Permintaan pasar obligasi Jepang mengalami penurunan yang signifikan pada awal Februari, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap pemilihan perwakilan yang akan datang. Menurut data dari platform keuangan Jin10, rasio penawaran untuk lelang obligasi pemerintah 10 tahun mencapai 3,02, penurunan yang cukup besar dibandingkan dengan 3,30 pada lelang sebelumnya dan rata-rata 3,24 selama 12 bulan terakhir. Situasi ini menunjukkan bagaimana peristiwa politik secara langsung mempengaruhi perilaku peserta pasar.
Pemilihan Mendatang Memanaskan Perdebatan tentang Kebijakan Fiskal
Para pelaku pasar bersiap menghadapi volatilitas yang diperkirakan akan terjadi pada 8 Februari, saat warga Jepang memilih untuk memperbarui Dewan Perwakilan Rakyat. Survei menunjukkan bahwa koalisi pemerintah diperkirakan akan mendapatkan 300 dari 465 kursi yang tersedia, menempatkan Partai Demokrat Liberal untuk meraih mayoritas tunggal. Prospek ini membuka jalan bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk melaksanakan rencana stimulus fiskal yang lebih agresif, yang berpotensi meningkatkan utang pemerintah.
Imbal hasil di Level Sejarah Mencerminkan Ekspektasi Pasar
Bulan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun, didorong oleh usulan Takaichi untuk mengurangi pajak konsumsi. Meskipun telah mengalami penurunan sejak saat itu, tingkat obligasi 10 tahun tetap berada di level tinggi, mendekati 2,25%, tingkat tertinggi sejak 1999. Spread residual tetap stabil di 0,05, konsisten dengan periode sebelumnya.
Data swap indeks overnight menggambarkan gambaran yang jelas tentang ekspektasi pasar: ada peluang 76% untuk kenaikan suku bunga hingga April, sementara pasar sudah memperhitungkan kenaikan sebesar 25 basis poin hingga Juni. Harga ini mencerminkan bagaimana investor sudah memposisikan diri untuk langkah-langkah kebijakan moneter Jepang berikutnya, terlepas dari hasil pemilihan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana Investor Menavigasi Ketidakpastian Pemilu di Pasar Jepang
Permintaan pasar obligasi Jepang mengalami penurunan yang signifikan pada awal Februari, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap pemilihan perwakilan yang akan datang. Menurut data dari platform keuangan Jin10, rasio penawaran untuk lelang obligasi pemerintah 10 tahun mencapai 3,02, penurunan yang cukup besar dibandingkan dengan 3,30 pada lelang sebelumnya dan rata-rata 3,24 selama 12 bulan terakhir. Situasi ini menunjukkan bagaimana peristiwa politik secara langsung mempengaruhi perilaku peserta pasar.
Pemilihan Mendatang Memanaskan Perdebatan tentang Kebijakan Fiskal
Para pelaku pasar bersiap menghadapi volatilitas yang diperkirakan akan terjadi pada 8 Februari, saat warga Jepang memilih untuk memperbarui Dewan Perwakilan Rakyat. Survei menunjukkan bahwa koalisi pemerintah diperkirakan akan mendapatkan 300 dari 465 kursi yang tersedia, menempatkan Partai Demokrat Liberal untuk meraih mayoritas tunggal. Prospek ini membuka jalan bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk melaksanakan rencana stimulus fiskal yang lebih agresif, yang berpotensi meningkatkan utang pemerintah.
Imbal hasil di Level Sejarah Mencerminkan Ekspektasi Pasar
Bulan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun, didorong oleh usulan Takaichi untuk mengurangi pajak konsumsi. Meskipun telah mengalami penurunan sejak saat itu, tingkat obligasi 10 tahun tetap berada di level tinggi, mendekati 2,25%, tingkat tertinggi sejak 1999. Spread residual tetap stabil di 0,05, konsisten dengan periode sebelumnya.
Data swap indeks overnight menggambarkan gambaran yang jelas tentang ekspektasi pasar: ada peluang 76% untuk kenaikan suku bunga hingga April, sementara pasar sudah memperhitungkan kenaikan sebesar 25 basis poin hingga Juni. Harga ini mencerminkan bagaimana investor sudah memposisikan diri untuk langkah-langkah kebijakan moneter Jepang berikutnya, terlepas dari hasil pemilihan.