Pasar cryptocurrency mengalami gelombang likuidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 31 Januari 2026, dengan data on-chain mengungkapkan besarnya penjualan tersebut. Menurut Coinglass, volume likuidasi seluruh jaringan mencapai $2,5615 miliar, menandai kejadian likuidasi satu hari terparah sejak crash terkenal 1011. Angka yang mencengangkan ini menegaskan volatilitas ekstrem dan risiko yang dihadapi trader dalam lingkungan pasar saat ini.
Gelombang Likuidasi Besar di Seluruh Jaringan Perdagangan
Peristiwa likuidasi ini secara signifikan bersifat asimetris terhadap berbagai jenis posisi. Posisi short hanya menyumbang $154,7 juta dari total likuidasi, sementara posisi long menanggung beban utama dengan $2,4068 miliar dalam likuidasi. Distribusi ini menunjukkan bahwa trader yang memegang posisi bullish menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang memposisikan diri untuk penurunan, yang berpotensi menandakan perubahan sentimen pasar secara mendadak atau pemicu order stop-loss di seluruh posisi long leverage.
Rincian Likuidasi Posisi Short dan Long
Dominasi likuidasi posisi long menandai dinamika pasar yang penting: trader yang bertaruh pada kenaikan harga menghadapi likuidasi berantai saat harga bergerak melawan posisi mereka. Rasio 15:1 antara likuidasi long dan short menyoroti bagaimana risiko terpapar secara terkonsentrasi di kalangan trader bullish, membuat mereka lebih rentan terhadap koreksi harga yang tajam. Seperti yang dilaporkan Odaily, volume likuidasi satu hari ini menjadi tolok ukur untuk peristiwa stres pasar, berfungsi sebagai indikator penting untuk penilaian volatilitas di masa depan dan strategi manajemen risiko di ruang aset digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lonjakan Likuidasi Harian Terbesar Menyentuh $2.56Miliar pada 31 Januari
Pasar cryptocurrency mengalami gelombang likuidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 31 Januari 2026, dengan data on-chain mengungkapkan besarnya penjualan tersebut. Menurut Coinglass, volume likuidasi seluruh jaringan mencapai $2,5615 miliar, menandai kejadian likuidasi satu hari terparah sejak crash terkenal 1011. Angka yang mencengangkan ini menegaskan volatilitas ekstrem dan risiko yang dihadapi trader dalam lingkungan pasar saat ini.
Gelombang Likuidasi Besar di Seluruh Jaringan Perdagangan
Peristiwa likuidasi ini secara signifikan bersifat asimetris terhadap berbagai jenis posisi. Posisi short hanya menyumbang $154,7 juta dari total likuidasi, sementara posisi long menanggung beban utama dengan $2,4068 miliar dalam likuidasi. Distribusi ini menunjukkan bahwa trader yang memegang posisi bullish menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang memposisikan diri untuk penurunan, yang berpotensi menandakan perubahan sentimen pasar secara mendadak atau pemicu order stop-loss di seluruh posisi long leverage.
Rincian Likuidasi Posisi Short dan Long
Dominasi likuidasi posisi long menandai dinamika pasar yang penting: trader yang bertaruh pada kenaikan harga menghadapi likuidasi berantai saat harga bergerak melawan posisi mereka. Rasio 15:1 antara likuidasi long dan short menyoroti bagaimana risiko terpapar secara terkonsentrasi di kalangan trader bullish, membuat mereka lebih rentan terhadap koreksi harga yang tajam. Seperti yang dilaporkan Odaily, volume likuidasi satu hari ini menjadi tolok ukur untuk peristiwa stres pasar, berfungsi sebagai indikator penting untuk penilaian volatilitas di masa depan dan strategi manajemen risiko di ruang aset digital.