Tiongkok dan India Memimpin Tren De-dolarisasi Global dengan Penarikan Strategis dari Kas Negara

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam setahun terakhir, muncul pergeseran signifikan dalam alokasi aset di antara pasar berkembang utama. China dan India, bersama Brasil, secara kolektif mengurangi kepemilikan Surat Utang AS mereka sekitar 183,2 miliar dolar, menandakan reposisi yang lebih luas dari cadangan keuangan internasional dari aset berbasis dolar. Divestasi yang terkoordinasi ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat tentang stabilitas mata uang dan risiko geopolitik yang melekat dalam mempertahankan eksposur dolar yang besar.

China dan India Pimpin Inisiatif Pengurangan Surat Utang

Divestasi Surat Utang oleh China dan India merupakan langkah terencana untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka. Menurut data dari NS3.AI, ketiga negara ini secara sistematis mengurangi ketergantungan mereka terhadap surat berharga pemerintah AS, dengan China dan India memimpin upaya pengurangan ini. Penarikan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi pembatasan akses dolar dan keinginan untuk mengurangi paparan terhadap kebijakan fiskal dan moneter AS. Perubahan ini sangat penting karena China dan India bersama-sama memegang bagian besar dari cadangan mata uang global, sehingga keputusan alokasi ulang mereka berpengaruh luas di pasar internasional.

Cadangan Emas Melonjak sebagai Alat Lindung Nilai Strategis

Seiring dengan divestasi Surat Utang, China, India, dan Brasil secara signifikan meningkatkan cadangan emas mereka, yang kini melebihi 3.350 ton secara kolektif, dengan nilai sekitar 430-450 miliar dolar. Emas muncul sebagai alternatif utama pengganti kepemilikan dolar, menawarkan perlindungan terhadap devaluasi mata uang dan volatilitas geopolitik. Akuisisi strategis ini menunjukkan bagaimana ekonomi utama sedang merombak komposisi cadangan mereka untuk melindungi diri dari potensi penggunaan dolar sebagai alat kebijakan luar negeri.

De-dolarisasi dalam Kerangka BRICS: Implikasi untuk Pasar Global

Tindakan terkoordinasi oleh China, India, dan Brasil menunjukkan percepatan momentum de-dolarisasi dalam aliansi BRICS. Dengan secara sistematis mengurangi eksposur Surat Utang dan membangun cadangan emas, negara-negara ini memberi sinyal berkurangnya kepercayaan terhadap sistem cadangan yang berpusat pada dolar. Tren ini memiliki implikasi besar bagi pasar mata uang global, penyelesaian perdagangan internasional, dan dominasi jangka panjang dolar AS. Seiring semakin banyak ekonomi utama mengikuti pola diversifikasi cadangan serupa, potensi perubahan struktural dalam sistem moneter internasional menjadi semakin nyata, memperkuat dorongan BRICS menuju kemandirian moneter yang lebih besar dan pengurangan ketergantungan pada infrastruktur keuangan Barat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)