Perdagangan Call Naked: Mengapa Risiko Tak Terbatas Membuat Strategi Ini Sangat Berbahaya bagi Pedagang Opsi

Call naked merupakan salah satu pendekatan yang paling menarik sekaligus berbahaya dalam perdagangan opsi. Ia menjanjikan pendapatan cepat dengan modal minimal, namun membuka risiko kerugian yang tak memiliki batasan matematis. Memahami secara tepat bagaimana strategi ini bekerja—dan mengapa sebagian besar broker membatasi penggunaannya—adalah hal penting sebelum seseorang mempertimbangkan untuk menggunakannya.

Memahami Struktur Call Naked dan Perbedaannya dengan Covered Calls

Call naked pada dasarnya sederhana: Anda menjual opsi call pada saham yang tidak Anda miliki. Ketika melakukan ini, Anda menerima premi di muka dari pembeli—kompensasi atas pemberian hak kepada mereka untuk membeli saham tersebut dengan harga tertentu, yang disebut harga strike, pada atau sebelum tanggal kedaluwarsa.

Ini sangat berbeda dengan pendekatan covered call, di mana penjual sudah memiliki saham tersebut. Dengan covered call, kerugian secara alami terbatas karena Anda sudah memegang sahamnya. Dengan call naked, Anda tidak memiliki apa-apa—tidak ada saham yang menunggu di akun Anda, tidak ada jaring pengaman. Jika harga saham naik, Anda akan dipaksa membeli saham di harga pasar yang berlaku dan langsung menyerahkannya kepada pemegang opsi dengan harga strike yang lebih rendah. Selisihnya menjadi kerugian Anda.

Daya tariknya jelas: karena Anda tidak memegang saham, Anda bisa terus-menerus mengumpulkan pendapatan dari premi tanpa benar-benar menginvestasikan modal tersebut. Tetapi efisiensi ini datang dengan biaya yang melampaui transaksi awal.

Mekanisme: Menjual Tanpa Kepemilikan dan Apa yang Terjadi Saat Kedaluwarsa

Ketika Anda menjual call naked, ada tiga kemungkinan hasil saat tanggal kedaluwarsa.

Pertama, jika harga saham tetap di bawah harga strike, opsi akan kedaluwarsa tanpa nilai. Pembeli tidak akan mengeksekusi, dan Anda akan mendapatkan seluruh premi. Ini adalah skenario terbaik—keuntungan cepat tanpa keterlibatan tambahan.

Kedua, jika harga saham sedikit di atas harga strike, pembeli mungkin akan mengeksekusi, tetapi kerugian Anda bisa terbatas jika kenaikannya kecil. Misalnya, jika Anda menjual call dengan strike $50 dan saham berakhir di $51, Anda akan kehilangan sekitar $1 per saham dikurangi premi yang Anda terima. Hasil ini masih bisa dikelola oleh trader yang berhati-hati dalam menentukan ukuran posisi.

Ketiga, dan paling merugikan, saham bisa melonjak secara dramatis—terutama saat pengumuman laba, berita akuisisi, atau rally sektor. Jika call naked dengan strike $50 menghadapi saham yang diperdagangkan di $75, $100, atau lebih tinggi, kewajiban Anda untuk menyerahkan saham di $50 menjadi bencana. Anda harus membeli di pasar dengan harga $75, $100, dan seterusnya, lalu menjualnya di $50, mengakibatkan kerugian yang membesar setiap kali saham naik.

Di Mana Bahayanya: Menganalisis Potensi Kerugian Tak Terbatas dan Risiko Penugasan

Potensi kerugian tak terbatas ini bukanlah sekadar teori. Pertimbangkan matematikanya: harga saham secara teoritis bisa naik hingga $1.000 atau $10.000 jika kondisi pasar mendukung. Kewajiban Anda untuk menjual di strike $50 tidak pernah berubah, meskipun harga pasar melonjak. Setiap dolar kenaikan harga saham berarti satu dolar kerugian tambahan per saham yang dijual.

Jika Anda menjual 100 call naked—ukuran posisi umum untuk trader berpengalaman—pergerakan $20 pada saham dasar berarti kerugian sebesar $200.000 ($20 × 100 saham × 100 kontrak). Lonjakan mendadak bisa dengan mudah melebihi angka tersebut dalam saham yang sangat volatil atau saat pasar secara umum mengalami penurunan besar.

Risiko penugasan terkait langsung dengan dinamika ini. Penugasan terjadi saat pemegang opsi mengeksekusi haknya untuk membeli. Setelah penugasan terjadi, broker Anda akan secara otomatis mengeksekusi transaksi: membeli saham di harga pasar saat itu dan menyerahkannya di harga strike. Anda akan menyadari kerusakan tersebut saat saldo akun menunjukkan kerugian.

Volatilitas pasar memperbesar bahaya ini. Saham yang tenang di harga $48 bisa melonjak ke $65 semalaman karena laba yang lebih baik dari perkiraan, peningkatan analis, atau pengumuman kemitraan besar. Trader yang percaya bahwa saham akan “kemungkinan besar tetap di bawah $50” bisa menghadapi kerugian $1.500 atau $2.000 per saham sebelum sempat bereaksi.

Contoh Dunia Nyata: Bagaimana Pergerakan $10 Bisa Menghancurkan Akun Trader

Bayangkan menjual call naked dengan strike $50, menerima premi $2 per saham. Saham saat ini diperdagangkan di $45, dan Anda yakin tidak akan melewati strike sebelum kedaluwarsa.

Posisi ini tampak menguntungkan—Anda sudah mendapatkan $200 dari satu kontrak ($2 × 100 saham). Tapi kemudian perusahaan mengumumkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan, dan saham melonjak ke $60. Anda kini harus membeli saham di $60 dan menjualnya di $50—kerugian $10 per saham, atau $1.000 per kontrak. Setelah dikurangi premi $200, kerugian bersih Anda adalah $800 per kontrak.

Kalikan ini dengan sepuluh kontrak, dan kerugian Anda mencapai $8.000. Dengan lima puluh kontrak, kerugian mencapai $40.000. Jika saham terus naik ke $75, kerugian semakin membesar. Premi yang tampaknya sebagai keuntungan cepat menjadi tidak berarti dibandingkan eksposur yang semakin besar.

Alat Pengelolaan Risiko: Strategi Lindung Nilai dan Pemantauan Posisi

Trader berpengalaman berusaha membatasi risiko call naked melalui beberapa mekanisme perlindungan.

Order stop-loss bisa membantu, tetapi tidak selalu menjamin. Anda menetapkan instruksi otomatis untuk menutup posisi jika kerugian mencapai batas tertentu—misalnya, kerugian $500 per kontrak. Namun, jika saham melonjak melewati level stop Anda selama sesi semalam, order Anda akan dieksekusi di harga berapapun yang tersedia, yang bisa jauh lebih buruk dari yang diharapkan.

Hedging dengan opsi call pelindung—membeli call dengan strike lebih tinggi untuk mengimbangi risiko short naked—mengubah call naked menjadi spread. Ini membatasi kerugian maksimum tetapi juga mengurangi premi yang awalnya Anda terima.

Pemantauan aktif sangat penting. Trader yang menggunakan call naked biasanya memantau posisi setiap hari, bahkan beberapa kali sehari. Mereka memantau berita yang berpotensi mempengaruhi saham dasar, mengawasi metrik volatilitas, dan bersiap untuk menyesuaikan atau menutup posisi sebelum menjadi terlalu merugikan.

Yang paling penting, pengelolaan ukuran posisi sangat krusial. Seorang trader yang menggunakan call naked mungkin membatasi setiap posisi hanya 1-2% dari total modal portofolio, memastikan bahwa bahkan pergerakan terburuk tidak akan menghancurkan seluruh akun.

Persyaratan dan Hambatan: Apa yang Diminta Broker Sebelum Memberikan Persetujuan

Keterbatasan dan bahaya ini menjelaskan mengapa broker membatasi akses ke penjualan call naked.

Sebagian besar platform memerlukan persetujuan opsi Level 4 atau Level 5—tingkat tertinggi yang tersedia. Mendapatkan persetujuan melibatkan demonstrasi pengetahuan opsi melalui kuisioner, verifikasi pengalaman trading yang relevan, dan konfirmasi stabilitas keuangan. Beberapa broker bahkan menolak menawarkan trading call naked tanpa memandang kualifikasi klien.

Setelah disetujui, broker menuntut cadangan margin yang besar. Margin adalah deposit keamanan yang harus tetap ada di akun Anda setiap saat. Untuk call naked pada saham yang sangat volatil, margin bisa ditetapkan sebesar 20% dari nilai harga strike atau lebih tinggi. Jika Anda menjual sepuluh kontrak pada saham dengan strike $100, persyaratan margin bisa memerlukan $20.000 atau lebih yang menganggur di akun Anda.

Panggilan margin terjadi saat saldo akun Anda turun di bawah persyaratan minimum karena kerugian. Broker akan mengeluarkan permintaan: setor dana tambahan segera, atau posisi akan dipaksa dilikuidasi pada harga pasar saat itu. Selama pergerakan harga yang cepat, likuidasi paksa sering terjadi di level terburuk.

Apakah Trading Call Naked Cocok untuk Anda? Penilaian Realistis

Strategi call naked bukanlah cacat bawaan—ia bekerja secara tepat seperti yang dijelaskan ketika dilakukan oleh trader disiplin dalam kondisi pasar yang sesuai. Namun, “berhasil” berarti memperoleh pendapatan yang dapat dikelola, bukan menciptakan kekayaan.

Sebagian besar trader yang mengejar call naked mendapatkan hasil premi yang modest—mungkin 1-3% per bulan dari margin yang mereka pertahankan. Setelah memperhitungkan kerugian sesekali, pajak, dan komisi trading, pengembalian bersih seringkali mengecewakan dibandingkan risiko yang diambil.

Strategi ini hanya cocok untuk trader opsi berpengalaman yang:

  • Memiliki modal $50.000+ secara khusus dialokasikan untuk pendekatan ini
  • Memahami volatilitas, Greeks, dan bagaimana pergerakan harga memperbesar kerugian
  • Bisa berkomitmen untuk pemantauan aktif setiap hari
  • Telah menyerap beberapa bulan pendidikan opsi
  • Benar-benar memahami bahwa mereka bisa kehilangan seluruh posisi dalam satu pergerakan pasar

Bagi kebanyakan investor, rasio risiko terhadap imbalan tidak cukup sepadan dengan kompleksitasnya. Broker membatasi akses secara tepat karena kebanyakan orang meremehkan seberapa cepat kerugian akan terkumpul saat menjual call naked pada saham yang tidak mereka miliki. Batas kerugian tak terbatas bukanlah label peringatan—itu adalah karakteristik utama dari pendekatan ini, dan menghormati kenyataan itu adalah langkah pertama menuju perdagangan yang bertanggung jawab.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)