Bank Sentral Australia (RBA) sedang mengalami titik balik dalam kebijakan moneternya. Menurut analisis ekonom HSBC, bank tersebut kemungkinan besar akan menahan kenaikan suku bunga secara berkelanjutan dan mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati. Dari laporan Jin10, terungkap bahwa RBA membutuhkan waktu untuk memverifikasi dampak keputusan kebijakan terbaru terhadap pasar secara menyeluruh.
Analisis Pasar HSBC: Peralihan ke Pendekatan Kenaikan Suku Bunga Secara Bertahap
Ekonom HSBC, Paul Brockham dan Jamie Culling, menunjukkan bahwa pernyataan terbaru RBA memuat poin-poin yang patut diperhatikan. Menurut pandangan mereka, dari sikap hawkish sebelumnya, otoritas keuangan kini beralih ke arah yang lebih berhati-hati dalam pengelolaan kebijakan ke depan.
Prediksi para ekonom menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga, kemungkinan akan dilakukan satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga tunai diperkirakan akan naik menjadi 4,10%. Pendekatan bertahap ini menunjukkan sikap yang lebih konservatif dalam pengelolaan kebijakan.
Sikap Hati-hati Gubernur Philip Lowe terhadap Kebijakan Moneter
Dalam konferensi pers, Gubernur RBA, Philip Lowe, secara tegas menyatakan bahwa dewan akan mengadopsi “pendekatan hati-hati”. Pernyataan ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap perubahan kebijakan dan menarik perhatian investor. Pada keputusan kebijakan minggu lalu, suku bunga tunai dinaikkan sebesar 25 basis poin dan ditetapkan pada 3,85%.
Fokus Pasar: Jalur Suku Bunga Mendatang dan Proyeksi Kuartal Ketiga
Pendekatan kebijakan yang berhati-hati ini mencerminkan perhatian terhadap keseimbangan antara tren inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Langkah selanjutnya dari RBA diperkirakan akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat terhadap indikator ekonomi dan tren harga. Di kalangan pelaku pasar, ada pandangan bahwa otoritas keuangan juga mempertimbangkan untuk menangguhkan kenaikan suku bunga sementara, sehingga sinyal kebijakan mendatang menjadi perhatian utama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
RBA menunjukkan sikap berhati-hati yang tegas, ekonom HSBC mengisyaratkan prospek kenaikan suku bunga secara bertahap
Bank Sentral Australia (RBA) sedang mengalami titik balik dalam kebijakan moneternya. Menurut analisis ekonom HSBC, bank tersebut kemungkinan besar akan menahan kenaikan suku bunga secara berkelanjutan dan mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati. Dari laporan Jin10, terungkap bahwa RBA membutuhkan waktu untuk memverifikasi dampak keputusan kebijakan terbaru terhadap pasar secara menyeluruh.
Analisis Pasar HSBC: Peralihan ke Pendekatan Kenaikan Suku Bunga Secara Bertahap
Ekonom HSBC, Paul Brockham dan Jamie Culling, menunjukkan bahwa pernyataan terbaru RBA memuat poin-poin yang patut diperhatikan. Menurut pandangan mereka, dari sikap hawkish sebelumnya, otoritas keuangan kini beralih ke arah yang lebih berhati-hati dalam pengelolaan kebijakan ke depan.
Prediksi para ekonom menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga, kemungkinan akan dilakukan satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga tunai diperkirakan akan naik menjadi 4,10%. Pendekatan bertahap ini menunjukkan sikap yang lebih konservatif dalam pengelolaan kebijakan.
Sikap Hati-hati Gubernur Philip Lowe terhadap Kebijakan Moneter
Dalam konferensi pers, Gubernur RBA, Philip Lowe, secara tegas menyatakan bahwa dewan akan mengadopsi “pendekatan hati-hati”. Pernyataan ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap perubahan kebijakan dan menarik perhatian investor. Pada keputusan kebijakan minggu lalu, suku bunga tunai dinaikkan sebesar 25 basis poin dan ditetapkan pada 3,85%.
Fokus Pasar: Jalur Suku Bunga Mendatang dan Proyeksi Kuartal Ketiga
Pendekatan kebijakan yang berhati-hati ini mencerminkan perhatian terhadap keseimbangan antara tren inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Langkah selanjutnya dari RBA diperkirakan akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat terhadap indikator ekonomi dan tren harga. Di kalangan pelaku pasar, ada pandangan bahwa otoritas keuangan juga mempertimbangkan untuk menangguhkan kenaikan suku bunga sementara, sehingga sinyal kebijakan mendatang menjadi perhatian utama.