Menurut Jin10, kebijakan keuangan Polandia telah melewati ujian ketahanan. Parlemen Prancis akhirnya menyetujui anggaran tahun 2026, menandai berakhirnya bulan-bulan ketidakpastian yang mengancam kepercayaan investor terhadap ekonomi Prancis. Kemenangan Perdana Menteri Le Corny berhasil berkat manuver politik yang sukses dan kesiapan untuk berkompromi, meskipun dengan biaya defisit fiskal yang lebih tinggi dari yang awalnya direncanakan.
Pemungutan Suara Dramatis: Kiri dan Kanan Kalah
Pemungutan suara di parlemen mengungkapkan fragmentasi politik negara. Usulan censi oleh oposisi ekstrem kiri mendapatkan 260 suara — jauh di bawah ambang 289 suara yang diperlukan untuk menggulingkan pemerintahan minoritas dan memblokir anggaran. Hampir bersamaan, sayap kanan ekstrem mengajukan usulan tandingan, namun hanya meraih 135 suara, yang berarti kekalahan telak. Dengan demikian, baik ekstrem kiri maupun ekstrem kanan tidak mampu menghentikan proses ratifikasi anggaran, meskipun masing-masing mewakili visi reformasi keuangan yang sangat berbeda.
Konsesi Le Corny terhadap Peningkatan Defisit
Perdana Menteri Le Corny memastikan kelancaran anggaran melalui serangkaian konsesi yang mengubah bentuk awal proposal pemerintah. Pemerintah menyetujui pengurangan rencana pemotongan pengeluaran dan mengusulkan kenaikan pajak yang lebih tinggi dibandingkan deklarasi sebelumnya. Akibat dari kompromi politik ini adalah peningkatan proyeksi defisit anggaran menjadi 5%, melebihi perhitungan awal. Keputusan ini merupakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan dukungan politik yang diperlukan guna menyelamatkan anggaran.
Keberhasilan Stabilitas Meski Ada Kompromi Ekonomi
Keberhasilan Le Corny kontras dengan nasib pendahulunya, yang harus mengundurkan diri akibat ketidaksepakatan dengan Majelis Nasional mengenai langkah penghematan. Kali ini, perdana menteri mampu menghindari jebakan tersebut berkat fleksibilitas dan kesiapan untuk bernegosiasi. Persetujuan anggaran mengakhiri ketegangan politik berbulan-bulan, tetapi menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan jangka panjang Prancis dalam mengurangi defisit fiskal. Investor kini melihat dukungan yang dipulihkan terhadap anggaran sebagai sinyal stabilisasi, meskipun tantangan ekonomi tetap serius.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Anggaran Prancis untuk Tahun 2026 Disetujui Melawan Pembagian Politik
Menurut Jin10, kebijakan keuangan Polandia telah melewati ujian ketahanan. Parlemen Prancis akhirnya menyetujui anggaran tahun 2026, menandai berakhirnya bulan-bulan ketidakpastian yang mengancam kepercayaan investor terhadap ekonomi Prancis. Kemenangan Perdana Menteri Le Corny berhasil berkat manuver politik yang sukses dan kesiapan untuk berkompromi, meskipun dengan biaya defisit fiskal yang lebih tinggi dari yang awalnya direncanakan.
Pemungutan Suara Dramatis: Kiri dan Kanan Kalah
Pemungutan suara di parlemen mengungkapkan fragmentasi politik negara. Usulan censi oleh oposisi ekstrem kiri mendapatkan 260 suara — jauh di bawah ambang 289 suara yang diperlukan untuk menggulingkan pemerintahan minoritas dan memblokir anggaran. Hampir bersamaan, sayap kanan ekstrem mengajukan usulan tandingan, namun hanya meraih 135 suara, yang berarti kekalahan telak. Dengan demikian, baik ekstrem kiri maupun ekstrem kanan tidak mampu menghentikan proses ratifikasi anggaran, meskipun masing-masing mewakili visi reformasi keuangan yang sangat berbeda.
Konsesi Le Corny terhadap Peningkatan Defisit
Perdana Menteri Le Corny memastikan kelancaran anggaran melalui serangkaian konsesi yang mengubah bentuk awal proposal pemerintah. Pemerintah menyetujui pengurangan rencana pemotongan pengeluaran dan mengusulkan kenaikan pajak yang lebih tinggi dibandingkan deklarasi sebelumnya. Akibat dari kompromi politik ini adalah peningkatan proyeksi defisit anggaran menjadi 5%, melebihi perhitungan awal. Keputusan ini merupakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan dukungan politik yang diperlukan guna menyelamatkan anggaran.
Keberhasilan Stabilitas Meski Ada Kompromi Ekonomi
Keberhasilan Le Corny kontras dengan nasib pendahulunya, yang harus mengundurkan diri akibat ketidaksepakatan dengan Majelis Nasional mengenai langkah penghematan. Kali ini, perdana menteri mampu menghindari jebakan tersebut berkat fleksibilitas dan kesiapan untuk bernegosiasi. Persetujuan anggaran mengakhiri ketegangan politik berbulan-bulan, tetapi menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan jangka panjang Prancis dalam mengurangi defisit fiskal. Investor kini melihat dukungan yang dipulihkan terhadap anggaran sebagai sinyal stabilisasi, meskipun tantangan ekonomi tetap serius.