Wisatawan Berkurang, Penjualan Bebas Bea Jepang Terpukul di Januari

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Industri ritel Jepang menghadapi tantangan serius pada Januari 2026 ketika wisatawan mengalami penurunan signifikan, menyebabkan dampak langsung terhadap segmen bebas bea di departemen-departemen utama. Fenomena ini mencerminkan tren global di mana pergerakan wisatawan internasional menjadi faktor krusial bagi pertumbuhan pendapatan retail, khususnya di sektor luxury goods dan produk-produk yang ditargetkan untuk pengunjung asing.

Penurunan Signifikan di Kalangan Retailer Besar

Data dari Jin10 menunjukkan bahwa Takashimaya melaporkan kontraksi sebesar 19% dalam penjualan bebas bea selama periode ini. Sementara itu, J Front Retailing mencatat penurunan yang mencapai 17% di divisi bebas bea untuk retail chain Daimaru dan Matsuzakaya. Meskipun kedua retailer besar ini terus beroperasi dengan strategi yang berbeda-beda, penurunan di segmen bebas bea berhasil membatasi pertumbuhan penjualan keseluruhan hingga hanya 0.7%, jauh di bawah target yang diharapkan. Penurunan ini mengindikasikan bahwa berkurangnya jumlah wisatawan menjadi hambatan utama yang sulit diatasi melalui strategi penjualan domestik semata.

Strategi Jepang Meningkatkan Pengeluaran Wisatawan

Pemerintah dan pelaku industri pariwisata Jepang telah menetapkan target ambisius untuk menarik 60 juta wisatawan pada tahun 2030, dengan proyeksi akan menghasilkan pendapatan pariwisata mencapai 15 triliun yen. Untuk mencapai target ini, pemerintah berupaya meningkatkan pengeluaran rata-rata wisatawan asing sebesar 9%, dari level saat ini menjadi 250.000 yen atau lebih. Selain itu, strategi diversifikasi juga mencakup peningkatan jumlah malam yang dihabiskan oleh wisatawan di wilayah-wilayah regional, dengan target lebih dari dua kali lipat menjadi total 130 juta malam. Langkah-langkah ini dirancang untuk memperluas basis penghasilan pariwisata di luar pusat-pusat komersial utama.

Menyeimbangkan Pertumbuhan Pariwisata dengan Kepentingan Lokal

Dalam mengembangkan sektor pariwisata, Jepang mengakui pentingnya mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat setempat. Pemerintah dan industri berusaha membatasi fenomena overtourism, di mana jumlah wisatawan yang berlebihan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penduduk lokal. Strategi multi-faceted ini bertujuan untuk memastikan bahwa peningkatan wisatawan tidak mengorbankan aset sosial dan lingkungan yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Dengan pendekatan ini, Jepang berharap dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sambil terus mendorong pemulihan penjualan bebas bea dan pertumbuhan ekonomi retail.

Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)