“Ingin mulai berinvestasi tapi tidak tahu harus ke mana” lalu merasa bingung di tengah ribuan pilihan dana. Jawaban sederhananya adalah Anda tidak sendiri. Memilih dana yang menarik bukan hanya untuk orang yang punya banyak uang atau pengalaman tinggi. Semua orang bisa memasuki dunia investasi dengan percaya diri melalui alat yang disebut “reksa dana”, yang merupakan cara di mana manajer profesional membantu mengelola uang Anda. Tahun 2569 ini menawarkan banyak peluang karena tren utama dunia sedang berubah. Mungkin ini saat terbaik untuk memulai atau menyesuaikan portofolio Anda kembali.
Pahami Diri Sendiri Terlebih Dahulu - Kunci Pertama Memilih Dana
Sebelum mencari dana yang “baik” dan cocok, langkah pertama adalah mengenal diri sendiri dengan baik. Coba jawab tiga pertanyaan ini dengan jujur:
Untuk apa? Apa tujuan utama Anda berinvestasi? Menabung untuk pensiun? Membeli rumah? Atau agar anak bisa berpendidikan? Tujuan yang berbeda membutuhkan jenis dana yang berbeda pula.
Berapa lama? Berapa lama Anda ingin uang ini tumbuh? Jika 20-30 tahun, Anda bisa menanggung risiko lebih tinggi demi hasil yang lebih besar. Jika hanya 2-3 tahun, harus lebih berhati-hati.
Bisa tidur nyenyak? Jika dalam satu bulan uang Anda minus 20%, apakah Anda bisa tidur nyenyak atau malah gelisah? Risiko yang bisa Anda tanggung jauh lebih penting daripada mengejar hasil tertinggi.
Reksa Dana 101: Dasar yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi
Sederhananya, reksa dana adalah kumpulan dana dari banyak orang yang digabungkan menjadi satu kekuatan besar, lalu dikelola oleh profesional untuk diinvestasikan. Jadi, Anda tidak perlu terus-menerus mengikuti berita pasar.
Ketika Anda menaruh uang ke reksa dana, uang itu akan diubah menjadi “unit penyertaan”. Nilai unit ini disebut NAV (Net Asset Value), yang diumumkan setiap akhir hari kerja. Jika aset yang diinvestasikan meningkat nilainya, NAV juga akan naik. Itu artinya, keuntungan Anda bertambah.
Jenis Dana yang Perlu Diketahui
Dana ada banyak jenis, tergantung pada aset yang diinvestasikan:
Pasar uang: Risiko paling rendah, cocok untuk dana darurat atau dana yang akan digunakan segera.
Surat utang: Perpaduan antara keamanan dan hasil yang baik. Cocok untuk yang ingin hasil lebih dari deposito tapi tidak mau risiko saham.
Saham: Risiko tinggi, tapi berpotensi membangun kekayaan dalam jangka panjang secara nyata.
Campuran: Manajer dana akan menyesuaikan proporsi saham dan surat utang sesuai kondisi pasar. Cocok untuk yang ragu-ragu.
Tema khusus: Investasi di bidang tertentu seperti AI, Climate Tech, Healthcare, atau ESG. Cocok untuk investor dengan pandangan khusus.
10 Dana Menarik untuk Tahun 2569
Mengapa tahun 2569 penting? Karena dunia sedang berubah. AI membutuhkan energi besar, Climate Tech berkembang, Healthcare selalu dibutuhkan. Ekonomi dan keuangan pun berubah. Mereka yang mengikuti tren ini akan mendapatkan manfaat.
Dana saham Indonesia - Dividen untuk waktu tidak pasti
Paruh pertama tahun 2569 mungkin akan mengalami volatilitas. Dana saham dividen adalah cara baik untuk mendapatkan aliran kas.
SCBDV (Bank Central Asia saham dividen): Investasi di saham besar Indonesia yang rutin membayar dividen. Dikelola oleh SCBAM. Risiko 6/8. Cocok untuk yang ingin cash flow sambil menunggu pertumbuhan.
KFSDIV (Kredit Bank Indonesia saham dividen): Gabungan saham besar dan kecil, dikelola KSAM. Peluang pertumbuhan lebih besar dari SCBDV, tetap fokus pada dividen. Risiko 6/8.
Saham luar negeri - Mengikuti tren global
Investasi di AI langsung memberi keuntungan, tapi juga berisiko. Untuk jangka panjang 5-10 tahun, harus dipertimbangkan.
KT-WTAI-A (KTT World Technology AI): Investasi melalui dana utama Allianz Global Artificial Intelligence, dikelola KTAM, keputusan diambil oleh profesional Jerman. Risiko 6/8. Untuk yang percaya potensi AI.
B-INNOTECH (Bualuang Innovation & Technology): Melalui Fidelity Funds - Global Technology Fund, tidak hanya AI, tapi juga Cloud, E-commerce, Fintech. Dikelola BBLAM. Risiko 7/8. Untuk yang ingin mengikuti semua teknologi.
PRINCIPAL VNEQ-A (Principal Vietnam): Investasi langsung di pasar Vietnam, memilih saham lokal potensial di bidang bank, ritel, teknologi. Risiko 6/8. Untuk yang tertarik pasar berkembang.
Surat utang - Tempat berlindung saat pasar bergejolak
KTSTPLUS-A (KTT Surat Utang Pendek Plus): Investasi di obligasi berkualitas dan deposito, rata-rata jangka kurang dari 1 tahun. Dikelola KTAM. Risiko 4/8. Cocok untuk dana jangka pendek atau bagian perlindungan portofolio.
Dana campuran fleksibel - Sesuai kondisi pasar
TISCOFLEXP (Tisco Flexible Plus): Manajer TISCO Asset Management bisa menyesuaikan proporsi saham dan surat utang dari 0-100% sesuai pandangan pasar. Dikelola aktif. Risiko 6/8. Untuk yang percaya kemampuan manajer.
Tema masa depan - Investasi untuk masalah dunia
KFCLIMA-A (Kredit Indonesia ESG Climate Tech): Melalui DWS Invest ESG Climate Tech, berinvestasi di perusahaan yang mendukung iklim, energi bersih, kendaraan listrik. Risiko 6/8.
K-GHEALTH (K-GLOBAL Healthcare): Melalui JPMorgan Funds - Global Healthcare Fund, berinvestasi di perusahaan kesehatan global, obat, teknologi medis. Risiko 7/8. Untuk yang ingin perlindungan dan pertumbuhan.
ASP-THAIESG (Asset Plus Indonesia ESG): Saham Indonesia yang memenuhi standar ESG, aktif dikelola Asset Plus. Risiko 6/8. Untuk yang ingin berinvestasi di Indonesia dengan kualitas.
Perbandingan 10 Dana Menarik - Tabel Ringkas
Nama Dana
Jenis
Aset Utama
Risiko
Cocok untuk
SCBDV
Saham Indonesia dividen
Saham besar Indonesia
6/8
Ingin dividen stabil
KFSDIV
Saham Indonesia dividen
Saham besar & kecil
6/8
Dividen + pertumbuhan
KT-WTAI-A
Saham luar negeri AI
Perusahaan AI global
6/8
Percaya potensi AI
B-INNOTECH
Saham teknologi global
Teknologi dunia
7/8
Ikuti tren teknologi
PRINCIPAL VNEQ-A
Saham Vietnam
Saham Vietnam potensial
6/8
Pasar berkembang
KTSTPLUS-A
Surat utang
Obligasi + deposito
4/8
Keamanan dana
TISCOFLEXP
Dana campuran
Saham + surat utang fleksibel
6/8
Percaya manajer
KFCLIMA-A
Saham ESG
Climate Tech
6/8
Fokus keberlanjutan
K-GHEALTH
Saham Healthcare
Perusahaan kesehatan
7/8
Perlindungan & growth
ASP-THAIESG
Saham Indonesia ESG
Saham Indonesia berkualitas
6/8
Investasi lokal berkualitas
Cara Memilih Dana yang Tidak Salah
Setelah mengenal diri, memahami dasar, dan melihat 10 pilihan, langkah selanjutnya adalah memilih dengan tepat:
Pertama, periksa kebijakan investasi. Jangan hanya lihat nama atau hasil masa lalu. Baca Fund Fact Sheet, cari tahu di mana dana ini menginvestasikan uang Anda, negara mana, dan strategi apa.
Bandingkan dengan benchmark. Hasil masa lalu tidak menjamin masa depan, tapi lihat apakah manajer mampu mengalahkan indeks acuan. Ini menunjukkan mereka bisa menambah nilai.
Perhatikan biaya. TER (Total Expense Ratio) sekitar 1% per tahun. Meskipun kecil, dalam 30 tahun bisa menjadi ratusan juta. Cari dana yang hasilnya paling efisien terhadap biaya.
Periksa Maximum Drawdown. Angka ini menunjukkan kerugian terbesar yang pernah dialami dana. Jika Anda tidak mampu menanggung kerugian sebesar itu, dana mungkin tidak cocok.
Kelebihan dan Kekurangan Dana
Kelebihan
Diversifikasi risiko: Dengan dana kecil, Anda bisa memiliki ribuan saham, bukan hanya 2-3 saham.
Dikelola profesional: Tidak perlu terus-menerus memantau pasar, manajer yang mengelola.
Likuiditas tinggi: Bisa jual beli setiap hari kerja, tidak perlu menunggu seperti saham terdaftar.
Mudah diakses: Mulai dari ratusan rupiah saja.
Kekurangan
Biaya: Berbagai biaya seperti manajemen, administrasi, dan lainnya.
Tidak kontrol langsung: Tidak bisa memerintahkan manajer beli saham tertentu.
Risiko manajer: Jika mereka salah keputusan, Anda ikut menanggung.
Pajak: Dividen dikenai pajak 10%, baik untung maupun rugi.
Langkah Selanjutnya: Gak Susah Lagi
Sekarang Anda sudah paham, tinggal menentukan cara memilih dana yang sesuai dengan tujuan dan risiko. Coba lagi survei diri, pilih 1-2 dana, mulai dengan investasi kecil, lalu amati bagaimana perasaan dan hasilnya.
Tahun 2569 penuh peluang. Dana menarik ada di mana-mana. Yang penting adalah memilih yang cocok untuk diri sendiri, bukan mengikuti orang lain. Membangun kekayaan bukan perlombaan, tapi perjalanan yang konsisten dengan alat yang tepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana cara memilih dana yang menarik di tahun 2569? Panduan pemula untuk semua investor
“Ingin mulai berinvestasi tapi tidak tahu harus ke mana” lalu merasa bingung di tengah ribuan pilihan dana. Jawaban sederhananya adalah Anda tidak sendiri. Memilih dana yang menarik bukan hanya untuk orang yang punya banyak uang atau pengalaman tinggi. Semua orang bisa memasuki dunia investasi dengan percaya diri melalui alat yang disebut “reksa dana”, yang merupakan cara di mana manajer profesional membantu mengelola uang Anda. Tahun 2569 ini menawarkan banyak peluang karena tren utama dunia sedang berubah. Mungkin ini saat terbaik untuk memulai atau menyesuaikan portofolio Anda kembali.
Pahami Diri Sendiri Terlebih Dahulu - Kunci Pertama Memilih Dana
Sebelum mencari dana yang “baik” dan cocok, langkah pertama adalah mengenal diri sendiri dengan baik. Coba jawab tiga pertanyaan ini dengan jujur:
Untuk apa? Apa tujuan utama Anda berinvestasi? Menabung untuk pensiun? Membeli rumah? Atau agar anak bisa berpendidikan? Tujuan yang berbeda membutuhkan jenis dana yang berbeda pula.
Berapa lama? Berapa lama Anda ingin uang ini tumbuh? Jika 20-30 tahun, Anda bisa menanggung risiko lebih tinggi demi hasil yang lebih besar. Jika hanya 2-3 tahun, harus lebih berhati-hati.
Bisa tidur nyenyak? Jika dalam satu bulan uang Anda minus 20%, apakah Anda bisa tidur nyenyak atau malah gelisah? Risiko yang bisa Anda tanggung jauh lebih penting daripada mengejar hasil tertinggi.
Reksa Dana 101: Dasar yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi
Sederhananya, reksa dana adalah kumpulan dana dari banyak orang yang digabungkan menjadi satu kekuatan besar, lalu dikelola oleh profesional untuk diinvestasikan. Jadi, Anda tidak perlu terus-menerus mengikuti berita pasar.
Ketika Anda menaruh uang ke reksa dana, uang itu akan diubah menjadi “unit penyertaan”. Nilai unit ini disebut NAV (Net Asset Value), yang diumumkan setiap akhir hari kerja. Jika aset yang diinvestasikan meningkat nilainya, NAV juga akan naik. Itu artinya, keuntungan Anda bertambah.
Jenis Dana yang Perlu Diketahui
Dana ada banyak jenis, tergantung pada aset yang diinvestasikan:
Pasar uang: Risiko paling rendah, cocok untuk dana darurat atau dana yang akan digunakan segera.
Surat utang: Perpaduan antara keamanan dan hasil yang baik. Cocok untuk yang ingin hasil lebih dari deposito tapi tidak mau risiko saham.
Saham: Risiko tinggi, tapi berpotensi membangun kekayaan dalam jangka panjang secara nyata.
Campuran: Manajer dana akan menyesuaikan proporsi saham dan surat utang sesuai kondisi pasar. Cocok untuk yang ragu-ragu.
Tema khusus: Investasi di bidang tertentu seperti AI, Climate Tech, Healthcare, atau ESG. Cocok untuk investor dengan pandangan khusus.
10 Dana Menarik untuk Tahun 2569
Mengapa tahun 2569 penting? Karena dunia sedang berubah. AI membutuhkan energi besar, Climate Tech berkembang, Healthcare selalu dibutuhkan. Ekonomi dan keuangan pun berubah. Mereka yang mengikuti tren ini akan mendapatkan manfaat.
Dana saham Indonesia - Dividen untuk waktu tidak pasti
Paruh pertama tahun 2569 mungkin akan mengalami volatilitas. Dana saham dividen adalah cara baik untuk mendapatkan aliran kas.
SCBDV (Bank Central Asia saham dividen): Investasi di saham besar Indonesia yang rutin membayar dividen. Dikelola oleh SCBAM. Risiko 6/8. Cocok untuk yang ingin cash flow sambil menunggu pertumbuhan.
KFSDIV (Kredit Bank Indonesia saham dividen): Gabungan saham besar dan kecil, dikelola KSAM. Peluang pertumbuhan lebih besar dari SCBDV, tetap fokus pada dividen. Risiko 6/8.
Saham luar negeri - Mengikuti tren global
Investasi di AI langsung memberi keuntungan, tapi juga berisiko. Untuk jangka panjang 5-10 tahun, harus dipertimbangkan.
KT-WTAI-A (KTT World Technology AI): Investasi melalui dana utama Allianz Global Artificial Intelligence, dikelola KTAM, keputusan diambil oleh profesional Jerman. Risiko 6/8. Untuk yang percaya potensi AI.
B-INNOTECH (Bualuang Innovation & Technology): Melalui Fidelity Funds - Global Technology Fund, tidak hanya AI, tapi juga Cloud, E-commerce, Fintech. Dikelola BBLAM. Risiko 7/8. Untuk yang ingin mengikuti semua teknologi.
PRINCIPAL VNEQ-A (Principal Vietnam): Investasi langsung di pasar Vietnam, memilih saham lokal potensial di bidang bank, ritel, teknologi. Risiko 6/8. Untuk yang tertarik pasar berkembang.
Surat utang - Tempat berlindung saat pasar bergejolak
KTSTPLUS-A (KTT Surat Utang Pendek Plus): Investasi di obligasi berkualitas dan deposito, rata-rata jangka kurang dari 1 tahun. Dikelola KTAM. Risiko 4/8. Cocok untuk dana jangka pendek atau bagian perlindungan portofolio.
Dana campuran fleksibel - Sesuai kondisi pasar
TISCOFLEXP (Tisco Flexible Plus): Manajer TISCO Asset Management bisa menyesuaikan proporsi saham dan surat utang dari 0-100% sesuai pandangan pasar. Dikelola aktif. Risiko 6/8. Untuk yang percaya kemampuan manajer.
Tema masa depan - Investasi untuk masalah dunia
KFCLIMA-A (Kredit Indonesia ESG Climate Tech): Melalui DWS Invest ESG Climate Tech, berinvestasi di perusahaan yang mendukung iklim, energi bersih, kendaraan listrik. Risiko 6/8.
K-GHEALTH (K-GLOBAL Healthcare): Melalui JPMorgan Funds - Global Healthcare Fund, berinvestasi di perusahaan kesehatan global, obat, teknologi medis. Risiko 7/8. Untuk yang ingin perlindungan dan pertumbuhan.
ASP-THAIESG (Asset Plus Indonesia ESG): Saham Indonesia yang memenuhi standar ESG, aktif dikelola Asset Plus. Risiko 6/8. Untuk yang ingin berinvestasi di Indonesia dengan kualitas.
Perbandingan 10 Dana Menarik - Tabel Ringkas
Cara Memilih Dana yang Tidak Salah
Setelah mengenal diri, memahami dasar, dan melihat 10 pilihan, langkah selanjutnya adalah memilih dengan tepat:
Pertama, periksa kebijakan investasi. Jangan hanya lihat nama atau hasil masa lalu. Baca Fund Fact Sheet, cari tahu di mana dana ini menginvestasikan uang Anda, negara mana, dan strategi apa.
Bandingkan dengan benchmark. Hasil masa lalu tidak menjamin masa depan, tapi lihat apakah manajer mampu mengalahkan indeks acuan. Ini menunjukkan mereka bisa menambah nilai.
Perhatikan biaya. TER (Total Expense Ratio) sekitar 1% per tahun. Meskipun kecil, dalam 30 tahun bisa menjadi ratusan juta. Cari dana yang hasilnya paling efisien terhadap biaya.
Periksa Maximum Drawdown. Angka ini menunjukkan kerugian terbesar yang pernah dialami dana. Jika Anda tidak mampu menanggung kerugian sebesar itu, dana mungkin tidak cocok.
Kelebihan dan Kekurangan Dana
Kelebihan
Diversifikasi risiko: Dengan dana kecil, Anda bisa memiliki ribuan saham, bukan hanya 2-3 saham.
Dikelola profesional: Tidak perlu terus-menerus memantau pasar, manajer yang mengelola.
Likuiditas tinggi: Bisa jual beli setiap hari kerja, tidak perlu menunggu seperti saham terdaftar.
Mudah diakses: Mulai dari ratusan rupiah saja.
Kekurangan
Biaya: Berbagai biaya seperti manajemen, administrasi, dan lainnya.
Tidak kontrol langsung: Tidak bisa memerintahkan manajer beli saham tertentu.
Risiko manajer: Jika mereka salah keputusan, Anda ikut menanggung.
Pajak: Dividen dikenai pajak 10%, baik untung maupun rugi.
Langkah Selanjutnya: Gak Susah Lagi
Sekarang Anda sudah paham, tinggal menentukan cara memilih dana yang sesuai dengan tujuan dan risiko. Coba lagi survei diri, pilih 1-2 dana, mulai dengan investasi kecil, lalu amati bagaimana perasaan dan hasilnya.
Tahun 2569 penuh peluang. Dana menarik ada di mana-mana. Yang penting adalah memilih yang cocok untuk diri sendiri, bukan mengikuti orang lain. Membangun kekayaan bukan perlombaan, tapi perjalanan yang konsisten dengan alat yang tepat.