Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jepang Rayakan Hari Takeshima, Korea Selatan Lakukan Protes Diplomatik
Tegang kembali muncul dalam hubungan bilateral Korea Selatan dan Jepang seiring dengan perayaan ‘Hari Takeshima’ yang diselenggarakan oleh Jepang di Prefektur Shimane. Pada 22 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan secara resmi mengecam acara tersebut melalui pernyataan keras dari juru bicaranya. Seul memandang perayaan ini sebagai langkah provokatif yang mengancam kedaulatan wilayah yang dipersengketakan, yang dikenal sebagai Dokdo dalam bahasa Korea dan Takeshima dalam bahasa Jepang.
Sikap Tegas Korea Selatan atas Kedaulatan Dokdo
Dalam respons formalnya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menekankan dengan jelas bahwa Dokdo merupakan bagian integral dari wilayah nasionalnya. Klaim ini didasarkan pada fondasi yang kuat, mencakup bukti hukum, justifikasi historis, serta pengakuan internasional. Pemerintah Seoul mendesak Tokyo untuk menghentikan pengakuan yang dinilainya tidak berdasar atas kepulauan tersebut. Untuk memperkuat posisinya, Korea Selatan telah mempertahankan kehadiran polisi permanen di pulau itu sebagai bentuk penegasan kontrol faktual atas wilayah yang berada di Laut Jepang.
Persengketaan Abadi dalam Hubungan Bilateral
Perselisihan mengenai status kepemilikan Dokdo-Takeshima telah menjadi isu kronis yang terus mempengaruhi dinamika diplomatik antara kedua negara. Kasus ini bukan sekadar sengketa geografis semata, melainkan mencerminkan ketegangan historis yang lebih dalam. Seoul konsisten dalam mempertahankan posisi bahwa pulau tersebut secara sah menjadi milik Korea Selatan, sementara Jepang terus mengakui klaim atasnya dengan merayakan peringatan tahunan. Tingkat proteksionisme atas wilayah ini menunjukkan bahwa isu ini tetap menjadi salah satu titik sensitif yang sulit diresolusi dalam diplomasi regional Asia Timur.