Pergerakan pasar valuta asing akhir-akhir ini cukup aktif, indeks dolar AS stabil dan menguat lebih dari 0,2%, berputar di sekitar 97,65. Menurut laporan Radio Television Hong Kong, Jepang akan mengadakan pemilihan umum dalam waktu dekat, yang mendorong yen melemah selama empat hari berturut-turut dan kemudian rebound, dengan dolar AS terhadap yen mencapai 156,94, menciptakan level tertinggi dalam hampir dua minggu, menunjukkan performa kuat indeks dolar di pasar mata uang global.
Rebound Yen Dorong Penguatan Dolar
Dalam konteks menjelang pemilihan umum di Jepang, yen mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut dan mulai stabil kembali, dengan kenaikan dolar AS terhadap yen menjadi sangat mencolok. Kekuatan kenaikan indeks dolar sebagian berasal dari melemahnya yen relatif, mencerminkan permintaan pasar terhadap aset safe haven dolar. Gelombang ini menunjukkan bahwa pengaruh peristiwa geopolitik terhadap pasar valuta terus berkembang.
Mata Uang Komoditas Secara Kolektif Tertekan, Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru Keduanya Turun
Performa mata uang komoditas melemah, penguatan indeks dolar semakin menekan mata uang komoditas. Dolar Australia terhadap dolar AS di pasar akhir hari sedikit di bawah level 0,7, dengan penurunan sekitar 0,4%; Dolar Selandia Baru terhadap dolar AS berada di sekitar 0,6, turun lebih dari 0,7%. Hal ini mencerminkan tekanan kenaikan nilai tukar mata uang komoditas terhadap dolar AS semakin besar, dan investor beralih ke dolar sebagai safe haven.
Poundsterling dan Euro Fluktuatif, Indeks Dolar Terus Mempertahankan Keunggulan
Poundsterling terhadap dolar sedikit turun 0,3%, berfluktuasi di sekitar level 1,365, menunjukkan pound menghadapi tekanan penyesuaian moderat. Euro terhadap dolar berfluktuasi di sekitar level 1,18, kurang memiliki arah yang jelas. Dolar terhadap dolar Kanada naik sekitar 0,2%, stabil di atas 1,366. Secara keseluruhan, indeks dolar tetap relatif kuat di antara mata uang utama dunia, mencerminkan preferensi pasar terhadap aset dolar yang terus berlanjut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Indeks dolar AS sedikit menguat, yen Jepang mencapai level tertinggi dalam dua minggu
Pergerakan pasar valuta asing akhir-akhir ini cukup aktif, indeks dolar AS stabil dan menguat lebih dari 0,2%, berputar di sekitar 97,65. Menurut laporan Radio Television Hong Kong, Jepang akan mengadakan pemilihan umum dalam waktu dekat, yang mendorong yen melemah selama empat hari berturut-turut dan kemudian rebound, dengan dolar AS terhadap yen mencapai 156,94, menciptakan level tertinggi dalam hampir dua minggu, menunjukkan performa kuat indeks dolar di pasar mata uang global.
Rebound Yen Dorong Penguatan Dolar
Dalam konteks menjelang pemilihan umum di Jepang, yen mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut dan mulai stabil kembali, dengan kenaikan dolar AS terhadap yen menjadi sangat mencolok. Kekuatan kenaikan indeks dolar sebagian berasal dari melemahnya yen relatif, mencerminkan permintaan pasar terhadap aset safe haven dolar. Gelombang ini menunjukkan bahwa pengaruh peristiwa geopolitik terhadap pasar valuta terus berkembang.
Mata Uang Komoditas Secara Kolektif Tertekan, Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru Keduanya Turun
Performa mata uang komoditas melemah, penguatan indeks dolar semakin menekan mata uang komoditas. Dolar Australia terhadap dolar AS di pasar akhir hari sedikit di bawah level 0,7, dengan penurunan sekitar 0,4%; Dolar Selandia Baru terhadap dolar AS berada di sekitar 0,6, turun lebih dari 0,7%. Hal ini mencerminkan tekanan kenaikan nilai tukar mata uang komoditas terhadap dolar AS semakin besar, dan investor beralih ke dolar sebagai safe haven.
Poundsterling dan Euro Fluktuatif, Indeks Dolar Terus Mempertahankan Keunggulan
Poundsterling terhadap dolar sedikit turun 0,3%, berfluktuasi di sekitar level 1,365, menunjukkan pound menghadapi tekanan penyesuaian moderat. Euro terhadap dolar berfluktuasi di sekitar level 1,18, kurang memiliki arah yang jelas. Dolar terhadap dolar Kanada naik sekitar 0,2%, stabil di atas 1,366. Secara keseluruhan, indeks dolar tetap relatif kuat di antara mata uang utama dunia, mencerminkan preferensi pasar terhadap aset dolar yang terus berlanjut.