Pada 9 Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan usulan sementara batas suku bunga kartu kredit sebesar 10% mulai berlaku 20 Januari. Saham perusahaan keuangan konsumen langsung turun tajam sebagai respons.
Mengapa ini penting: Perlu dicatat, pernyataan Trump lebih bersifat ajakan untuk bertindak dan tidak mengandung pengumuman kebijakan atau legislasi apa pun. Sejauh ini, kami berpendapat bahwa penerapan batas tersebut kecil kemungkinannya, tetapi jika disahkan, hal itu akan berdampak buruk pada profitabilitas kartu kredit.
Banyak portofolio kartu kredit memiliki biaya kredit yang terlalu tinggi untuk didukung di bawah batas suku bunga 10%. Kami memperkirakan Capital One, Synchrony, dan Bread Financial Holdings akan mengalami kerugian besar jika batas tersebut diberlakukan.
Kesimpulan utama: Mengingat kurangnya kemajuan nyata menuju penerapan, kami akan mempertahankan estimasi nilai wajar untuk American Express, Capital One, Synchrony, dan Bread untuk saat ini, tetapi kami mencatat bahwa risiko bagi perusahaan-perusahaan ini meningkat.
Penerapan batas suku bunga kartu kredit selama satu tahun sebesar 10% akan menurunkan estimasi nilai wajar kami untuk American Express yang memiliki keunggulan kompetitif luas dari $292 per saham menjadi $280, dan untuk Capital One yang memiliki keunggulan kompetitif sempit dari $216 per saham menjadi $185.
Kami melihat penerbit kartu label pribadi lebih rentan secara struktural, karena mereka biasanya mengenakan suku bunga lebih tinggi dan portofolio mereka memiliki kualitas kredit yang lemah. Kami memperkirakan batas suku bunga akan menurunkan estimasi nilai wajar kami untuk Synchrony yang tidak memiliki keunggulan kompetitif dari $72 per saham menjadi $58, dan untuk Bread dari $64 per saham menjadi $38.
Gambaran besar: Ini merupakan skenario terburuk, karena penerbit kartu kredit kemungkinan akan merespons dengan memotong batas kredit, mengurangi pengeluaran pemasaran, dan menaikkan biaya lain. Namun, batas suku bunga yang lebih lama, seperti yang diusulkan oleh senator Bernie Sanders dan Josh Hawley, akan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar.
American Express paling tidak terpengaruh oleh tindakan terkait suku bunga kartu kredit. Bank ini hanya mendapatkan sekitar 25% dari pendapatannya dari pendapatan bunga bersih, dan memiliki biaya kredit yang lebih rendah dibandingkan pesaing.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa arti panggilan Trump untuk batas 10% pada suku bunga kartu kredit bagi saham penerbit
Pada 9 Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan usulan sementara batas suku bunga kartu kredit sebesar 10% mulai berlaku 20 Januari. Saham perusahaan keuangan konsumen langsung turun tajam sebagai respons.
Mengapa ini penting: Perlu dicatat, pernyataan Trump lebih bersifat ajakan untuk bertindak dan tidak mengandung pengumuman kebijakan atau legislasi apa pun. Sejauh ini, kami berpendapat bahwa penerapan batas tersebut kecil kemungkinannya, tetapi jika disahkan, hal itu akan berdampak buruk pada profitabilitas kartu kredit.
Kesimpulan utama: Mengingat kurangnya kemajuan nyata menuju penerapan, kami akan mempertahankan estimasi nilai wajar untuk American Express, Capital One, Synchrony, dan Bread untuk saat ini, tetapi kami mencatat bahwa risiko bagi perusahaan-perusahaan ini meningkat.
Gambaran besar: Ini merupakan skenario terburuk, karena penerbit kartu kredit kemungkinan akan merespons dengan memotong batas kredit, mengurangi pengeluaran pemasaran, dan menaikkan biaya lain. Namun, batas suku bunga yang lebih lama, seperti yang diusulkan oleh senator Bernie Sanders dan Josh Hawley, akan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar.