Testnet blockchain berkinerja tinggi yang kompatibel dengan EVM yang secara resmi diluncurkan oleh Seth akan menjadi indikator penting dalam menunjukkan apa yang diidamkan oleh infrastruktur Web3 generasi berikutnya. EVM merujuk pada Mesin Virtual Ethereum, yang berfungsi sebagai lingkungan standar untuk menjalankan smart contract. Alasan Seth memilih kompatibilitas EVM sebagai inti adalah untuk memastikan interoperabilitas dengan ekosistem DeFi yang sudah ada sekaligus mencapai tingkat kinerja yang baru.
Apa itu EVM — Pentingnya Kompatibilitas Ethereum
EVM adalah lingkungan eksekusi virtual untuk menjalankan smart contract di atas blockchain. Teknologi yang diadopsi oleh Ethereum ini memungkinkan pengembang menjalankan kode yang sama di berbagai blockchain. Dengan memilih kompatibilitas EVM, Seth dapat mempertahankan keserasian dengan ekosistem Ethereum yang sudah ada sekaligus membangun fondasi berkinerja tinggi yang unik. Hal ini memungkinkan protokol DeFi utama seperti Uniswap dengan mudah dapat dikembangkan di jaringan Seth.
30.000 Transaksi Per Detik — Skalabilitas Berkinerja Tinggi yang Dicapai Seth
Indikator kinerja yang dicapai oleh testnet Seth, yaitu 30.000 transaksi per detik (TPS), menempatkannya di tingkat terdepan industri jika dibandingkan dengan mainnet Ethereum saat ini (sekitar 15 TPS) dan Solana (sekitar 65.000 TPS). Testnet ini telah diterapkan secara luas di seluruh jaringan node global Google, memanfaatkan sumber daya komputasi yang tersebar secara geografis secara maksimal. Dengan desain yang mendukung skalabilitas linier, setiap 10 menit secara dinamis dipilih 1.024 node dari pool node untuk membentuk komite pembuatan blok. Mekanisme ini memastikan bahwa kecepatan proses tidak menurun seiring pertumbuhan jaringan.
Smartphone AI × Blockchain — Ekosistem Baru dengan 1 Miliar Perangkat
Ekosistem yang dirancang Seth tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja teknologi blockchain. Konsep menghubungkan hingga satu miliar smartphone AI dan robot nyata (yang memiliki pabrik sendiri) sebagai full node mencerminkan penggabungan Web3 dan AI. Ini merupakan perubahan besar dari konsep jaringan yang sebelumnya bergantung pada penambang atau validator untuk pemeliharaan jaringan, menuju infrastruktur berbasis silikon yang didominasi oleh agen AI yang berperan sebagai pusat aplikasi AI native. Dengan langkah ini, peluang integrasi teknologi blockchain dan AI semakin nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu EVM? Kemungkinan baru yang ditunjukkan oleh peluncuran jaringan pengujian berkinerja tinggi dari Seth
Testnet blockchain berkinerja tinggi yang kompatibel dengan EVM yang secara resmi diluncurkan oleh Seth akan menjadi indikator penting dalam menunjukkan apa yang diidamkan oleh infrastruktur Web3 generasi berikutnya. EVM merujuk pada Mesin Virtual Ethereum, yang berfungsi sebagai lingkungan standar untuk menjalankan smart contract. Alasan Seth memilih kompatibilitas EVM sebagai inti adalah untuk memastikan interoperabilitas dengan ekosistem DeFi yang sudah ada sekaligus mencapai tingkat kinerja yang baru.
Apa itu EVM — Pentingnya Kompatibilitas Ethereum
EVM adalah lingkungan eksekusi virtual untuk menjalankan smart contract di atas blockchain. Teknologi yang diadopsi oleh Ethereum ini memungkinkan pengembang menjalankan kode yang sama di berbagai blockchain. Dengan memilih kompatibilitas EVM, Seth dapat mempertahankan keserasian dengan ekosistem Ethereum yang sudah ada sekaligus membangun fondasi berkinerja tinggi yang unik. Hal ini memungkinkan protokol DeFi utama seperti Uniswap dengan mudah dapat dikembangkan di jaringan Seth.
30.000 Transaksi Per Detik — Skalabilitas Berkinerja Tinggi yang Dicapai Seth
Indikator kinerja yang dicapai oleh testnet Seth, yaitu 30.000 transaksi per detik (TPS), menempatkannya di tingkat terdepan industri jika dibandingkan dengan mainnet Ethereum saat ini (sekitar 15 TPS) dan Solana (sekitar 65.000 TPS). Testnet ini telah diterapkan secara luas di seluruh jaringan node global Google, memanfaatkan sumber daya komputasi yang tersebar secara geografis secara maksimal. Dengan desain yang mendukung skalabilitas linier, setiap 10 menit secara dinamis dipilih 1.024 node dari pool node untuk membentuk komite pembuatan blok. Mekanisme ini memastikan bahwa kecepatan proses tidak menurun seiring pertumbuhan jaringan.
Smartphone AI × Blockchain — Ekosistem Baru dengan 1 Miliar Perangkat
Ekosistem yang dirancang Seth tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja teknologi blockchain. Konsep menghubungkan hingga satu miliar smartphone AI dan robot nyata (yang memiliki pabrik sendiri) sebagai full node mencerminkan penggabungan Web3 dan AI. Ini merupakan perubahan besar dari konsep jaringan yang sebelumnya bergantung pada penambang atau validator untuk pemeliharaan jaringan, menuju infrastruktur berbasis silikon yang didominasi oleh agen AI yang berperan sebagai pusat aplikasi AI native. Dengan langkah ini, peluang integrasi teknologi blockchain dan AI semakin nyata.