Sebelum Anda mulai memperdagangkan opsi dengan margin, ada satu konsep penting yang harus Anda kuasai secara mutlak: bagaimana margin pemeliharaan dan margin awal bekerja. Dua metrik ini secara langsung menentukan apakah posisi Anda akan dilikuidasi atau tetap bertahan di tengah volatilitas pasar. Mari kita uraikan apa yang perlu diketahui trader tentang rumus margin pemeliharaan dan bagaimana hal itu melindungi Anda maupun bursa.
Mengapa Margin Pemeliharaan Sangat Penting?
Ketika Anda memperdagangkan opsi, persyaratan margin ada untuk memastikan trader mampu menutup kewajibannya. Anggaplah margin pemeliharaan sebagai jaring pengaman—jumlah minimum modal yang harus Anda pertahankan di akun agar posisi tetap hidup.
Perbedaan utama: Posisi opsi long (ketika Anda membeli) tidak memerlukan margin pemeliharaan karena risiko Anda terbatas pada premi yang dibayar. Tetapi posisi opsi short (ketika Anda menjual) sangat membutuhkan margin pemeliharaan karena Anda berpotensi menghadapi kerugian tak terbatas. Posisi Anda akan otomatis dilikuidasi jika margin akun Anda turun di bawah ambang margin pemeliharaan.
Margin Awal vs Margin Pemeliharaan: Perbedaan Utama
Mari kita perjelas apa yang membedakan kedua konsep ini:
Margin Awal (IM) adalah jumlah modal yang diperlukan untuk membuka posisi baru. Biasanya lebih tinggi dari margin pemeliharaan karena mencakup buffer keamanan.
Margin Pemeliharaan (MM) adalah jumlah minimum yang harus Anda simpan di akun untuk mempertahankan posisi yang sudah ada. Jika saldo akun turun di bawah level ini, likuidasi otomatis terjadi.
Hubungannya sederhana: saat membuka posisi, Anda harus memenuhi persyaratan margin awal. Setelah posisi terbuka, Anda hanya perlu menjaga agar saldo tetap di atas margin pemeliharaan. Sistem dua tingkat ini memberi ruang bernapas—posisi Anda tidak akan langsung dilikuidasi setelah pergerakan harga kecil yang merugikan.
Untuk perdagangan opsi, rumus margin pemeliharaan posisi short bekerja seperti ini:
Margin MM = [Max(MM Faktor × Harga Indeks, MM Faktor × Harga Penanda Opsi) + Harga Penanda Opsi + Tarif Biaya Likuidasi × Harga Indeks] × Ukuran Posisi
Mari kita uraikan komponen-komponennya:
MM Faktor × Harga Indeks membandingkan harga indeks aset dasar dengan harga penanda opsi—mana yang lebih tinggi yang digunakan
Harga Penanda Opsi menambahkan nilai opsi saat ini ke kebutuhan margin
Tarif Biaya Likuidasi × Harga Indeks memperhitungkan biaya paksa likuidasi
Kalikan seluruh jumlah dengan ukuran posisi Anda (nilai absolut)
Contoh Perhitungan Dunia Nyata
Bayangkan Anda menjual 1 BTC dalam opsi BTCUSDT dengan parameter berikut:
Harga indeks BTC: $30.000
Harga penanda opsi: $300
MM Faktor untuk BTC: 3%
Tarif biaya likuidasi: 0,2%
Perhitungan margin posisi:
MM Faktor × Harga Indeks = 3% × $30.000 = $900
MM Faktor × Harga Penanda Opsi = 3% × $300 = $9
Max(900, 9) = $900
Tambahkan harga penanda opsi: $900 + $300 = $1.200
Jika saldo margin Anda $10.000, rasio margin akun Anda menjadi 12,6%—artinya Anda menggunakan 12,6% dari modal yang tersedia untuk mempertahankan posisi ini.
Perhitungan Margin Posisi: Contoh Dunia Nyata
Mari kita lihat skenario lain. Anda memegang beberapa posisi opsi short:
Skenario: Anda menjual 2 kontrak opsi BTC dengan parameter berbeda:
Ini berarti Anda hanya bisa menurunkan margin utilization di bawah 14,73% sebelum risiko likuidasi. Jika saldo turun tepat di angka ini, Anda berada di ambang likuidasi.
Perhitungan Margin Awal Esensial
Persyaratan margin awal berbeda tergantung tindakan yang dilakukan. Bursa menghitung IM dalam tiga skenario:
Membeli untuk Membuka (Buy to Open)
Saat Anda melakukan order beli opsi, IM order cukup sederhana:
IM Order = Premi + Biaya Perdagangan
Contoh: Anda membeli 1 opsi call BTC seharga $300 (premi), dengan harga indeks BTC $30.000.
Menjual opsi membutuhkan margin jauh lebih besar karena risiko tak terbatas. Rumus margin pemeliharaan menjadi relevan:
IM Order = Max(IM Order’, Margin Posisi) + Biaya − Premi
Perhitungan ini lebih kompleks karena sistem harus memperhitungkan skenario terburuk. Biasanya, IM order mendekati nilai margin posisi setelah terisi.
Membeli untuk Menutup (Buy to Close)
Seringkali trader terkejut: menutup posisi biasanya tidak memerlukan IM order karena margin yang dilepaskan saat menutup posisi biasanya menutup premi yang harus dibayar. Tetapi jika margin yang dilepaskan tidak cukup, Anda harus menambah IM.
Parameter Penting untuk Berbagai Aset Utama
Berbeda aset kripto memiliki profil risiko berbeda, sehingga bursa menerapkan parameter berbeda:
Aset
MM Faktor
Faktor IM Maksimum
Faktor IM Minimum
BTC
3%
10%
5%
ETH
5%
10%
5%
SOL
3%
15%
10%
XRP
10%
20%
13%
MNT
10%
20%
13%
DOGE
10%
20%
13%
Memahami faktor-faktor ini: Semakin tinggi MM faktor, semakin besar buffer risiko yang diperlukan bursa untuk aset yang lebih volatil. XRP dan DOGE membutuhkan MM faktor 10% (dibandingkan 3% untuk BTC) karena volatilitasnya lebih tinggi. Saat menghitung rumus margin pemeliharaan, faktor-faktor ini digunakan sebagai input.
Parameter tetap lainnya berlaku seragam untuk semua aset:
Proporsi maksimum transaksi terhadap harga order: 7%
Tarif biaya likuidasi: 0,2%
Tarif biaya taker: 0,03%
Mode Perdagangan dan Pengaruhnya terhadap Margin
Mode Margin Silang (Cross Margin): Saat Anda melakukan order beli, premi dan biaya perdagangan langsung menempati margin. Setelah order terisi, sistem menyesuaikan perhitungan margin awal dan menguranginya dari saldo kas. Ini berarti seluruh modal akun mendukung posisi Anda.
Mode Margin Portofolio: Margin awal dihitung berbeda dan tidak langsung digunakan setelah order terisi, memberi Anda fleksibilitas modal lebih besar.
Kesalahan Umum Trader terkait Margin Pemeliharaan
Membingungkan IM dan MM: Tidak memahami bahwa MM selalu lebih rendah dari IM, menyebabkan likuidasi tak terduga
Mengabaikan perbedaan faktor MM: Tidak menyadari bahwa SOL atau DOGE membutuhkan buffer 3× lipat dari MM dibanding BTC
Lupa memperhitungkan biaya likuidasi: Tidak memasukkan tarif 0,2% dalam perhitungan risiko
Overleverage tanpa memantau persentase MM akun: Gagal memantau total persentase margin portofolio mereka
Perhitungan IM Posisi Akun
Untuk posisi yang Anda pegang (bukan order baru), IM posisi harus dihitung secara terpisah. Ini mirip dengan perhitungan MM tetapi berlaku untuk kebutuhan margin awal:
IM Posisi = Max(IM Posisi’, Margin Pemeliharaan)
Sistem akan mengambil yang lebih tinggi—baik IM awal yang dihitung maupun margin pemeliharaan. Ini memastikan posisi Anda selalu didukung modal yang cukup.
Saat menghitung total IM portofolio, jumlahkan semua IM posisi dan IM order. Persentase IM akun menunjukkan berapa persen saldo margin Anda yang terikat untuk mempertahankan dan membuka posisi.
Menyatukan Semuanya: Gambaran Lengkap
Memahami rumus margin pemeliharaan bukan sekadar teori—ini pengetahuan bertahan hidup. Setiap komponen rumus (faktor MM, harga penanda opsi, biaya likuidasi) secara langsung mempengaruhi berapa banyak modal yang perlu Anda siapkan agar posisi tetap terbuka.
Rumus margin pemeliharaan melindungi Anda dengan memastikan Anda tidak pernah berada dalam posisi tidak mampu menutup kewajiban. Ia juga melindungi bursa dengan menjamin mereka bisa melikuidasi posisi Anda jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kuasai rumus ini, pantau rasio persentase MM akun Anda, dan Anda akan berdagang dengan percaya diri, mengetahui tepat di mana batas likuidasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Rumus Margin Pemeliharaan dan Perannya dalam Perdagangan Opsi
Sebelum Anda mulai memperdagangkan opsi dengan margin, ada satu konsep penting yang harus Anda kuasai secara mutlak: bagaimana margin pemeliharaan dan margin awal bekerja. Dua metrik ini secara langsung menentukan apakah posisi Anda akan dilikuidasi atau tetap bertahan di tengah volatilitas pasar. Mari kita uraikan apa yang perlu diketahui trader tentang rumus margin pemeliharaan dan bagaimana hal itu melindungi Anda maupun bursa.
Mengapa Margin Pemeliharaan Sangat Penting?
Ketika Anda memperdagangkan opsi, persyaratan margin ada untuk memastikan trader mampu menutup kewajibannya. Anggaplah margin pemeliharaan sebagai jaring pengaman—jumlah minimum modal yang harus Anda pertahankan di akun agar posisi tetap hidup.
Perbedaan utama: Posisi opsi long (ketika Anda membeli) tidak memerlukan margin pemeliharaan karena risiko Anda terbatas pada premi yang dibayar. Tetapi posisi opsi short (ketika Anda menjual) sangat membutuhkan margin pemeliharaan karena Anda berpotensi menghadapi kerugian tak terbatas. Posisi Anda akan otomatis dilikuidasi jika margin akun Anda turun di bawah ambang margin pemeliharaan.
Margin Awal vs Margin Pemeliharaan: Perbedaan Utama
Mari kita perjelas apa yang membedakan kedua konsep ini:
Margin Awal (IM) adalah jumlah modal yang diperlukan untuk membuka posisi baru. Biasanya lebih tinggi dari margin pemeliharaan karena mencakup buffer keamanan.
Margin Pemeliharaan (MM) adalah jumlah minimum yang harus Anda simpan di akun untuk mempertahankan posisi yang sudah ada. Jika saldo akun turun di bawah level ini, likuidasi otomatis terjadi.
Hubungannya sederhana: saat membuka posisi, Anda harus memenuhi persyaratan margin awal. Setelah posisi terbuka, Anda hanya perlu menjaga agar saldo tetap di atas margin pemeliharaan. Sistem dua tingkat ini memberi ruang bernapas—posisi Anda tidak akan langsung dilikuidasi setelah pergerakan harga kecil yang merugikan.
Penjelasan Rumus Margin Pemeliharaan Langkah demi Langkah
Untuk perdagangan opsi, rumus margin pemeliharaan posisi short bekerja seperti ini:
Margin MM = [Max(MM Faktor × Harga Indeks, MM Faktor × Harga Penanda Opsi) + Harga Penanda Opsi + Tarif Biaya Likuidasi × Harga Indeks] × Ukuran Posisi
Mari kita uraikan komponen-komponennya:
Contoh Perhitungan Dunia Nyata
Bayangkan Anda menjual 1 BTC dalam opsi BTCUSDT dengan parameter berikut:
Perhitungan margin posisi:
Jika saldo margin Anda $10.000, rasio margin akun Anda menjadi 12,6%—artinya Anda menggunakan 12,6% dari modal yang tersedia untuk mempertahankan posisi ini.
Perhitungan Margin Posisi: Contoh Dunia Nyata
Mari kita lihat skenario lain. Anda memegang beberapa posisi opsi short:
Skenario: Anda menjual 2 kontrak opsi BTC dengan parameter berbeda:
Total margin akun = $1.260 + $950 = $2.210
Persentase margin akun = $2.210 / $15.000 ≈ 14,73%
Ini berarti Anda hanya bisa menurunkan margin utilization di bawah 14,73% sebelum risiko likuidasi. Jika saldo turun tepat di angka ini, Anda berada di ambang likuidasi.
Perhitungan Margin Awal Esensial
Persyaratan margin awal berbeda tergantung tindakan yang dilakukan. Bursa menghitung IM dalam tiga skenario:
Membeli untuk Membuka (Buy to Open)
Saat Anda melakukan order beli opsi, IM order cukup sederhana:
IM Order = Premi + Biaya Perdagangan
Contoh: Anda membeli 1 opsi call BTC seharga $300 (premi), dengan harga indeks BTC $30.000.
Menjual untuk Membuka (Sell to Open)
Menjual opsi membutuhkan margin jauh lebih besar karena risiko tak terbatas. Rumus margin pemeliharaan menjadi relevan:
IM Order = Max(IM Order’, Margin Posisi) + Biaya − Premi
Perhitungan ini lebih kompleks karena sistem harus memperhitungkan skenario terburuk. Biasanya, IM order mendekati nilai margin posisi setelah terisi.
Membeli untuk Menutup (Buy to Close)
Seringkali trader terkejut: menutup posisi biasanya tidak memerlukan IM order karena margin yang dilepaskan saat menutup posisi biasanya menutup premi yang harus dibayar. Tetapi jika margin yang dilepaskan tidak cukup, Anda harus menambah IM.
Parameter Penting untuk Berbagai Aset Utama
Berbeda aset kripto memiliki profil risiko berbeda, sehingga bursa menerapkan parameter berbeda:
Memahami faktor-faktor ini: Semakin tinggi MM faktor, semakin besar buffer risiko yang diperlukan bursa untuk aset yang lebih volatil. XRP dan DOGE membutuhkan MM faktor 10% (dibandingkan 3% untuk BTC) karena volatilitasnya lebih tinggi. Saat menghitung rumus margin pemeliharaan, faktor-faktor ini digunakan sebagai input.
Parameter tetap lainnya berlaku seragam untuk semua aset:
Mode Perdagangan dan Pengaruhnya terhadap Margin
Mode Margin Silang (Cross Margin): Saat Anda melakukan order beli, premi dan biaya perdagangan langsung menempati margin. Setelah order terisi, sistem menyesuaikan perhitungan margin awal dan menguranginya dari saldo kas. Ini berarti seluruh modal akun mendukung posisi Anda.
Mode Margin Portofolio: Margin awal dihitung berbeda dan tidak langsung digunakan setelah order terisi, memberi Anda fleksibilitas modal lebih besar.
Kesalahan Umum Trader terkait Margin Pemeliharaan
Perhitungan IM Posisi Akun
Untuk posisi yang Anda pegang (bukan order baru), IM posisi harus dihitung secara terpisah. Ini mirip dengan perhitungan MM tetapi berlaku untuk kebutuhan margin awal:
IM Posisi = Max(IM Posisi’, Margin Pemeliharaan)
Sistem akan mengambil yang lebih tinggi—baik IM awal yang dihitung maupun margin pemeliharaan. Ini memastikan posisi Anda selalu didukung modal yang cukup.
Saat menghitung total IM portofolio, jumlahkan semua IM posisi dan IM order. Persentase IM akun menunjukkan berapa persen saldo margin Anda yang terikat untuk mempertahankan dan membuka posisi.
Menyatukan Semuanya: Gambaran Lengkap
Memahami rumus margin pemeliharaan bukan sekadar teori—ini pengetahuan bertahan hidup. Setiap komponen rumus (faktor MM, harga penanda opsi, biaya likuidasi) secara langsung mempengaruhi berapa banyak modal yang perlu Anda siapkan agar posisi tetap terbuka.
Rumus margin pemeliharaan melindungi Anda dengan memastikan Anda tidak pernah berada dalam posisi tidak mampu menutup kewajiban. Ia juga melindungi bursa dengan menjamin mereka bisa melikuidasi posisi Anda jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kuasai rumus ini, pantau rasio persentase MM akun Anda, dan Anda akan berdagang dengan percaya diri, mengetahui tepat di mana batas likuidasi Anda.