Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
UEA Menembak Tiga Roket Balistik, Lebih dari 120 Drone
(MENAFN- IANS) Abu Dhabi, 4 Maret (IANS) Kementerian Pertahanan UEA pada hari Rabu mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat tiga rudal balistik dan mendeteksi 129 drone, di mana 121 berhasil dicegat sementara delapan jatuh di dalam wilayah negara.
Kementerian menyatakan bahwa sejak awal serangan Iran, 189 rudal balistik yang diluncurkan ke arah UEA telah terdeteksi, dengan 175 rudal dihancurkan, 13 jatuh ke laut, dan satu rudal mendarat di dalam wilayah negara.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan UEA di X, 941 drone Iran telah terdeteksi, dari mana 876 berhasil dicegat, sementara 65 jatuh di dalam negara. Delapan rudal jelajah juga terdeteksi dan dihancurkan.
Dalam pernyataan tersebut, kementerian mengatakan, “Serangan ini menyebabkan kerusakan sampingan dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dari warga Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, serta 78 luka ringan di antara warga Emirati, Mesir, Sudan, Ethiopia, Filipina, Pakistan, Iran, India, Bangladesh, Sri Lanka, Azerbaijan, Yaman, Uganda, Eritrea, Lebanon, dan Afghanistan.”
Kementerian menyatakan bahwa suara terdengar di beberapa bagian UEA akibat sistem pertahanan udara yang mencegat rudal balistik dan pesawat tempur yang mencegat drone dan rudal jelajah. Kerusakan material ringan hingga sedang terjadi pada sejumlah fasilitas sipil akibat operasi ini.
Kementerian mengecam serangan militer ini dengan menyebutnya sebagai “tindakan agresi yang terang-terangan dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.”
Kementerian menyatakan bahwa UEA berhak penuh untuk menanggapi eskalasi ini dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah, rakyat, dan penduduknya, dengan cara yang menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya serta melindungi kepentingan dan kemampuan nasionalnya.
Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa mereka sepenuhnya siap dan siap menghadapi ancaman apa pun serta mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas melawan segala sesuatu yang berusaha merusak keamanan dan stabilitas negara. Mereka juga menyebutkan bahwa keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan. Mereka menyarankan agar masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi di UEA dan menghindari penyebaran rumor atau informasi yang tidak diverifikasi.
Konflik terbaru di Asia Barat dimulai setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada hari Sabtu, yang bertujuan melemahkan kemampuan rudal dan infrastruktur militer Iran secara lebih luas.
Gelombang awal operasi ini membunuh tokoh-tokoh senior dalam kepemimpinan Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu respons besar dari Iran berupa serangan drone dan rudal yang menargetkan aset AS, ibu kota regional, dan pasukan sekutu di seluruh Asia Barat.