Harga Ethereum saat ini berada di $2.050, sebuah level yang membuat para trader tetap waspada terhadap titik-titik kritis di mana kemungkinan terjadi likuidasi besar di pasar utama. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh ChainCatcher dari platform Coinglass, pergerakan harga kecil ke arah mana pun dapat memicu peristiwa likuidasi yang signifikan yang akan mempengaruhi ribuan posisi terbuka secara bersamaan.
Kapan Likuidasi Ethereum Terjadi?
Analisis dari Coinglass mengungkapkan dua skenario risiko yang jelas. Jika Ethereum menembus batas $2.477 ke atas, akan terjadi rangkaian likuidasi posisi short. Dalam skenario bullish ini, jumlah likuidasi yang terkumpul di bursa terpusat utama akan mencapai $1,021 miliar, volume yang luar biasa dan mampu menimbulkan gejolak besar di pasar.
Sebaliknya, penurunan di bawah $2.245 akan memicu efek sebaliknya. Likuidasi posisi long akan melonjak, dengan akumulasi kekuatan sebesar $533 juta dalam order paksa secara bersamaan. Level bawah ini juga merupakan titik kerentanan yang cukup besar di mana trader dengan leverage akan menghadapi margin yang terancam.
Volume Likuidasi yang Sedang Berlangsung
Yang penting saat ini adalah Ethereum berada di zona tengah antara kedua ambang batas likuidasi tersebut. Perbedaan sebesar $232 antara keduanya membentuk rentang stabilitas relatif, tetapi setiap pelanggaran terhadap batas ini dapat memicu rangkaian likuidasi otomatis secara berantai. Pasar derivatif di bursa terpusat utama tetap waspada terhadap pergerakan ini, di mana para trader harus menjaga kewaspadaan tinggi terhadap posisi leverage mereka.
Dinamik likuidasi ini mencerminkan kompleksitas pasar saat ini, di mana algoritma pembersihan margin dan peristiwa likuidasi massal dapat memperbesar pergerakan harga secara eksponensial. Bagi para peserta pasar, memahami level kritis ini sangat penting untuk mengelola risiko secara tepat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Risiko Likuidasi Massal Mengintai Ethereum dalam Volatilitas Mendatang
Harga Ethereum saat ini berada di $2.050, sebuah level yang membuat para trader tetap waspada terhadap titik-titik kritis di mana kemungkinan terjadi likuidasi besar di pasar utama. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh ChainCatcher dari platform Coinglass, pergerakan harga kecil ke arah mana pun dapat memicu peristiwa likuidasi yang signifikan yang akan mempengaruhi ribuan posisi terbuka secara bersamaan.
Kapan Likuidasi Ethereum Terjadi?
Analisis dari Coinglass mengungkapkan dua skenario risiko yang jelas. Jika Ethereum menembus batas $2.477 ke atas, akan terjadi rangkaian likuidasi posisi short. Dalam skenario bullish ini, jumlah likuidasi yang terkumpul di bursa terpusat utama akan mencapai $1,021 miliar, volume yang luar biasa dan mampu menimbulkan gejolak besar di pasar.
Sebaliknya, penurunan di bawah $2.245 akan memicu efek sebaliknya. Likuidasi posisi long akan melonjak, dengan akumulasi kekuatan sebesar $533 juta dalam order paksa secara bersamaan. Level bawah ini juga merupakan titik kerentanan yang cukup besar di mana trader dengan leverage akan menghadapi margin yang terancam.
Volume Likuidasi yang Sedang Berlangsung
Yang penting saat ini adalah Ethereum berada di zona tengah antara kedua ambang batas likuidasi tersebut. Perbedaan sebesar $232 antara keduanya membentuk rentang stabilitas relatif, tetapi setiap pelanggaran terhadap batas ini dapat memicu rangkaian likuidasi otomatis secara berantai. Pasar derivatif di bursa terpusat utama tetap waspada terhadap pergerakan ini, di mana para trader harus menjaga kewaspadaan tinggi terhadap posisi leverage mereka.
Dinamik likuidasi ini mencerminkan kompleksitas pasar saat ini, di mana algoritma pembersihan margin dan peristiwa likuidasi massal dapat memperbesar pergerakan harga secara eksponensial. Bagi para peserta pasar, memahami level kritis ini sangat penting untuk mengelola risiko secara tepat.