Ketika mengalami kerugian dalam trading saham, tidak ada salahnya untuk diam-diam mengulang delapan kalimat ini. Tetaplah melakukannya selama 10 hari, dua kali sehari—satu kali sebelum pasar dibuka, satu kali sebelum tidur—perlahan-lahan akan memahami bahwa trading saham sebenarnya sama sederhananya dengan minum air. Terutama bagi teman-teman yang hanya memiliki akun dengan beberapa puluh atau ratusan juta, harus benar-benar memahami kalimat-kalimat ini. Ini adalah fondasi untuk menuju keuntungan yang stabil, tanpa strategi yang rumit, semuanya adalah pengalaman praktis yang sederhana dan jujur. Jika benar-benar memahami ini, meraih keuntungan 1~2 kali lipat dalam setahun bukanlah hal yang sulit. Rejeki datangnya dari ketekunan, hari ini saya bagikan kepada semua.
Kita sering mengalami kerugian berulang kali dalam trading saham, sering merasa bingung dan tidak tahu bagaimana memahami prinsip trading saham. Delapan kalimat ini adalah kuncinya:
Kalimat pertama, redefinisi bottom fishing. Bottom fishing yang sebenarnya bukan membeli saham yang sedang sideways setelah turun tajam, itu sebenarnya adalah menerima saham dari orang lain! Ingat, saham yang naik banyak dan koreksi sedikit, justru akan naik lebih banyak; yang turun banyak dan rebound lemah, hanya akan jatuh lebih dalam. Hormati tren, lakukan transaksi sesuai arah tren.
Kalimat kedua, tidak akan melempar panah jika tidak melihat kelinci. Jangan jual jika tidak naik tinggi, jangan beli jika tidak turun drastis; jika tren tidak jelas, tenanglah dan istirahat dulu. Kerugian terbesar bagi trader ritel adalah rasa ingin cepat bertindak—padahal saat pasar sideways dan bergejolak adalah waktu yang buruk untuk masuk, tapi tetap ingin bermain, akhirnya malah mendapatkan pukulan. Satu-satunya cara mengatasi rasa ingin cepat bertindak: lebih baik kosongkan posisi, jangan sembarangan bergerak. Kosong posisi bukan berarti kehilangan peluang, melainkan untuk menyelamatkan diri. Kita harus sabar menunggu peluang yang pasti, seperti buaya yang menunggu saat yang tepat, satu serangan pasti mengenai sasaran.
Kalimat ketiga, operasi yang melawan naluri manusia: beli saat hijau, jangan beli saat merah; jual saat merah, jangan jual saat hijau. Kalimat ini terdengar aneh, tapi adalah inti dari keuntungan. Pasar A-shares adalah arena pertarungan antara banyaknya serigala dan sedikitnya daging, jika ingin untung, harus berlawanan dengan mayoritas trader ritel. Saat melihat pasar merah besar, jangan terburu-buru membeli; saat pasar hijau besar jatuh, jangan panik menjual daging, manfaatkan emosi pasar untuk meraup keuntungan.
Kalimat keempat, mengenali saham yang kuat hanya dari warna: lihatlah kekuatan garis merah dan hijau. Yang dimaksud dengan merah gemuk dan hijau kurus adalah kekuatan dari candlestick: saat naik, candlestick bullish memiliki badan besar dan kekuatan yang cukup; saat turun, jumlah candlestick bearish sedikit dan penurunan tidak dalam. Contohnya, tiga candlestick bullish besar yang mendorong naik, di tengahnya hanya ada satu candlestick kecil bearish sebagai koreksi, ini adalah pola pengendalian pasar oleh pemain utama, menunjukkan bahwa bullish mendominasi bearish, dan kemungkinan besar akan mencapai level tertinggi berikutnya.
Kalimat kelima, ada batasan dalam memilih saham: hanya melihat saham yang pernah kena limit up dalam 20 hari terakhir. Mengapa aturan ini dibuat? Karena limit up adalah cerminan dari kekuatan modal; trader ritel tidak mampu menahan limit up, hanya pemain utama yang benar-benar menaruh uang nyata yang bisa melakukannya. Saham seperti ini, entah kekuatannya terus berlanjut atau setelah konsolidasi akan naik lagi, sedangkan saham yang terus-menerus stagnan dan turun perlahan adalah sisa-sisa yang ditinggalkan oleh modal, tidak berharga dan buang-buang waktu. Ingat, pasar A-shares adalah pasar bull jangka pendek dan bear jangka panjang. Menghabiskan waktu di saham sampah adalah bentuk pengkhianatan terbesar terhadap pasar bullish.
Kalimat keenam, teknik tertinggi adalah belajar untuk kosongkan posisi. Ini adalah jebakan bagi trader ritel, tapi wajib dipelajari oleh para master. Bahkan jika keahlian Anda sangat baik, jika muncul tiga sinyal berikut, harus paksa kosongkan posisi: satu, garis moving average 5 hari berbalik ke bawah; dua, candlestick menembus support moving average; tiga, muncul candlestick besar bearish dan gagal rebound. Jika melihat ketiga kondisi ini, jangan berharap lagi, segera kosongkan posisi.
Kalimat ketujuh, fokuslah pada sesi awal pasar: berani beli saat turun tajam, rela jual saat naik cepat. Setengah jam pertama biasanya adalah waktu utama para pemain besar menunjukkan kekuatan mereka. Jika pasar dibuka lebih dari 7 poin di atas, dan dalam setengah jam pertama tidak mampu menahan limit up, itu adalah sinyal pasar menipu dan menguras tenaga, harus kurangi posisi dan ambil keuntungan; sebaliknya, jika pasar turun tajam di awal, kembali ke support MA 10 dan 20 hari, atau cepat kembali ke rata-rata harian, itu adalah titik beli terbaik. Saat itu, peluang menang dan rasio risiko-imbalan tertinggi.
Kalimat kedelapan, garis MA 5 hari adalah garis hidup: di atas garis, pegang saham; di bawah garis, keluar dari pasar. Terutama saham yang mencapai level tertinggi 200 hari, itu adalah tanda utama tren naik besar. Pada tahap ini, jangan terlalu fokus pada indikator teknikal yang rumit, cukup perhatikan volume transaksi: volume meningkat saat naik, pegang dengan tenang; volume stagnan saat harga naik, itu berarti pemain utama sedang mengeluarkan saham, cepatlah keluar, jangan tunggu volume besar turun dan potong kerugian, karena saat itu bahkan dewa pun tidak bisa menyelamatkanmu.
Akhirnya, dalam trading saham, yang dipertaruhkan adalah mental, bukan teknik. Di pasar ini, bertahan hidup adalah yang terpenting. Delapan kalimat ini, bacalah berulang kali saat tidak ada kegiatan, bahkan jika hanya satu kalimat yang benar-benar masuk, tingkat keahlian tradingmu akan jauh berbeda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
HeXun Investment Advisor Wu Gangwei: Saat mengalami kerugian dalam trading saham! Investor ritel ingat 8 kalimat ini!
Ketika mengalami kerugian dalam trading saham, tidak ada salahnya untuk diam-diam mengulang delapan kalimat ini. Tetaplah melakukannya selama 10 hari, dua kali sehari—satu kali sebelum pasar dibuka, satu kali sebelum tidur—perlahan-lahan akan memahami bahwa trading saham sebenarnya sama sederhananya dengan minum air. Terutama bagi teman-teman yang hanya memiliki akun dengan beberapa puluh atau ratusan juta, harus benar-benar memahami kalimat-kalimat ini. Ini adalah fondasi untuk menuju keuntungan yang stabil, tanpa strategi yang rumit, semuanya adalah pengalaman praktis yang sederhana dan jujur. Jika benar-benar memahami ini, meraih keuntungan 1~2 kali lipat dalam setahun bukanlah hal yang sulit. Rejeki datangnya dari ketekunan, hari ini saya bagikan kepada semua.
Kita sering mengalami kerugian berulang kali dalam trading saham, sering merasa bingung dan tidak tahu bagaimana memahami prinsip trading saham. Delapan kalimat ini adalah kuncinya:
Kalimat pertama, redefinisi bottom fishing. Bottom fishing yang sebenarnya bukan membeli saham yang sedang sideways setelah turun tajam, itu sebenarnya adalah menerima saham dari orang lain! Ingat, saham yang naik banyak dan koreksi sedikit, justru akan naik lebih banyak; yang turun banyak dan rebound lemah, hanya akan jatuh lebih dalam. Hormati tren, lakukan transaksi sesuai arah tren.
Kalimat kedua, tidak akan melempar panah jika tidak melihat kelinci. Jangan jual jika tidak naik tinggi, jangan beli jika tidak turun drastis; jika tren tidak jelas, tenanglah dan istirahat dulu. Kerugian terbesar bagi trader ritel adalah rasa ingin cepat bertindak—padahal saat pasar sideways dan bergejolak adalah waktu yang buruk untuk masuk, tapi tetap ingin bermain, akhirnya malah mendapatkan pukulan. Satu-satunya cara mengatasi rasa ingin cepat bertindak: lebih baik kosongkan posisi, jangan sembarangan bergerak. Kosong posisi bukan berarti kehilangan peluang, melainkan untuk menyelamatkan diri. Kita harus sabar menunggu peluang yang pasti, seperti buaya yang menunggu saat yang tepat, satu serangan pasti mengenai sasaran.
Kalimat ketiga, operasi yang melawan naluri manusia: beli saat hijau, jangan beli saat merah; jual saat merah, jangan jual saat hijau. Kalimat ini terdengar aneh, tapi adalah inti dari keuntungan. Pasar A-shares adalah arena pertarungan antara banyaknya serigala dan sedikitnya daging, jika ingin untung, harus berlawanan dengan mayoritas trader ritel. Saat melihat pasar merah besar, jangan terburu-buru membeli; saat pasar hijau besar jatuh, jangan panik menjual daging, manfaatkan emosi pasar untuk meraup keuntungan.
Kalimat keempat, mengenali saham yang kuat hanya dari warna: lihatlah kekuatan garis merah dan hijau. Yang dimaksud dengan merah gemuk dan hijau kurus adalah kekuatan dari candlestick: saat naik, candlestick bullish memiliki badan besar dan kekuatan yang cukup; saat turun, jumlah candlestick bearish sedikit dan penurunan tidak dalam. Contohnya, tiga candlestick bullish besar yang mendorong naik, di tengahnya hanya ada satu candlestick kecil bearish sebagai koreksi, ini adalah pola pengendalian pasar oleh pemain utama, menunjukkan bahwa bullish mendominasi bearish, dan kemungkinan besar akan mencapai level tertinggi berikutnya.
Kalimat kelima, ada batasan dalam memilih saham: hanya melihat saham yang pernah kena limit up dalam 20 hari terakhir. Mengapa aturan ini dibuat? Karena limit up adalah cerminan dari kekuatan modal; trader ritel tidak mampu menahan limit up, hanya pemain utama yang benar-benar menaruh uang nyata yang bisa melakukannya. Saham seperti ini, entah kekuatannya terus berlanjut atau setelah konsolidasi akan naik lagi, sedangkan saham yang terus-menerus stagnan dan turun perlahan adalah sisa-sisa yang ditinggalkan oleh modal, tidak berharga dan buang-buang waktu. Ingat, pasar A-shares adalah pasar bull jangka pendek dan bear jangka panjang. Menghabiskan waktu di saham sampah adalah bentuk pengkhianatan terbesar terhadap pasar bullish.
Kalimat keenam, teknik tertinggi adalah belajar untuk kosongkan posisi. Ini adalah jebakan bagi trader ritel, tapi wajib dipelajari oleh para master. Bahkan jika keahlian Anda sangat baik, jika muncul tiga sinyal berikut, harus paksa kosongkan posisi: satu, garis moving average 5 hari berbalik ke bawah; dua, candlestick menembus support moving average; tiga, muncul candlestick besar bearish dan gagal rebound. Jika melihat ketiga kondisi ini, jangan berharap lagi, segera kosongkan posisi.
Kalimat ketujuh, fokuslah pada sesi awal pasar: berani beli saat turun tajam, rela jual saat naik cepat. Setengah jam pertama biasanya adalah waktu utama para pemain besar menunjukkan kekuatan mereka. Jika pasar dibuka lebih dari 7 poin di atas, dan dalam setengah jam pertama tidak mampu menahan limit up, itu adalah sinyal pasar menipu dan menguras tenaga, harus kurangi posisi dan ambil keuntungan; sebaliknya, jika pasar turun tajam di awal, kembali ke support MA 10 dan 20 hari, atau cepat kembali ke rata-rata harian, itu adalah titik beli terbaik. Saat itu, peluang menang dan rasio risiko-imbalan tertinggi.
Kalimat kedelapan, garis MA 5 hari adalah garis hidup: di atas garis, pegang saham; di bawah garis, keluar dari pasar. Terutama saham yang mencapai level tertinggi 200 hari, itu adalah tanda utama tren naik besar. Pada tahap ini, jangan terlalu fokus pada indikator teknikal yang rumit, cukup perhatikan volume transaksi: volume meningkat saat naik, pegang dengan tenang; volume stagnan saat harga naik, itu berarti pemain utama sedang mengeluarkan saham, cepatlah keluar, jangan tunggu volume besar turun dan potong kerugian, karena saat itu bahkan dewa pun tidak bisa menyelamatkanmu.
Akhirnya, dalam trading saham, yang dipertaruhkan adalah mental, bukan teknik. Di pasar ini, bertahan hidup adalah yang terpenting. Delapan kalimat ini, bacalah berulang kali saat tidak ada kegiatan, bahkan jika hanya satu kalimat yang benar-benar masuk, tingkat keahlian tradingmu akan jauh berbeda.