Ada kesenjangan signifikan antara apa yang diyakini pengembang blockchain bahwa lembaga keuangan butuhkan dan apa yang benar-benar penting di ruang rapat. Faktanya, kepercayaan institusional merupakan hambatan terbesar untuk ekspansi Aset Dunia Nyata (RWA) dalam ekosistem kripto. Jack Kong, CEO Nano Labs, baru-baru ini mengidentifikasi bahwa ini bukan masalah kapasitas teknis, melainkan kepastian, privasi, dan kontrol.
Mengapa Lembaga Lebih Mengutamakan Kepercayaan Daripada Inovasi Teknologi
Bank dan dana investasi utamanya tidak menilai apakah solusi tersebut “on-chain” atau “off-chain”. Analisis mereka berfokus pada tiga pilar: seberapa banyak privasi yang kami tawarkan?, apakah kami mematuhi regulasi?, apakah kami dapat mengakses likuiditas tanpa eksposur berlebihan? Kekhawatiran ini menjelaskan mengapa kemungkinan besar lembaga tradisional tidak langsung melompat ke blockchain publik. Kepercayaan terhadap sistem terdesentralisasi masih belum mencapai standar yang diminta oleh para pelaku korporat ini.
Dari Rantai Privat ke Ekosistem Hibrida: Jalur Realistis Menuju RWA
Strategi realistis yang semakin banyak diadopsi mengusung model dua lapis. Pertama, lembaga meluncurkan blockchain privat untuk men-tokenisasi dan mengelola aset sensitif di bawah kendali penuh. Kedua, mereka menghubungkan jaringan privat ini secara selektif ke dunia blockchain publik menggunakan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs (ZKP) dan Fully Homomorphic Encryption (FHE). Pendekatan hibrida ini menghormati kepercayaan institusional sekaligus memanfaatkan likuiditas dan transparansi DeFi, tanpa mengorbankan privasi maupun kepatuhan regulasi.
River dan Perlombaan Infrastruktur RWA
Pasar sedang memvalidasi transisi ini secara tegas. River baru-baru ini mengalami peningkatan valuasi sebesar 2300%, didorong oleh dinamika likuiditas yang mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur RWA. Fenomena ini bukanlah kecelakaan spekulatif, melainkan bukti bahwa kompetisi nyata untuk membangun infrastruktur yang menghubungkan aset tradisional dengan kripto baru saja dimulai. Platform yang mampu menggabungkan kepercayaan institusional dengan efisiensi desentralisasi akan menentukan siklus berikutnya dari sektor ini.
Kepercayaan tetap menjadi aset paling berharga dalam adopsi RWA, melampaui kemajuan teknologi semata.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kepercayaan Institusional, Bukan Teknologi, Menentukan Masa Depan RWA
Ada kesenjangan signifikan antara apa yang diyakini pengembang blockchain bahwa lembaga keuangan butuhkan dan apa yang benar-benar penting di ruang rapat. Faktanya, kepercayaan institusional merupakan hambatan terbesar untuk ekspansi Aset Dunia Nyata (RWA) dalam ekosistem kripto. Jack Kong, CEO Nano Labs, baru-baru ini mengidentifikasi bahwa ini bukan masalah kapasitas teknis, melainkan kepastian, privasi, dan kontrol.
Mengapa Lembaga Lebih Mengutamakan Kepercayaan Daripada Inovasi Teknologi
Bank dan dana investasi utamanya tidak menilai apakah solusi tersebut “on-chain” atau “off-chain”. Analisis mereka berfokus pada tiga pilar: seberapa banyak privasi yang kami tawarkan?, apakah kami mematuhi regulasi?, apakah kami dapat mengakses likuiditas tanpa eksposur berlebihan? Kekhawatiran ini menjelaskan mengapa kemungkinan besar lembaga tradisional tidak langsung melompat ke blockchain publik. Kepercayaan terhadap sistem terdesentralisasi masih belum mencapai standar yang diminta oleh para pelaku korporat ini.
Dari Rantai Privat ke Ekosistem Hibrida: Jalur Realistis Menuju RWA
Strategi realistis yang semakin banyak diadopsi mengusung model dua lapis. Pertama, lembaga meluncurkan blockchain privat untuk men-tokenisasi dan mengelola aset sensitif di bawah kendali penuh. Kedua, mereka menghubungkan jaringan privat ini secara selektif ke dunia blockchain publik menggunakan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs (ZKP) dan Fully Homomorphic Encryption (FHE). Pendekatan hibrida ini menghormati kepercayaan institusional sekaligus memanfaatkan likuiditas dan transparansi DeFi, tanpa mengorbankan privasi maupun kepatuhan regulasi.
River dan Perlombaan Infrastruktur RWA
Pasar sedang memvalidasi transisi ini secara tegas. River baru-baru ini mengalami peningkatan valuasi sebesar 2300%, didorong oleh dinamika likuiditas yang mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur RWA. Fenomena ini bukanlah kecelakaan spekulatif, melainkan bukti bahwa kompetisi nyata untuk membangun infrastruktur yang menghubungkan aset tradisional dengan kripto baru saja dimulai. Platform yang mampu menggabungkan kepercayaan institusional dengan efisiensi desentralisasi akan menentukan siklus berikutnya dari sektor ini.
Kepercayaan tetap menjadi aset paling berharga dalam adopsi RWA, melampaui kemajuan teknologi semata.