Memahami Trailing Stop: Proteksi Profit Otomatis dalam Trading

Saat Anda melakukan trading dan harga bergerak menguntungkan, seringkali muncul dilema: kapan seharusnya menutup posisi untuk mengamankan keuntungan? Trailing stop adalah mekanisme yang dirancang untuk menjawab pertanyaan ini. Sebagai instrumen perdagangan lanjutan, trailing stop memungkinkan Anda untuk menjaga keuntungan yang telah diraih sekaligus tetap membuka peluang untuk profit lebih besar jika harga terus bergerak ke arah yang menguntungkan.

Bagaimana Trailing Stop Sebenarnya Bekerja?

Trailing stop pada dasarnya adalah perintah penjualan yang secara otomatis mengeksekusi pesanan pada level harga spesifik di atas atau di bawah harga pasar terkini. Yang membedakan dengan stop order biasa adalah “trailing” atau pengikutan: setiap kali harga bergerak ke arah yang menguntungkan, level stop akan otomatis bergeser mengikuti tren harga tersebut.

Bayangkan Anda membeli aset dengan harga masuk $100. Anda menetapkan trailing stop untuk menjual pada posisi tertentu di bawah harga pasar. Jika harga naik ke $150, level stop Anda tidak tetap di $100—melainkan ikut bergerak naik. Dengan demikian, Anda terlindungi dari kerugian signifikan, namun tetap terbuka untuk keuntungan lebih jauh jika harga terus membaik.

Dua Varian Utama: Persentase dan Konstan

Ada dua cara Anda bisa mengatur trailing stop, tergantung preferensi dan strategi trading Anda.

Trailing Stop Persentase: Anda menetapkan margin keamanan dalam bentuk persentase dari harga pasar saat ini. Sebagai contoh, jika harga sekarang $200 dan Anda menetapkan trailing stop 10% di bawahnya, maka stop level berada di $180. Jika harga kemudian naik ke $300, stop Anda otomatis bergeser ke $270 (10% di bawah $300). Namun, jika harga turun dan mencapai titik di mana selisihnya mencapai 10%, pesanan pasar akan langsung terpicu.

Trailing Stop Konstan: Alih-alih persentase, Anda menetapkan jarak harga tetap dalam nilai mata uang (misalnya USD). Contohnya, jika Anda menetapkan trailing stop $25 di bawah harga pasar pada level $150, maka stop Anda berada di $125. Ketika harga melonjak ke $200, stop bergeser ke $175 ($25 di bawahnya). Jika harga turun hingga $175, pesanan akan eksekusi.

Skenario Praktis dengan Trailing Stop

Mari kita lihat bagaimana trailing stop beraksi dalam kondisi nyata untuk memahami perbedaan kedua tipe tersebut dengan lebih jelas.

Contoh Skenario Persentase: Posisi awal Anda dengan harga $100, trailing stop 10% di bawah harga pasar:

  • Harga turun langsung ke $90 → Trailing stop terpicu, pesanan pasar dieksekusi, Anda keluar di $90.
  • Harga naik ke $150, kemudian turun ke $140 → Stop tidak terpicu karena level stop sudah bergeser ke $135. Penurunan harga baru saja terjadi 7%, belum mencapai threshold 10%.
  • Harga naik ke $200, lalu turun 10% ke $180 → Trailing stop terpicu, Anda keluar dengan harga $180.

Contoh Skenario Konstan: Posisi awal Anda dengan harga $100, trailing stop $30 di bawah:

  • Harga turun $30 ke $70 → Trailing stop terpicu, Anda exit di $70.
  • Harga naik ke $150, turun $20 ke $130 → Stop tidak terpicu, karena level stop seharusnya $120 ($30 di bawah harga tertinggi $150).
  • Harga naik ke $200, turun $30 ke $170 → Trailing stop terpicu, Anda exit di $170.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menggunakan trailing stop, pahami batasan dan risiko berikut:

  • Margin Anda tidak dibekukan: Posisi dan margin tetap bisa digunakan untuk keperluan lain sampai trailing stop benar-benar terpicu. Pastikan Anda memiliki margin yang cukup untuk menghindari likuidasi tak terduga.

  • Tidak selalu berhasil terpicu: Trailing stop mungkin gagal terpicu karena beberapa alasan teknis—pembatasan harga pasar, keterbatasan jumlah posisi terbuka, margin tidak memadai, sistem berada dalam status non-trading, atau kesalahan teknis lainnya.

  • Eksekusi pesanan pasar tidak dijamin: Bahkan setelah trailing stop berhasil terpicu dan dikonversi menjadi pesanan pasar, pesanan tersebut mungkin tidak dieksekusi dengan segera atau sepenuhnya (liquidity issue). Pesanan yang belum terisi akan tetap tersedia di daftar Pesanan Terbuka.

Trailing stop adalah alat yang ampuh untuk mengelola risiko dan mengoptimalkan exit strategy. Namun, seperti semua instrumen trading, memerlukan pemahaman mendalam tentang mekanisme kerjanya dan batasan yang ada.

Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)