Hacker secara singkat menguasai akun resmi X New York Post ( yang sebelumnya Twitter) dan menggunakannya untuk mempromosikan skema cryptocurrency yang menipu. Insiden ini menyoroti risiko yang terus berlanjut dari pengambilalihan akun media sosial dan potensi penyebaran penipuan yang luas di dalam ruang crypto.
Para Hacker berhasil memposting beberapa pesan dari akun New York Post yang terverifikasi, mempromosikan penawaran cryptocurrency palsu. Postingan ini sering menggunakan bahasa mendesak dan janji pengembalian tinggi untuk menarik pengguna yang tidak curiga agar mengirimkan dana ke alamat jahat.
Tim New York Post dengan cepat mengidentifikasi aktivitas yang tidak sah dan bekerja untuk mendapatkan kembali kendali atas akun X mereka. Postingan yang menipu tersebut kemudian dihapus, dan kemungkinan penyelidikan terhadap pelanggaran tersebut sedang berlangsung.
Insiden ini menjadi pengingat yang jelas akan semakin meningkatnya prevalensi penipuan cryptocurrency di platform media sosial. Hacker sering menargetkan akun-akun bergengsi dengan banyak pengikut untuk meningkatkan jangkauan dan legitimasi yang dianggap dari skema penipuan mereka. Pengguna dihimbau untuk sangat berhati-hati dan skeptis ketika menemui promosi cryptocurrency di media sosial, terutama yang melibatkan janji keuntungan yang dijamin.