✨9 Februari 2026 – Kevin Warsh, yang dinominasikan Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve pada 30 Januari 2026, terus memunculkan harapan dan kekhawatiran di pasar dengan pandangannya tentang kebijakan Fed. Warsh, mantan Anggota Dewan Fed (2006-2011), telah lama mempertahankan profil hawk inflasi klasik, tetapi pernyataannya di akhir 2025 dan awal 2026 menunjukkan pergeseran yang signifikan. Sejalan dengan tuntutan Trump untuk suku bunga yang lebih rendah, ia baru-baru ini beralih ke sikap mendukung pemotongan suku bunga. Namun, dukungan ini tidak melalui kebijakan ekspansif tradisional, melainkan dalam kerangka yang sangat berbeda. ✨Garis Kebijakan Utama Warsh. 🔹Gabungan pemotongan suku bunga + pengurangan neraca secara agresif Warsh telah berargumen selama bertahun-tahun bahwa ukuran neraca Fed sekitar $7 triliun adalah "terlalu besar." Tampaknya dalam periode baru ini, Fed berencana mempercepat proses pengurangan neraca dan menargetkan neraca Fed yang lebih kecil dalam jangka panjang. Pendekatan ini dapat menciptakan tekanan "pengetatan kuantitatif" (QT) yang dapat mendorong hasil obligasi jangka panjang naik sementara suku bunga kebijakan jangka pendek tetap rendah. 🔹Teori Ledakan AI dan Produktivitas Salah satu argumen paling mencolok dari Warsh adalah tekanan deflasi dan peningkatan produktivitas yang akan dibawa oleh AI. Menurutnya, lonjakan produktivitas yang didorong AI memungkinkan periode di mana bahkan pertumbuhan tinggi dan upah tinggi tidak akan memicu inflasi. Pandangan ini mempertanyakan paradigma klasik Fed "pertumbuhan tinggi = risiko inflasi" dan membuka pintu untuk pemotongan suku bunga yang lebih agresif. 🔹Lebih Sedikit Panduan, Lebih Banyak Disiplin Pasar Warsh mengkritik pendekatan "panduan ke depan frekuensi tinggi" Fed (dot plot, komunikasi intensif sebelum konferensi pers). Sebaliknya, ia mengusulkan gaya panduan yang kurang verbal, lebih transparan tetapi kurang prediktif. Pendekatan ini dianggap berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar obligasi dan saham dalam jangka pendek, tetapi dapat memperkuat kredibilitas inflasi dalam jangka panjang. ✨Reaksi dan Ekspektasi Pasar 🔸Setelah pengumuman nominasi Trump, emas kehilangan lebih dari 8% nilainya, mengalami salah satu penurunan harian terparah dalam 40 tahun; Bitcoin turun di bawah $70.000. 🔸Hasil obligasi Treasury 10 tahun AS, bagaimanapun, bergerak ke arah berlawanan, naik – tekanan dari ekspektasi pengurangan neraca sedang dirasakan terhadap suku bunga jangka panjang. ✨Perbedaan pendapat terus berlangsung di antara para analis: 🔹Beberapa institusi percaya Warsh akan membawa pemotongan suku bunga lebih lanjut (pemotongan 100-150 basis poin dianggap mungkin pada 2026). 🔹Yang lain berpendapat bahwa sikap hawkish terhadap neraca akan meningkatkan volatilitas hasil jangka panjang dan bahwa dilema "suku bunga tinggi + neraca rendah" dapat memberi tekanan pada aset berisiko. Kevin Warsh diperkirakan akan menjabat pada Mei 2026 setelah konfirmasi Senat. Harga pasar saat ini menunjukkan skenario pelonggaran dalam jangka pendek dan pengencangan likuiditas dalam jangka menengah. Namun, seberapa cepat dan sejauh mana visi Warsh tentang "rezim Fed baru di era AI" akan diterapkan tetap menjadi pertanyaan makroekonomi paling penting untuk tahun 2026.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#WalshonFedPolicy
✨9 Februari 2026 – Kevin Warsh, yang dinominasikan Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve pada 30 Januari 2026, terus memunculkan harapan dan kekhawatiran di pasar dengan pandangannya tentang kebijakan Fed.
Warsh, mantan Anggota Dewan Fed (2006-2011), telah lama mempertahankan profil hawk inflasi klasik, tetapi pernyataannya di akhir 2025 dan awal 2026 menunjukkan pergeseran yang signifikan. Sejalan dengan tuntutan Trump untuk suku bunga yang lebih rendah, ia baru-baru ini beralih ke sikap mendukung pemotongan suku bunga. Namun, dukungan ini tidak melalui kebijakan ekspansif tradisional, melainkan dalam kerangka yang sangat berbeda.
✨Garis Kebijakan Utama Warsh.
🔹Gabungan pemotongan suku bunga + pengurangan neraca secara agresif
Warsh telah berargumen selama bertahun-tahun bahwa ukuran neraca Fed sekitar $7 triliun adalah "terlalu besar." Tampaknya dalam periode baru ini, Fed berencana mempercepat proses pengurangan neraca dan menargetkan neraca Fed yang lebih kecil dalam jangka panjang. Pendekatan ini dapat menciptakan tekanan "pengetatan kuantitatif" (QT) yang dapat mendorong hasil obligasi jangka panjang naik sementara suku bunga kebijakan jangka pendek tetap rendah.
🔹Teori Ledakan AI dan Produktivitas
Salah satu argumen paling mencolok dari Warsh adalah tekanan deflasi dan peningkatan produktivitas yang akan dibawa oleh AI. Menurutnya, lonjakan produktivitas yang didorong AI memungkinkan periode di mana bahkan pertumbuhan tinggi dan upah tinggi tidak akan memicu inflasi. Pandangan ini mempertanyakan paradigma klasik Fed "pertumbuhan tinggi = risiko inflasi" dan membuka pintu untuk pemotongan suku bunga yang lebih agresif. 🔹Lebih Sedikit Panduan, Lebih Banyak Disiplin Pasar
Warsh mengkritik pendekatan "panduan ke depan frekuensi tinggi" Fed (dot plot, komunikasi intensif sebelum konferensi pers). Sebaliknya, ia mengusulkan gaya panduan yang kurang verbal, lebih transparan tetapi kurang prediktif. Pendekatan ini dianggap berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar obligasi dan saham dalam jangka pendek, tetapi dapat memperkuat kredibilitas inflasi dalam jangka panjang.
✨Reaksi dan Ekspektasi Pasar
🔸Setelah pengumuman nominasi Trump, emas kehilangan lebih dari 8% nilainya, mengalami salah satu penurunan harian terparah dalam 40 tahun; Bitcoin turun di bawah $70.000.
🔸Hasil obligasi Treasury 10 tahun AS, bagaimanapun, bergerak ke arah berlawanan, naik – tekanan dari ekspektasi pengurangan neraca sedang dirasakan terhadap suku bunga jangka panjang.
✨Perbedaan pendapat terus berlangsung di antara para analis:
🔹Beberapa institusi percaya Warsh akan membawa pemotongan suku bunga lebih lanjut (pemotongan 100-150 basis poin dianggap mungkin pada 2026).
🔹Yang lain berpendapat bahwa sikap hawkish terhadap neraca akan meningkatkan volatilitas hasil jangka panjang dan bahwa dilema "suku bunga tinggi + neraca rendah" dapat memberi tekanan pada aset berisiko. Kevin Warsh diperkirakan akan menjabat pada Mei 2026 setelah konfirmasi Senat. Harga pasar saat ini menunjukkan skenario pelonggaran dalam jangka pendek dan pengencangan likuiditas dalam jangka menengah. Namun, seberapa cepat dan sejauh mana visi Warsh tentang "rezim Fed baru di era AI" akan diterapkan tetap menjadi pertanyaan makroekonomi paling penting untuk tahun 2026.