Momentum kuat pound Inggris terhadap dolar AS menghadapi potensi hambatan saat dolar menguat. Analis pasar dari TD Securities menunjukkan adanya pembalikan fundamental: kekuatan terbaru pada pasangan GBP/USD didorong terutama oleh kelemahan dolar secara luas, tetapi dinamika tersebut kini tampaknya berbalik saat USD rebound.
Pola Musiman Membuka Jalan untuk Pemulihan Dolar
Kuartal pertama secara tradisional membawa data ekonomi AS yang kuat, yang biasanya mendukung penguatan dolar. Latar belakang musiman ini, dikombinasikan dengan tekanan beli USD yang diperbarui, menunjukkan bahwa kondisi yang sebelumnya mengangkat sterling mungkin berbalik. Analis mencatat bahwa pola kuartalan ini secara historis mendukung kekuatan dolar selama periode kuartal pertama.
Keputusan BOE dan Ketidakpastian Politik Membebani Sterling
Pemungutan suara sempit Bank of England untuk mempertahankan suku bunga tetap dalam sesi perdagangan terakhir menghilangkan salah satu faktor dukungan potensial untuk pound. Secara bersamaan, pelaku pasar memantau perkembangan politik di Inggris, dengan kekhawatiran terkait tantangan kepemimpinan terhadap Perdana Menteri Keir Starmer menambah hambatan bagi sterling. Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan tekanan jual pada GBP/USD.
Realitas Teknis: Perubahan Momentum
Dampaknya langsung terlihat pada pergerakan pasangan mata uang tersebut. Nilai tukar GBP/USD turun 0,7% menjadi 1,3548, menandakan bahwa fase kelemahan dolar sebelumnya telah berganti ke minat beli USD yang diperbarui. Keruntuhan teknis ini menunjukkan bahwa dinamika USD terhadap GBP mungkin memasuki fase baru di mana aliran mata uang berbalik arah.
Bagi trader yang memantau pasar mata uang, konvergensi faktor musiman, stagnasi kebijakan, dan kekhawatiran geopolitik menyajikan kasus yang meyakinkan bahwa reli sterling mungkin telah mencapai titik jenuh, dengan kekuatan USD berpotensi menjadi pusat perhatian dalam hubungan USD terhadap GBP.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perpindahan USD ke GBP: Kapan Tren Menang Sterling Mungkin Berakhir
Momentum kuat pound Inggris terhadap dolar AS menghadapi potensi hambatan saat dolar menguat. Analis pasar dari TD Securities menunjukkan adanya pembalikan fundamental: kekuatan terbaru pada pasangan GBP/USD didorong terutama oleh kelemahan dolar secara luas, tetapi dinamika tersebut kini tampaknya berbalik saat USD rebound.
Pola Musiman Membuka Jalan untuk Pemulihan Dolar
Kuartal pertama secara tradisional membawa data ekonomi AS yang kuat, yang biasanya mendukung penguatan dolar. Latar belakang musiman ini, dikombinasikan dengan tekanan beli USD yang diperbarui, menunjukkan bahwa kondisi yang sebelumnya mengangkat sterling mungkin berbalik. Analis mencatat bahwa pola kuartalan ini secara historis mendukung kekuatan dolar selama periode kuartal pertama.
Keputusan BOE dan Ketidakpastian Politik Membebani Sterling
Pemungutan suara sempit Bank of England untuk mempertahankan suku bunga tetap dalam sesi perdagangan terakhir menghilangkan salah satu faktor dukungan potensial untuk pound. Secara bersamaan, pelaku pasar memantau perkembangan politik di Inggris, dengan kekhawatiran terkait tantangan kepemimpinan terhadap Perdana Menteri Keir Starmer menambah hambatan bagi sterling. Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan tekanan jual pada GBP/USD.
Realitas Teknis: Perubahan Momentum
Dampaknya langsung terlihat pada pergerakan pasangan mata uang tersebut. Nilai tukar GBP/USD turun 0,7% menjadi 1,3548, menandakan bahwa fase kelemahan dolar sebelumnya telah berganti ke minat beli USD yang diperbarui. Keruntuhan teknis ini menunjukkan bahwa dinamika USD terhadap GBP mungkin memasuki fase baru di mana aliran mata uang berbalik arah.
Bagi trader yang memantau pasar mata uang, konvergensi faktor musiman, stagnasi kebijakan, dan kekhawatiran geopolitik menyajikan kasus yang meyakinkan bahwa reli sterling mungkin telah mencapai titik jenuh, dengan kekuatan USD berpotensi menjadi pusat perhatian dalam hubungan USD terhadap GBP.