Gelombang baru optimisme menyapu pasar mata uang Asia setelah pengumuman kesepakatan perjanjian bilateral antara Amerika Serikat dan India. Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika perdagangan kedua negara, dengan rupee India merespons positif melalui penguatan nilai tukarnya terhadap dolar AS di sesi perdagangan pagi Asia.
Kesepakatan Tarif Menjadi Katalisator Pelonggaran Ketegangan
Pada awal Februari, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS telah mencapai perjanjian bilateral dengan India, termasuk penyesuaian tarif yang signifikan. Dalam kesepakatan ini, tarif yang dikenakan pada India akan dikurangi menjadi 18%, merepresentasikan peralihan substansial dari periode ketegangan perdagangan bilateral yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Menurut analisis dari Mitsubishi UFJ Bank, perjanjian bilateral ini mencerminkan pelonggaran nyata dari tekanan tarif yang sebelumnya membebani hubungan perdagangan AS-India. Lloyd Chan, dalam laporannya, menekankan bahwa pencapaian ini mewakili penyesuaian strategis penting setelah fase hubungan perdagangan yang tegang dan penuh ketidakpastian.
Investor Bernapas Lega Dengan Pengurangan Risiko Ekspor
Penguatan rupee India mencerminkan sentimen positif di kalangan investor, khususnya berkaitan dengan pengurangan risiko besar yang sebelumnya membebani ekspor India. Dengan tertasinya isu perdagangan bilateral yang menjadi sumber kekhawatiran utama, investor menunjukkan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap prospek ekonomi India ke depan.
Para analis mata uang senior mencatat bahwa kekuatan rupee di pasar internasional terhadap dolar merupakan indikasi jelas dari berkurangnya premi risiko yang selama ini tertanam dalam valuasi kurs bilateral. Sentimen pasar menunjukkan bahwa pencapaian perjanjian bilateral ini diterima sebagai berita positif bagi stabilitas perdagangan regional.
Rupee Capai Level Tertinggi Sejak Tengah Januari
Data dari LSEG menunjukkan apresiasi yang konkret dari rupee India dalam perdagangan pada 3 Februari. Dolar melemah 1,0% terhadap rupee, diperdagangkan pada level 90,32, setelah sebelumnya menyentuh titik terendah intraday di 90,25. Pencapaian ini menandai return ke level tertinggi yang tidak terlihat sejak pertengahan Januari, mengindikasikan momentum positif yang berkelanjutan dalam penguatan kurs bilateral ini.
Pergerakan ini menegaskan bahwa perjanjian bilateral AS-India berhasil mengubah sentimen pasar dan memberikan momentum baru bagi kurs rupee di tengah dinamika perdagangan global yang kompleks.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perjanjian Bilateral AS-India Dorong Rupee India Terapresiasi Terhadap Dolar
Gelombang baru optimisme menyapu pasar mata uang Asia setelah pengumuman kesepakatan perjanjian bilateral antara Amerika Serikat dan India. Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika perdagangan kedua negara, dengan rupee India merespons positif melalui penguatan nilai tukarnya terhadap dolar AS di sesi perdagangan pagi Asia.
Kesepakatan Tarif Menjadi Katalisator Pelonggaran Ketegangan
Pada awal Februari, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS telah mencapai perjanjian bilateral dengan India, termasuk penyesuaian tarif yang signifikan. Dalam kesepakatan ini, tarif yang dikenakan pada India akan dikurangi menjadi 18%, merepresentasikan peralihan substansial dari periode ketegangan perdagangan bilateral yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Menurut analisis dari Mitsubishi UFJ Bank, perjanjian bilateral ini mencerminkan pelonggaran nyata dari tekanan tarif yang sebelumnya membebani hubungan perdagangan AS-India. Lloyd Chan, dalam laporannya, menekankan bahwa pencapaian ini mewakili penyesuaian strategis penting setelah fase hubungan perdagangan yang tegang dan penuh ketidakpastian.
Investor Bernapas Lega Dengan Pengurangan Risiko Ekspor
Penguatan rupee India mencerminkan sentimen positif di kalangan investor, khususnya berkaitan dengan pengurangan risiko besar yang sebelumnya membebani ekspor India. Dengan tertasinya isu perdagangan bilateral yang menjadi sumber kekhawatiran utama, investor menunjukkan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap prospek ekonomi India ke depan.
Para analis mata uang senior mencatat bahwa kekuatan rupee di pasar internasional terhadap dolar merupakan indikasi jelas dari berkurangnya premi risiko yang selama ini tertanam dalam valuasi kurs bilateral. Sentimen pasar menunjukkan bahwa pencapaian perjanjian bilateral ini diterima sebagai berita positif bagi stabilitas perdagangan regional.
Rupee Capai Level Tertinggi Sejak Tengah Januari
Data dari LSEG menunjukkan apresiasi yang konkret dari rupee India dalam perdagangan pada 3 Februari. Dolar melemah 1,0% terhadap rupee, diperdagangkan pada level 90,32, setelah sebelumnya menyentuh titik terendah intraday di 90,25. Pencapaian ini menandai return ke level tertinggi yang tidak terlihat sejak pertengahan Januari, mengindikasikan momentum positif yang berkelanjutan dalam penguatan kurs bilateral ini.
Pergerakan ini menegaskan bahwa perjanjian bilateral AS-India berhasil mengubah sentimen pasar dan memberikan momentum baru bagi kurs rupee di tengah dinamika perdagangan global yang kompleks.