Kura-kura (investor besar) yang menarik perhatian di pasar aset kripto telah memindahkan dana token sebesar 14 juta dolar dari dompet mereka dalam beberapa hari terakhir. Gerakan ini menunjukkan niat yang kuat untuk diversifikasi portofolio dan memberikan sinyal penting kepada seluruh pasar.
Perpindahan Portofolio Investor Besar: Aliran Dana ke Emas
Perpindahan besar aset emas oleh kura-kura dianggap sebagai respons terhadap dua faktor utama: risiko geopolitik dan tekanan pembelian dari bank sentral. Dalam situasi kekhawatiran inflasi dan meningkatnya risiko konflik internasional, emas semakin memperkuat posisinya sebagai alat penyimpan nilai tradisional. Tren ini menandakan bahwa investor besar seperti kura-kura semakin memposisikan emas sebagai tempat perlindungan aset yang segera dapat diakses.
Penarikan dari ETF Bitcoin dan Perubahan Sentimen Pasar
Menurut laporan terbaru dari perusahaan analisis data NS3, Bitcoin saat ini menghadapi arus keluar dana dari ETF, dan harga cenderung stagnan. Pada 15 Februari 2026, harga BTC berada di sekitar $70.310 (sekitar 703 juta rupiah), mencerminkan sikap hati-hati dari para pelaku pasar. Percepatan pergeseran aset ke emas oleh investor besar pada saat ini menunjukkan bahwa mereka memandang potensi kenaikan jangka pendek Bitcoin terbatas.
Aset Perlindungan dan Manajemen Risiko: Keputusan Strategis Kura-kura
Menurut para ahli pasar, fenomena ini merupakan bagian dari strategi “transaksi tidak percaya” yang direncanakan. Emas berfungsi sebagai aset perlindungan utama saat terjadi keadaan darurat, dan kura-kura secara defensif mengalihkan alokasi aset mereka di tengah ketidakpastian tinggi. Sementara itu, untuk Bitcoin, ada kemungkinan bahwa saat likuiditas sepenuhnya pulih, harga akan kembali menunjukkan pertumbuhan, dan pergerakan kura-kura ini dapat dipahami sebagai langkah yang didasarkan pada siklus pasar jangka menengah, bukan sekadar penghindaran risiko jangka pendek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Paus mengalihkan aset emas senilai 14 juta dolar, sebagai langkah melawan tekanan harga Bitcoin
Kura-kura (investor besar) yang menarik perhatian di pasar aset kripto telah memindahkan dana token sebesar 14 juta dolar dari dompet mereka dalam beberapa hari terakhir. Gerakan ini menunjukkan niat yang kuat untuk diversifikasi portofolio dan memberikan sinyal penting kepada seluruh pasar.
Perpindahan Portofolio Investor Besar: Aliran Dana ke Emas
Perpindahan besar aset emas oleh kura-kura dianggap sebagai respons terhadap dua faktor utama: risiko geopolitik dan tekanan pembelian dari bank sentral. Dalam situasi kekhawatiran inflasi dan meningkatnya risiko konflik internasional, emas semakin memperkuat posisinya sebagai alat penyimpan nilai tradisional. Tren ini menandakan bahwa investor besar seperti kura-kura semakin memposisikan emas sebagai tempat perlindungan aset yang segera dapat diakses.
Penarikan dari ETF Bitcoin dan Perubahan Sentimen Pasar
Menurut laporan terbaru dari perusahaan analisis data NS3, Bitcoin saat ini menghadapi arus keluar dana dari ETF, dan harga cenderung stagnan. Pada 15 Februari 2026, harga BTC berada di sekitar $70.310 (sekitar 703 juta rupiah), mencerminkan sikap hati-hati dari para pelaku pasar. Percepatan pergeseran aset ke emas oleh investor besar pada saat ini menunjukkan bahwa mereka memandang potensi kenaikan jangka pendek Bitcoin terbatas.
Aset Perlindungan dan Manajemen Risiko: Keputusan Strategis Kura-kura
Menurut para ahli pasar, fenomena ini merupakan bagian dari strategi “transaksi tidak percaya” yang direncanakan. Emas berfungsi sebagai aset perlindungan utama saat terjadi keadaan darurat, dan kura-kura secara defensif mengalihkan alokasi aset mereka di tengah ketidakpastian tinggi. Sementara itu, untuk Bitcoin, ada kemungkinan bahwa saat likuiditas sepenuhnya pulih, harga akan kembali menunjukkan pertumbuhan, dan pergerakan kura-kura ini dapat dipahami sebagai langkah yang didasarkan pada siklus pasar jangka menengah, bukan sekadar penghindaran risiko jangka pendek.