2.25 miliar untuk mencapai $322 miliar, meskipun pasar kripto secara keseluruhan mengalami kontraksi. USDC mengalami peningkatan pasokan yang substansial, sementara USDT mempertahankan pangsa pasarnya. Stablecoin yang menghasilkan (yield-bearing) berkontribusi secara menonjol terhadap pertumbuhan ini, dengan aktivitas transaksi mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

GateNews04-16 19:02
Komentar
0/400
Tidak ada komentar