Data inflasi Zona Euro untuk Januari mengungkapkan prospek yang lebih lengket dari perkiraan sebelumnya, dengan tekanan harga yang melambat jauh lebih lambat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurut analis Pantheon Macroeconomics, Claus Vistesen dan Ankita Amajuri, moderasi ini kurang dari harapan awal, yang menyebabkan revisi besar terhadap perkiraan inflasi. Perusahaan riset tersebut kini memproyeksikan tingkat inflasi Januari sebesar 1,8%, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,6%, menandakan tekanan harga yang lebih bertahan di seluruh blok.
Tekanan Harga yang Tangguh di Jerman Melebihi Perkiraan
Data inflasi Jerman menunjukkan gambaran yang kompleks yang menantang asumsi sebelumnya. Sementara bantuan dari sektor energi akibat harga listrik dan gas yang lebih rendah tampaknya akan meredakan pertumbuhan harga secara keseluruhan, manfaat yang diharapkan telah lebih dari diimbangi oleh rebound tajam di kategori makanan dan barang inti. Sektor jasa, khususnya, terus menunjukkan inflasi yang keras kepala dan sulit dikendalikan, lebih tahan terhadap deflasi energi. Kombinasi ini menunjukkan bahwa tekanan permintaan dasar tetap lebih kuat dari yang diperkirakan awal, memperumit narasi disinflasi.
Inflasi Inti di Spanyol Lebih Tangguh dari yang Diharapkan oleh Efek Dasar
Dinamik inflasi di Spanyol menunjukkan gambaran yang menipu jika dilihat hanya dari angka utama. Meskipun inflasi secara keseluruhan tampaknya telah menurun, perbaikan ini sebagian besar berasal dari efek dasar yang menguntungkan daripada disinflasi yang nyata. Ketika memeriksa inflasi inti—yang menghilangkan komponen yang volatil—gambaran menjadi lebih stabil daripada yang disarankan oleh angka utama. Stabilitas ini, bukan penurunan, menunjukkan bahwa tekanan harga di sektor jasa dan barang di Spanyol tetap melekat, menantang asumsi normalisasi yang cepat.
Penundaan Pemotongan Suku Bunga karena Pertumbuhan yang Kuat Memperumit Kebijakan
Performa PDB kuartal keempat 2025 Zona Euro yang solid dan pasar tenaga kerja yang tangguh, dengan tingkat pengangguran yang tetap stabil, telah memperumit tantangan disinflasi. Fundamental ekonomi yang kuat meninggalkan ruang yang lebih kecil untuk pemotongan suku bunga agresif seperti yang sebelumnya dibayangkan oleh bank sentral. Bank Sentral Eropa kini menghadapi latar belakang kebijakan di mana inflasi terbukti lebih keras kepala daripada tren terbaru, sementara pertumbuhan tetap lebih kuat dari yang diperkirakan. Kombinasi ini secara efektif menunda siklus pemotongan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan pasar, mengubah ekspektasi kebijakan moneter untuk tahun 2026.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Inflasi Zona Euro Lebih Lambat dari Perkiraan, Mendorong Peninjauan Ulang Kebijakan
Data inflasi Zona Euro untuk Januari mengungkapkan prospek yang lebih lengket dari perkiraan sebelumnya, dengan tekanan harga yang melambat jauh lebih lambat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurut analis Pantheon Macroeconomics, Claus Vistesen dan Ankita Amajuri, moderasi ini kurang dari harapan awal, yang menyebabkan revisi besar terhadap perkiraan inflasi. Perusahaan riset tersebut kini memproyeksikan tingkat inflasi Januari sebesar 1,8%, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,6%, menandakan tekanan harga yang lebih bertahan di seluruh blok.
Tekanan Harga yang Tangguh di Jerman Melebihi Perkiraan
Data inflasi Jerman menunjukkan gambaran yang kompleks yang menantang asumsi sebelumnya. Sementara bantuan dari sektor energi akibat harga listrik dan gas yang lebih rendah tampaknya akan meredakan pertumbuhan harga secara keseluruhan, manfaat yang diharapkan telah lebih dari diimbangi oleh rebound tajam di kategori makanan dan barang inti. Sektor jasa, khususnya, terus menunjukkan inflasi yang keras kepala dan sulit dikendalikan, lebih tahan terhadap deflasi energi. Kombinasi ini menunjukkan bahwa tekanan permintaan dasar tetap lebih kuat dari yang diperkirakan awal, memperumit narasi disinflasi.
Inflasi Inti di Spanyol Lebih Tangguh dari yang Diharapkan oleh Efek Dasar
Dinamik inflasi di Spanyol menunjukkan gambaran yang menipu jika dilihat hanya dari angka utama. Meskipun inflasi secara keseluruhan tampaknya telah menurun, perbaikan ini sebagian besar berasal dari efek dasar yang menguntungkan daripada disinflasi yang nyata. Ketika memeriksa inflasi inti—yang menghilangkan komponen yang volatil—gambaran menjadi lebih stabil daripada yang disarankan oleh angka utama. Stabilitas ini, bukan penurunan, menunjukkan bahwa tekanan harga di sektor jasa dan barang di Spanyol tetap melekat, menantang asumsi normalisasi yang cepat.
Penundaan Pemotongan Suku Bunga karena Pertumbuhan yang Kuat Memperumit Kebijakan
Performa PDB kuartal keempat 2025 Zona Euro yang solid dan pasar tenaga kerja yang tangguh, dengan tingkat pengangguran yang tetap stabil, telah memperumit tantangan disinflasi. Fundamental ekonomi yang kuat meninggalkan ruang yang lebih kecil untuk pemotongan suku bunga agresif seperti yang sebelumnya dibayangkan oleh bank sentral. Bank Sentral Eropa kini menghadapi latar belakang kebijakan di mana inflasi terbukti lebih keras kepala daripada tren terbaru, sementara pertumbuhan tetap lebih kuat dari yang diperkirakan. Kombinasi ini secara efektif menunda siklus pemotongan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan pasar, mengubah ekspektasi kebijakan moneter untuk tahun 2026.