Catatan Pengembangan Agen AI (Pelajaran Pertama): Perangkap Tersembunyi dari context window
Saat mengerjakan proyek, baru sadar betapa rumitnya masalah ini—beberapa file tanpa sengaja membesar terlalu cepat, seluruh alur harus diubah di tengah jalan. Saat itu benar-benar merasa bodoh.
Kemudian terpikir, apakah mungkin untuk berpikir secara terbalik: membiarkan agen sendiri belajar mengelola ukuran context-nya? Maksudnya, agen saat berjalan dapat mengenali kapan perlu mengoptimalkan, dan bagaimana mengoptimalkan struktur file untuk menyesuaikan batas token.
Gagasan ini sebenarnya cukup menarik—mengintegrasikan logika optimasi ke dalam mekanisme adaptif agen. Selanjutnya akan diuji solusi mana yang benar-benar bisa digunakan, mana yang mudah menimbulkan masalah, dan orang-orang yang punya ide bisa berdiskusi bersama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
WealthCoffee
· 6jam yang lalu
Haha, lubang context window ini memang parah, saya juga pernah mengalami hal serupa sebelumnya, token yang tiba-tiba meledak memang sangat menyebalkan. Saya suka ide membiarkan agent mengelola dan mengoptimalkan ini sendiri, agak seperti memasang sistem perbaikan otomatis pada dirinya.
Lihat AsliBalas0
MentalWealthHarvester
· 16jam yang lalu
哈,context window ini juga pernah saya alami, tokens yang tiba-tiba melonjak benar-benar GG
Bagian manajemen diri memang harus dipikirkan matang-matang, jika tidak nanti pemeliharaannya akan menjadi gila
Lihat AsliBalas0
ForkInTheRoad
· 16jam yang lalu
Haha ini adalah kisah penuh air mata saya minggu lalu, saat file membesar dan token langsung meledak
Memperbaiki sendiri memang ide yang bagus, membiarkan agent mengelola jendela konteks sendiri jauh lebih andal daripada harus menghapus secara manual
Tapi saya rasa kuncinya tetap pada bagaimana membuatnya mengenali informasi mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang, trade-off di sini sulit untuk diatur
Bagi yang punya pengalaman implementasi, tolong bagikan ya, saya ingin tahu apakah ada solusi yang sudah ada
Lihat AsliBalas0
MEVHunterZhang
· 16jam yang lalu
Haha, saya juga pernah mengalami jebakan ini, file membengkak langsung gagal
Memang ide untuk mengelola ukuran konteks sendiri sangat bagus, cuma tidak tahu apakah saat diimplementasikan nanti akan menjadi jebakan baru
Pasti harus berbagi jika ada perkembangan, sekarang lagi terjebak di sini
Ide ini bisa, jika agen bisa beradaptasi dan mengoptimalkan, maka setengah dari masalah ini sudah terselesaikan
Tapi bagaimana menilai kapan saatnya mengoptimalkan logika ini harus dipikirkan dengan matang, mudah salah paham
Menunggu hasil pengujianmu, solusi mana yang benar-benar feasible
Lihat AsliBalas0
PoolJumper
· 16jam yang lalu
哈,context window ini memang jebakan. Terpeleset sekali saja dan tidak akan pernah lupa rasanya
Saya suka ide agar agent mengelola token sendiri, hanya saja tidak tahu apakah saat dijalankan nanti akan menjadi logika yang berbeda
Kalau ada hasil pengujian, pasti harus dibagikan, ingin lihat bagaimana akhirnya dioptimalkan
Sebenarnya ini adalah adaptasi yang sesungguhnya, kalau tidak ya cuma memberi patch pada agents
Rasanya pasti kamu punya ide yang lebih liar lagi di belakang, teruskan aja
Pernah coba proses RAG itu, rasanya juga bisa mengatasi masalah ini
Jujur saja, solusi sebelumnya terlalu pasif, kali ini dengan pendekatan yang berbeda tetap layak dicoba
Menunggu panduan praktik terbaik dari kamu, komunitas pasti akan berebutan
Lihat AsliBalas0
MevWhisperer
· 16jam yang lalu
Saya juga pernah terjebak di lubang ini, konteks yang meledak benar-benar luar biasa
Ide agar agen mengelola token sendiri memang bagus, hanya takut ini akan menjadi lubang baru lagi
Lihat AsliBalas0
TestnetFreeloader
· 16jam yang lalu
哈,context window ini juga pernah saya alami, file yang membengkak langsung hancur
---
Manajemen adaptif terdengar bagus, cuma takut saat dijalankan token tetap akan menyenggol wajahmu
---
Gagasan ini agak menarik, bagaimanapun sekarang banyak batasan model, membiarkan agents mencari sendiri juga cukup masuk akal
---
Tunggu, bagaimana cara menyisipkan logika optimisasi, apakah akan memakan banyak context sendiri
---
Saya rasa bisa coba proses fragmentasi, jauh lebih pintar daripada memaksa langsung ke context window
---
Benar-benar, hal seperti self-optimization ini sangat merepotkan saat debugging
Catatan Pengembangan Agen AI (Pelajaran Pertama): Perangkap Tersembunyi dari context window
Saat mengerjakan proyek, baru sadar betapa rumitnya masalah ini—beberapa file tanpa sengaja membesar terlalu cepat, seluruh alur harus diubah di tengah jalan. Saat itu benar-benar merasa bodoh.
Kemudian terpikir, apakah mungkin untuk berpikir secara terbalik: membiarkan agen sendiri belajar mengelola ukuran context-nya? Maksudnya, agen saat berjalan dapat mengenali kapan perlu mengoptimalkan, dan bagaimana mengoptimalkan struktur file untuk menyesuaikan batas token.
Gagasan ini sebenarnya cukup menarik—mengintegrasikan logika optimasi ke dalam mekanisme adaptif agen. Selanjutnya akan diuji solusi mana yang benar-benar bisa digunakan, mana yang mudah menimbulkan masalah, dan orang-orang yang punya ide bisa berdiskusi bersama.