Di pasar aset digital yang terus fluktuatif, melindungi modal Anda adalah prioritas utama. Stop loss dan take profit adalah dua alat perdagangan yang kuat yang membantu pedagang menutup posisi secara otomatis pada harga yang telah ditentukan. Ini bukan hanya fungsi, tetapi strategi manajemen risiko yang efektif yang harus dikuasai oleh setiap trader.
Mengapa trader perlu menerapkan stop loss?
Saat Anda memasuki perdagangan, harga dapat bergerak ke dua arah: menguntungkan atau tidak menguntungkan. Stop loss bertindak sebagai “sakelar pengaman” otomatis. Jika harga bergerak melawan ekspektasi, stop loss akan dipicu pada harga yang telah Anda tentukan sebelumnya, membantu mencegah kerugian lebih lanjut.
Sebaliknya, take profit adalah alat yang membantu Anda “mengunci” keuntungan saat harga bergerak menguntungkan. Alih-alih menunggu tanpa batas waktu, Anda dapat menjual secara otomatis saat Anda mencapai target harga yang ditetapkan. Bersama-sama, kedua alat ini membentuk “peti keuntungan dan pelat lindung nilai” untuk setiap perdagangan Anda.
Trader berpengalaman tahu bahwa pengendalian risiko adalah kunci kesuksesan. Stop loss dan take profit bukanlah kerugian atau kurang percaya diri, tetapi merupakan tanda disiplin trading.
Cara Menetapkan Target dan Berhenti Harga Secara Efektif
Untuk menggunakan alat ini, Anda perlu memahami cara kerjanya. Pertama, Anda menetapkan “harga pemicu” – harga di mana sistem akan mulai mengeksekusi pesanan. Selanjutnya, Anda menentukan “harga pesanan” – harga terakhir yang ingin Anda jual atau beli.
Penting untuk dicatat bahwa jika harga pasar tidak pernah menyentuh harga pemicu, pesanan Anda tidak akan dipicu. Posisi dan margin Anda tetap sama. Saat order dieksekusi, posisi yang ada akan ditutup atau posisi baru akan terbuka tergantung pada pengaturan Anda.
Ada poin teknis yang perlu diperhatikan: ada dua jenis order – stop order reguler dan trigger order. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa pesanan pemicu tidak mengunci margin atau posisi Anda sampai dipicu.
Kesalahan umum saat menggunakan alat ini
Faktanya, ada banyak situasi yang dapat membuat stop loss atau take profit order gagal. Pertama, jika jumlah posisi TP/SL melebihi batas maksimum yang diizinkan oleh sistem, pesanan tidak akan dieksekusi.
Kedua, ketika pasar berfluktuasi tajam (fluktuatif), pesanan TP/SL mungkin tidak segera diisi. Hal ini terjadi karena setelah aktivasi, sistem menggunakan harga pasar saat ini untuk melakukan pemesanan, dan dalam situasi yang bergejolak, harga dapat melonjak melampaui ekspektasi.
Ketiga, jika Anda memiliki pesanan berlawanan arah (tidak termasuk pesanan pengurangan saja) dalam daftar pesanan tertunda, pesanan ini dapat membuka posisi baru segera setelah pesanan TP/SL dipicu. Pada saat itu, sistem akan memeriksa margin Anda lagi, dan jika tidak cukup, pesanan TP/SL akan gagal.
Ringkasan Strategi Perlindungan Modal
Stop loss dan take profit bukanlah alat opsional – mereka adalah komponen inti dari setiap rencana perdagangan yang baik. Dengan menggunakannya dengan benar, pedagang dapat meminimalkan kerugian yang tidak perlu dan mempertahankan keuntungan yang terkunci. Pertimbangkan untuk menetapkan stop loss dan take profit sebagai kebiasaan, bukan terkecuali, untuk membangun disiplin perdagangan yang kuat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Stop Loss dan Take Profit: Alat pengelolaan risiko penting dalam trading
Di pasar aset digital yang terus fluktuatif, melindungi modal Anda adalah prioritas utama. Stop loss dan take profit adalah dua alat perdagangan yang kuat yang membantu pedagang menutup posisi secara otomatis pada harga yang telah ditentukan. Ini bukan hanya fungsi, tetapi strategi manajemen risiko yang efektif yang harus dikuasai oleh setiap trader.
Mengapa trader perlu menerapkan stop loss?
Saat Anda memasuki perdagangan, harga dapat bergerak ke dua arah: menguntungkan atau tidak menguntungkan. Stop loss bertindak sebagai “sakelar pengaman” otomatis. Jika harga bergerak melawan ekspektasi, stop loss akan dipicu pada harga yang telah Anda tentukan sebelumnya, membantu mencegah kerugian lebih lanjut.
Sebaliknya, take profit adalah alat yang membantu Anda “mengunci” keuntungan saat harga bergerak menguntungkan. Alih-alih menunggu tanpa batas waktu, Anda dapat menjual secara otomatis saat Anda mencapai target harga yang ditetapkan. Bersama-sama, kedua alat ini membentuk “peti keuntungan dan pelat lindung nilai” untuk setiap perdagangan Anda.
Trader berpengalaman tahu bahwa pengendalian risiko adalah kunci kesuksesan. Stop loss dan take profit bukanlah kerugian atau kurang percaya diri, tetapi merupakan tanda disiplin trading.
Cara Menetapkan Target dan Berhenti Harga Secara Efektif
Untuk menggunakan alat ini, Anda perlu memahami cara kerjanya. Pertama, Anda menetapkan “harga pemicu” – harga di mana sistem akan mulai mengeksekusi pesanan. Selanjutnya, Anda menentukan “harga pesanan” – harga terakhir yang ingin Anda jual atau beli.
Penting untuk dicatat bahwa jika harga pasar tidak pernah menyentuh harga pemicu, pesanan Anda tidak akan dipicu. Posisi dan margin Anda tetap sama. Saat order dieksekusi, posisi yang ada akan ditutup atau posisi baru akan terbuka tergantung pada pengaturan Anda.
Ada poin teknis yang perlu diperhatikan: ada dua jenis order – stop order reguler dan trigger order. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa pesanan pemicu tidak mengunci margin atau posisi Anda sampai dipicu.
Kesalahan umum saat menggunakan alat ini
Faktanya, ada banyak situasi yang dapat membuat stop loss atau take profit order gagal. Pertama, jika jumlah posisi TP/SL melebihi batas maksimum yang diizinkan oleh sistem, pesanan tidak akan dieksekusi.
Kedua, ketika pasar berfluktuasi tajam (fluktuatif), pesanan TP/SL mungkin tidak segera diisi. Hal ini terjadi karena setelah aktivasi, sistem menggunakan harga pasar saat ini untuk melakukan pemesanan, dan dalam situasi yang bergejolak, harga dapat melonjak melampaui ekspektasi.
Ketiga, jika Anda memiliki pesanan berlawanan arah (tidak termasuk pesanan pengurangan saja) dalam daftar pesanan tertunda, pesanan ini dapat membuka posisi baru segera setelah pesanan TP/SL dipicu. Pada saat itu, sistem akan memeriksa margin Anda lagi, dan jika tidak cukup, pesanan TP/SL akan gagal.
Ringkasan Strategi Perlindungan Modal
Stop loss dan take profit bukanlah alat opsional – mereka adalah komponen inti dari setiap rencana perdagangan yang baik. Dengan menggunakannya dengan benar, pedagang dapat meminimalkan kerugian yang tidak perlu dan mempertahankan keuntungan yang terkunci. Pertimbangkan untuk menetapkan stop loss dan take profit sebagai kebiasaan, bukan terkecuali, untuk membangun disiplin perdagangan yang kuat.