Reserve Bank of Australia telah merilis prediksi penting mengenai tren inflasi selama tiga tahun ke depan. Dalam skenario yang disajikan oleh bank tersebut, tingkat inflasi diperkirakan akan menurun secara bertahap dan kembali ke tingkat yang lebih normal.
Tingkat Inflasi 2026: Perlahan Menurun dari Kuartal Pertama ke Kuartal Kedua
Menurut laporan dari platform informasi keuangan Jin10, Reserve Bank of Australia memaparkan prospek inflasi untuk tahun 2026. Secara spesifik, mereka memperkirakan tingkat inflasi indeks harga konsumen (CPI) sebesar 4,2% pada kuartal kedua tahun 2026 (April–Juni). Setelah itu, tekanan inflasi diperkirakan akan mereda menjelang akhir tahun, dan pada kuartal keempat (Oktober–Desember) akan turun menjadi 3,6%.
Polanya menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan mendatang, tekanan inflasi akan berangsur berkurang secara bertahap, mencerminkan mulai berlakunya efek dari kebijakan moneter.
Dari Jangka Menengah ke Jangka Panjang: Inflasi Melambat Lebih Signifikan dari 2027 hingga 2028
Prediksi dari bank sentral ini juga melihat ke masa depan yang lebih jauh. Pada kuartal keempat tahun 2027, tingkat inflasi diperkirakan akan turun menjadi 2,7%, dan pada kuartal kedua tahun 2028 akan menyusut lagi menjadi 2,6%.
Angka-angka ini secara jelas menunjukkan bahwa Reserve Bank of Australia mengharapkan penurunan inflasi secara bertahap dan berkelanjutan. Proses ini mendekati target sekitar 2% yang ditetapkan oleh banyak bank sentral di negara maju.
Perkiraan tren inflasi ini berpotensi besar mempengaruhi kebijakan moneter di masa mendatang. Para pelaku pasar akan menggunakan pandangan ini sebagai acuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bank Sentral Australia memperkirakan penurunan tingkat inflasi secara bertahap dan mengumumkan prediksi hingga tahun 2028
Reserve Bank of Australia telah merilis prediksi penting mengenai tren inflasi selama tiga tahun ke depan. Dalam skenario yang disajikan oleh bank tersebut, tingkat inflasi diperkirakan akan menurun secara bertahap dan kembali ke tingkat yang lebih normal.
Tingkat Inflasi 2026: Perlahan Menurun dari Kuartal Pertama ke Kuartal Kedua
Menurut laporan dari platform informasi keuangan Jin10, Reserve Bank of Australia memaparkan prospek inflasi untuk tahun 2026. Secara spesifik, mereka memperkirakan tingkat inflasi indeks harga konsumen (CPI) sebesar 4,2% pada kuartal kedua tahun 2026 (April–Juni). Setelah itu, tekanan inflasi diperkirakan akan mereda menjelang akhir tahun, dan pada kuartal keempat (Oktober–Desember) akan turun menjadi 3,6%.
Polanya menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan mendatang, tekanan inflasi akan berangsur berkurang secara bertahap, mencerminkan mulai berlakunya efek dari kebijakan moneter.
Dari Jangka Menengah ke Jangka Panjang: Inflasi Melambat Lebih Signifikan dari 2027 hingga 2028
Prediksi dari bank sentral ini juga melihat ke masa depan yang lebih jauh. Pada kuartal keempat tahun 2027, tingkat inflasi diperkirakan akan turun menjadi 2,7%, dan pada kuartal kedua tahun 2028 akan menyusut lagi menjadi 2,6%.
Angka-angka ini secara jelas menunjukkan bahwa Reserve Bank of Australia mengharapkan penurunan inflasi secara bertahap dan berkelanjutan. Proses ini mendekati target sekitar 2% yang ditetapkan oleh banyak bank sentral di negara maju.
Perkiraan tren inflasi ini berpotensi besar mempengaruhi kebijakan moneter di masa mendatang. Para pelaku pasar akan menggunakan pandangan ini sebagai acuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi ekonomi.