Pullback dan Throwback: Cara membedakan dan menggunakannya untuk trading yang akurat

Pedagang pemula sering menghadapi masalah saat membedakan antara (Reversal) dan pullback sementara. Pada kenyataannya, Pullback dan Throwback memiliki peran penting yang berbeda dari perubahan tren yang sebenarnya. Jika dipahami dengan baik, titik-titik ini dapat menjadi peluang untuk masuk posisi dengan harga yang lebih baik dan risiko stop-loss yang rendah.

Pengertian Dasar: Apa Itu Pullback dan Throwback

Ketika terjadi tekanan jual atau beli yang kuat dalam suatu tren, trader yang lebih dulu masuk biasanya melakukan pengambilan keuntungan. Fenomena ini menyebabkan harga berhenti sejenak sebelum berbalik mengikuti tren sebelumnya. Inilah asal mula dari Pullback (dalam tren turun) dan Throwback (dalam tren naik).

  • Pullback: Fenomena koreksi singkat dalam tren turun, di mana harga tidak menembus resistance lama lalu kembali membuat titik terendah baru (Lower Low).

  • Throwback: Fenomena koreksi singkat dalam tren naik, di mana harga tidak menembus support lama lalu kembali membuat titik tertinggi baru (Higher High).

Penyebab utama fenomena ini berasal dari keseimbangan sementara antara permintaan dan penawaran (Demand/Supply Equilibrium), bukan sinyal perubahan tren yang sebenarnya.

Cara Membedakan Pullback/Throwback dari Reversal (Reversal)

Kebingungan muncul karena kedua pola ini memiliki bentuk awal yang mirip, tetapi hasilnya sangat berbeda. Pengklasifikasian yang akurat harus mempertimbangkan:

Pengujian support dan resistance

Jika Pullback/Throwback terjadi, harga akantidak menembus support-resistance lama, sedangkan Reversal akan melibatkan kerusakan support-resistance yang kuat. Jika terjadi penembusan support-resistance secara jelas, peluang untuk Reversal akan jauh lebih tinggi.

Sinyal dari volume perdagangan (Volume Confirmation)

  • Pullback/Throwback: volume rendah, menunjukkan hanya koreksi sementara
  • Reversal: volume tinggi, menegaskan bahwa koreksi tersebut nyata dan didukung kekuatan pasar

4 Strategi Dasar untuk Trading Pullback dan Throwback

1. Trading saat terjadi penembusan harga (Breakout Trading)

Setelah harga menembus resistance/support lama, Pullback/Throwback biasanya terjadi untuk menguji kembali level tersebut. Trader dapat:

  • Menunggu sampai harga kembali menguji support-resistance sebelumnya
  • Menggunakan titik pengujian ini sebagai titik masuk baru, bukan mengikuti harga langsung setelah penembusan
  • Menempatkan stop-loss di bawah titik terendah candle yang menembus

2. Trading dengan pola langkah naik atau langkah turun

Dalam tren yang kuat, harga bergerak secara bertahap dengan pola Throwback (dalam tren naik) dan Pullback (dalam tren turun). Pola ini membentuk titik tertinggi yang semakin tinggi (Higher Highs) dan titik terendah yang semakin rendah (Lower Lows):

  • Gunakan titik tertinggi sebelumnya sebagai resistance untuk masuk posisi jual
  • Gunakan titik terendah sebelumnya sebagai support untuk masuk posisi beli
  • Tempatkan stop-loss jika harga menembus jauh di luar level ini

3. Menggunakan garis tren sebagai penentu titik beli/jual

Garis tren (Trendline) atau moving average (MA) dapat digunakan sebagai level support dan resistance:

  • Dalam tren naik: tunggu harga koreksi ke garis tren (Throwback) lalu masuk posisi beli
  • Dalam tren turun: tunggu harga rebound ke garis tren (Pullback) lalu masuk posisi jual
  • Tempatkan stop-loss jika harga menembus garis tren

4. Menggunakan Fibonacci Retracement

Dalam tren yang kuat, Pullback dan Throwback biasanya tidak melebihi level Fibonacci penting:

  • Dalam tren naik yang kuat: Throwback biasanya berhenti di level 23.6%, 38.2%, atau 50%
  • Dalam tren turun yang kuat: Pullback biasanya berhenti di level yang sama

Cara trading:

  • Bagi posisi menjadi 3 bagian sesuai level Fibonacci ini
  • Tempatkan stop-loss di bawah level 50% jika harga menembus ke atas

Kesimpulan

Pullback dan Throwback adalah alat yang sangat berharga bagi trader yang ingin masuk posisi dengan harga yang baik dan risiko stop-loss yang rendah. Ketika dikombinasikan dengan alat lain seperti Volume Confirmation, Trendline, dan Fibonacci Retracement, identifikasi dan pemanfaatan titik-titik ini dapat meningkatkan akurasi strategi secara signifikan. Penggunaan Pullback dan Throwback secara tepat adalah keterampilan yang harus dilatih secara terus-menerus untuk meraih keberhasilan dalam trading.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)