Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mengapa Biaya Tarif Ditanggung oleh Konsumen Amerika, Menghambat Likuiditas Pasar Crypto
Penelitian baru dari Kiel Institute for the World Economy di Jerman mengungkapkan realitas ekonomi yang mengkhawatirkan yang jauh melampaui pasar tradisional—sekarang juga mempengaruhi sektor kripto. Studi yang menganalisis tarif AS dari Januari 2024 hingga November 2025 menunjukkan bahwa biaya sebagian besar ditanggung oleh konsumen dan importir domestik, bukan oleh produsen asing seperti yang disampaikan dalam pesan politik. Mekanisme transfer biaya ini telah menciptakan efek samping yang tak terduga: pasar cryptocurrency memasuki masa stagnasi likuiditas yang berkepanjangan sejak Oktober.
Transfer Biaya Tersembunyi: Bagaimana Tarif Ditanggung Melalui Rantai Pasok
Angka-angka menunjukkan cerita yang mencolok. Dari seluruh beban tarif, 96% ditanggung oleh konsumen dan importir Amerika, sementara eksportir asing hanya menanggung 4%. Hampir $200 miliar pendapatan tarif mengalir langsung dari dompet Amerika, meskipun klaim bahwa tarif menghukum kompetisi asing.
Begini mekanismenya bekerja: Eksportir asing merespons tarif bukan dengan menaikkan harga, tetapi dengan mengurangi volume pengiriman dan menerima margin yang lebih rendah. Importir AS kemudian meneruskan biaya ini di perbatasan. Dalam enam bulan pertama, hanya sekitar 20% dari biaya tarif yang sampai ke harga konsumen. Sisanya 80% diserap oleh importir, distributor, dan pengecer—mengurangi margin keuntungan mereka dan mengurangi modal yang tersedia untuk operasional.
Pengurasan Likuiditas: Mengapa Pasar Crypto Mengalami Kesulitan Saat Daya Beli Konsumen Melemah
Tekanan dari rantai pasok ini memiliki efek berantai terhadap perilaku konsumen. Saat pendapatan yang dapat dibelanjakan menyusut akibat biaya tarif yang diserap, rumah tangga dan bisnis memiliki lebih sedikit uang tunai untuk pengeluaran tidak wajib—termasuk investasi spekulatif. Pasar cryptocurrency, yang berkembang pesat dari arus masuk modal spekulatif, menjadi sangat sensitif terhadap pergeseran likuiditas ini.
Sejak Oktober, pasar crypto tidak mengalami kejatuhan tajam maupun lonjakan besar. Sebaliknya, pasar memasuki keadaan stagnasi—terjebak dalam kisaran sempit karena likuiditas yang mengering gagal mendorong reli bullish maupun penjualan panik. Ini bukan koreksi pasar; ini adalah kekurangan likuiditas.
Realitas Pasar: Angka di Balik Distribusi Biaya
Penelitian dari Kiel Institute secara langsung menantang narasi bahwa tarif ditanggung oleh pesaing asing. Bukti menunjukkan bahwa bisnis dan konsumen Amerika adalah pihak yang sebenarnya menanggung biaya ini. Dengan margin keuntungan yang tertekan dan pengeluaran tidak wajib yang berkurang, sistem keuangan memiliki lebih sedikit bahan bakar untuk mendorong permintaan aset spekulatif.
Bagi pasar crypto, implikasinya jelas: hambatan makroekonomi yang didorong oleh penyerapan biaya domestik menciptakan hambatan struktural bagi aset yang bergantung pada likuiditas. Sampai daya beli konsumen stabil kembali, harapkan pasar crypto tetap dalam keadaan yang tenang—tidak runtuh maupun melonjak, tetapi tetap terbebani oleh tekanan ekonomi dari hulu.