Stripe telah memperkenalkan akun stablecoin, memungkinkan bisnis di 101 negara untuk hold dan melakukan transaksi menggunakan stablecoin seperti USDC dan USDB. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pengusaha, terutama di daerah dengan mata uang yang tidak stabil, alat untuk melindungi diri dari inflasi dan mengakses ekonomi global dengan lebih mudah.
Stripe telah meluncurkan akun keuangan stablecoin, memungkinkan bisnis di 101 negara untuk hold saldo dalam stablecoin seperti USDC dan USDB. Menurut pengumuman tersebut, inisiatif ini sangat menguntungkan bagi pengusaha di daerah dengan mata uang yang tidak stabil, memberikan mereka cara untuk menstabilkan keuangan mereka dan berpartisipasi lebih efektif dalam perdagangan internasional.
Akun mendukung penerimaan dana melalui sistem perbankan tradisional dan cryptocurrency, serta memungkinkan pengiriman stablecoin secara global. Pengembangan ini menyusul akuisisi Stripe senilai $1,1 miliar terhadap perusahaan infrastruktur stablecoin Bridge awal tahun ini.
CEO Stripe, Patrick Collison, menekankan pentingnya kemajuan ini, menyatakan bahwa AI dan stablecoin adalah “dua angin kencang yang mengubah lanskap keuangan global.”
Tugas kami adalah untuk mendorong teknologi ini maju agar bisnis di Stripe dapat segera memanfaatkannya.
Selain akun stablecoin, Stripe telah memperkenalkan model dasar pembayaran yang didukung AI, yang dilatih dengan puluhan miliar transaksi, untuk meningkatkan deteksi penipuan dan tingkat otorisasi dengan menganalisis data transaksi yang halus.
Perkembangan ini menempatkan Stripe di garis depan integrasi aset digital dan AI ke dalam layanan keuangan, menawarkan bisnis alat inovatif untuk menavigasi lingkungan ekonomi yang berkembang.