Bank Internet Korea Selatan KBank bersiap untuk meluncurkan langkah ambisius ke pasar saham dengan melakukan langkah strategis di bidang aset digital. Perusahaan telah mendaftarkan desain dan merek dagang untuk sejumlah layanan cryptocurrency, menunjukkan niat serius untuk mengembangkan portofolio layanan digital.
Pendaftaran strategis tiga belas merek dagang
KBank mengajukan 13 permohonan pendaftaran merek dagang, termasuk dua produk utama: KSC Wallet dan KSTA Wallet. Solusi proyek ini diklasifikasikan dalam beberapa kategori — mulai dari mata uang digital dan cryptocurrency hingga layanan NFT dan perangkat lunak terkait teknologi blockchain. Pendaftaran merek yang komprehensif ini menunjukkan pendekatan menyeluruh bank dalam melindungi kekayaan intelektual di sektor kriptografi.
Persiapan IPO di KOSPI dan strategi jangka panjang
Rencana pencatatan di bursa utama Korea (KOSPI) dijadwalkan pada 5 Maret 2026. Ini adalah upaya ketiga KBank untuk masuk ke pasar publik — upaya sebelumnya pada tahun 2023 dan 2024 tertunda karena kondisi pasar yang sulit dan tantangan dalam penilaian perusahaan. Pendaftaran merek dagang tepat waktu menunjukkan bahwa KBank kali ini benar-benar serius untuk meraih keberhasilan.
Pengarahan dana IPO untuk pengembangan aset digital
Menurut informasi yang disebarluaskan PANews, dana dari penerbitan saham akan dialokasikan untuk memperluas bisnis di bidang aset digital dan inisiatif lain yang berbasis teknologi blockchain. Rencana keuangan ini secara jelas menunjukkan bahwa KBank memandang segmen cryptocurrency bukan sebagai jalur sampingan, tetapi sebagai komponen kunci dari model bisnis masa depannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
KBank melindungi tanda digital untuk dompet stablecoin sebelum IPO di KOSPI
Bank Internet Korea Selatan KBank bersiap untuk meluncurkan langkah ambisius ke pasar saham dengan melakukan langkah strategis di bidang aset digital. Perusahaan telah mendaftarkan desain dan merek dagang untuk sejumlah layanan cryptocurrency, menunjukkan niat serius untuk mengembangkan portofolio layanan digital.
Pendaftaran strategis tiga belas merek dagang
KBank mengajukan 13 permohonan pendaftaran merek dagang, termasuk dua produk utama: KSC Wallet dan KSTA Wallet. Solusi proyek ini diklasifikasikan dalam beberapa kategori — mulai dari mata uang digital dan cryptocurrency hingga layanan NFT dan perangkat lunak terkait teknologi blockchain. Pendaftaran merek yang komprehensif ini menunjukkan pendekatan menyeluruh bank dalam melindungi kekayaan intelektual di sektor kriptografi.
Persiapan IPO di KOSPI dan strategi jangka panjang
Rencana pencatatan di bursa utama Korea (KOSPI) dijadwalkan pada 5 Maret 2026. Ini adalah upaya ketiga KBank untuk masuk ke pasar publik — upaya sebelumnya pada tahun 2023 dan 2024 tertunda karena kondisi pasar yang sulit dan tantangan dalam penilaian perusahaan. Pendaftaran merek dagang tepat waktu menunjukkan bahwa KBank kali ini benar-benar serius untuk meraih keberhasilan.
Pengarahan dana IPO untuk pengembangan aset digital
Menurut informasi yang disebarluaskan PANews, dana dari penerbitan saham akan dialokasikan untuk memperluas bisnis di bidang aset digital dan inisiatif lain yang berbasis teknologi blockchain. Rencana keuangan ini secara jelas menunjukkan bahwa KBank memandang segmen cryptocurrency bukan sebagai jalur sampingan, tetapi sebagai komponen kunci dari model bisnis masa depannya.