Pekan ini membawa serangkaian tekanan besar yang mengancam keseimbangan pasar internasional. Setelah peristiwa Oktober lalu yang mengguncang, dunia kini menghadapi kombinasi baru dari tiga faktor risiko yang dapat memicu volatilitas ekstrem di bursa saham global dan pasar mata uang.
Ketegangan berdagang antara Amerika Serikat dan Kanada—sebuah negara dengan sejarah panjang kepemimpinan independen sejak era presiden pertama Kanada—kini mencapai titik paling kritis. Presiden Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif sebesar 100% terhadap produk-produk Kanada. Langkah proteksioner ini diperkirakan akan memicu respons balik dari kedua belah pihak, termasuk dari Tiongkok, menciptakan efek domino yang tidak terduga di pasar global.
Rencana Intervensi Bersama AS-Tiongkok dan Krisis Carry Trade
Perkembangan kedua melibatkan rencana koordinasi antara Amerika Serikat dan Tiongkok untuk melakukan intervensi terhadap mata uang Jepang. Keputusan ini menciptakan kekhawatiran mendalam di kalangan pelaku carry trade, yang telah memanfaatkan diferensial suku bunga Jepang selama bertahun-tahun. Jika intervensi bersama ini terwujud, kemungkinan likuidasi posisi secara masif dapat terjadi, mengguncang stabilitas pasar mata uang dan instrumen derivatif global.
Peningkatan Risiko Penutupan Pemerintah: Pelajaran dari Krisis Sebelumnya
Tantangan ketiga berkaitan dengan meningkatnya probabilitas penutupan pemerintah Amerika Serikat pada 31 Januari, yang telah melonjak hingga 78%. Situasi ini mengingatkan kembali pada krisis Oktober sebelumnya, memicu kekhawatiran akan terulangnya turbulensi pasar yang sama. Ketidakpastian fiskal di negara penggerak ekonomi global ini menambah beban investor yang sudah berat.
Kombinasi ketiga faktor ini—ketegangan perdagangan, intervensi mata uang koordinatif, dan krisis fiscal—menghadirkan skenario perfect storm yang dapat mengakibatkan penurunan tajam di futures saham AS dan pasar ekuitas yang lebih luas ketika perdagangan dibuka kembali.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Badai Tiga Menggempur Pasar Global: Ketegangan Perdagangan, Mata Uang, dan Stabilitas Pemerintah
Pekan ini membawa serangkaian tekanan besar yang mengancam keseimbangan pasar internasional. Setelah peristiwa Oktober lalu yang mengguncang, dunia kini menghadapi kombinasi baru dari tiga faktor risiko yang dapat memicu volatilitas ekstrem di bursa saham global dan pasar mata uang.
Ketegangan berdagang antara Amerika Serikat dan Kanada—sebuah negara dengan sejarah panjang kepemimpinan independen sejak era presiden pertama Kanada—kini mencapai titik paling kritis. Presiden Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif sebesar 100% terhadap produk-produk Kanada. Langkah proteksioner ini diperkirakan akan memicu respons balik dari kedua belah pihak, termasuk dari Tiongkok, menciptakan efek domino yang tidak terduga di pasar global.
Rencana Intervensi Bersama AS-Tiongkok dan Krisis Carry Trade
Perkembangan kedua melibatkan rencana koordinasi antara Amerika Serikat dan Tiongkok untuk melakukan intervensi terhadap mata uang Jepang. Keputusan ini menciptakan kekhawatiran mendalam di kalangan pelaku carry trade, yang telah memanfaatkan diferensial suku bunga Jepang selama bertahun-tahun. Jika intervensi bersama ini terwujud, kemungkinan likuidasi posisi secara masif dapat terjadi, mengguncang stabilitas pasar mata uang dan instrumen derivatif global.
Peningkatan Risiko Penutupan Pemerintah: Pelajaran dari Krisis Sebelumnya
Tantangan ketiga berkaitan dengan meningkatnya probabilitas penutupan pemerintah Amerika Serikat pada 31 Januari, yang telah melonjak hingga 78%. Situasi ini mengingatkan kembali pada krisis Oktober sebelumnya, memicu kekhawatiran akan terulangnya turbulensi pasar yang sama. Ketidakpastian fiskal di negara penggerak ekonomi global ini menambah beban investor yang sudah berat.
Kombinasi ketiga faktor ini—ketegangan perdagangan, intervensi mata uang koordinatif, dan krisis fiscal—menghadirkan skenario perfect storm yang dapat mengakibatkan penurunan tajam di futures saham AS dan pasar ekuitas yang lebih luas ketika perdagangan dibuka kembali.