Bearish flag adalah salah satu pola analisis teknis yang paling sering dihadapi para trader di pasar keuangan. Pola ini terbentuk ketika terjadi penurunan harga yang tajam diikuti dengan periode konsolidasi lateral. Memahami cara kerja, mengidentifikasi, dan memperdagangkan bearish flag dengan benar dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam strategi trading Anda.
Anatomis Bearish Flag: Apa Sebenarnya yang Anda Lihat di Chart?
Sebelum memahami cara memperdagangkan bearish flag, penting untuk mengenal komponen-komponennya. Formasi ini terdiri dari dua bagian utama yang sangat berbeda dalam sifat dan fungsinya.
Flagpole adalah fase pertama dalam pembentukan bearish flag. Ini adalah pergerakan downtrend yang tajam dan signifikan, di mana harga turun dalam satu arah yang kuat tanpa banyak resistensi. Panjang flagpole bisa bervariasi dari beberapa persen hingga ratusan persen, tergantung pada tingkat volatilitas aset. Pergerakan ini mencerminkan kepanikan penjual atau ekspansi ekspektasi bearish di pasar.
Flag adalah fase kedua, berlawanan dengan flagpole. Setelah turun tajam, harga memasuki periode konsolidasi di mana pembeli mulai mencoba menekan kembali harga sambil penjual tetap aktif. Periode ini membentuk pola lateral dengan garis tren yang miring ke bawah atau sejajar. Volume cenderung menurun signifikan selama fase ini, menunjukkan bahwa minat pelaku pasar sedang berkurang.
Perbedaan fundamental antara bearish flag dan bull flag adalah arah tren yang dominan. Bearish flag muncul dalam konteks downtrend yang kuat dan memprediksi kelanjutan penurunan. Sebaliknya, bull flag muncul saat uptrend dan mengisyaratkan kelanjutan kenaikan.
Cara Mengidentifikasi Bearish Flag dengan Akurat
Mengidentifikasi bearish flag memerlukan keahlian dan pengalaman. Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk menemukan formasi ini di chart Anda.
Deteksi Downtrend Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah memastikan Anda berada dalam konteks downtrend yang jelas. Downtrend ditandai dengan serangkaian lower highs dan lower lows selama periode waktu tertentu. Ini adalah fondasi penting karena bearish flag adalah pola kelanjutan—tidak dapat terbentuk tanpa tren turun yang mapan.
Temukan Penurunan Tajam yang Signifikan
Setelah memastikan downtrend, carilah penurunan harga yang sangat cepat dan nyata—ini adalah flagpole Anda. Pergerakan ini harus jelas terlihat di chart dan mewakili akumulasi tekanan jual dalam periode waktu yang relatif singkat.
Identifikasi Konsolidasi Lateral
Setelah flagpole terbentuk, amati bagaimana harga bereaksi. Jika terjadi periode konsolidasi dengan garis tren yang miring menurun atau sejajar, maka Anda telah menemukan bagian “flag” dari formasi. Garis tren atas dan bawah flag harus relatif sejajar atau membentuk sudut yang konsisten.
Analisis Volume sebagai Konfirmasi
Volume memainkan peran krusial dalam validasi bearish flag. Selama fase flagpole, volume harus tinggi, mencerminkan tekanan jual yang intens. Selama fase flag (konsolidasi), volume idealnya turun signifikan. Volume rendah selama konsolidasi adalah sinyal positif bahwa energi bearish masih tertampung dan siap untuk breakout.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Formasi
Tidak semua bearish flag memiliki tingkat keandalan yang sama. Beberapa faktor eksternal dan internal mempengaruhi seberapa kuat sinyal yang diberikan pola ini.
Volume Trading
Volume adalah indikator pertama yang harus dievaluasi. Bearish flag dengan volume tinggi selama fase flagpole dan volume rendah selama konsolidasi menunjukkan formasi yang kuat. Volume tinggi selama flag justru mengisyaratkan kemungkinan false breakout atau reversalnya formasi.
Durasi Konsolidasi
Durasi yang terlalu pendek (kurang dari beberapa bar) mungkin tidak memberikan cukup waktu bagi pasar untuk menetapkan struktur baru, yang dapat menghasilkan breakout yang tidak stabil. Di sisi lain, formasi yang terlalu lama dapat menunjukkan kelemahan bearish dan meningkatkan risiko reversalnya.
Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
Bearish flag yang terbentuk dalam downtrend yang kuat dan konsisten jauh lebih dapat diandalkan dibanding yang muncul saat pasar sedang dalam fase konsolidasi atau ketidakpastian. Pemahaman tentang sentimen pasar yang lebih luas sangat mempengaruhi tingkat akurasi sinyal.
Strategi Masuk Pasar dengan Bearish Flag
Mengenali bearish flag bukanlah tujuan akhir—Anda perlu tahu kapan dan bagaimana memasuki posisi untuk mendapatkan keuntungan dari formasi ini.
Pendekatan Breakout
Strategi pertama adalah menunggu harga menembus garis tren bawah flag. Ketika breakout terjadi, ini mengkonfirmasi bahwa pola telah selesai dan tren turun siap melanjut. Entry pada saat breakout memberikan entry point yang relatif jelas dengan risiko yang terdefinisi dengan baik. Selalu gunakan order stop-loss untuk melindungi dari false breakout.
Pendekatan Retest
Strategi alternatif adalah menunggu price retest (pengujian ulang) terhadap breakout level. Setelah harga menembus garis tren bawah, tidak jarang ia akan kembali untuk menguji level tersebut sebelum melanjutkan penurunan. Entry pada level retest ini sering memberikan risk-reward ratio yang lebih baik karena stop-loss dapat ditempatkan lebih ketat.
Manajemen Risiko: Menentukan Stop Loss dan Target Profit
Tidak ada strategi trading yang sempurna tanpa manajemen risiko yang ketat. Untuk bearish flag, terdapat beberapa cara yang telah terbukti efektif.
Penempatan Stop Loss
Opsi pertama adalah menempatkan stop-loss di atas garis tren atas flag. Jika harga menembus di atas level ini, itu menandakan bahwa pola gagal dan tren bearish telah berakhir. Opsi kedua adalah menempatkan stop loss di atas swing high terakhir sebelum formasi terbentuk. Pilihan penempatan tergantung pada toleransi risiko dan ukuran akun Anda.
Target Keuntungan dengan Metode Proyeksi
Metode paling populer adalah mengukur jarak flagpole (dari puncak ke bagian bawah penurunan), kemudian memproyeksikan jarak yang sama dari titik breakout ke bawah. Misalnya, jika flagpole berjarak $100, dan breakout terjadi pada level $500, target profit bisa ditetapkan pada $400 ($500 - $100).
Memanfaatkan Level Support dan Resistance
Alternatif lain adalah mengidentifikasi level support yang signifikan di bawah formasi dan menetapkan target profit di dekat level tersebut. Pendekatan ini menghubungkan analisis bearish flag dengan struktur chart yang lebih besar.
Ukuran Posisi dan Rasio Risk-Reward
Manajemen posisi yang tepat memastikan bahwa satu perdagangan yang rugi tidak menghancurkan akun Anda.
Menentukan Ukuran Posisi
Hitung jarak stop-loss dalam poin atau dolar. Kemudian, tentukan berapa banyak dari akun Anda yang bersedia Anda risiko per perdagangan (biasanya 1-2% untuk trader yang prudent). Bagi jumlah risiko dengan jarak stop-loss untuk mendapatkan ukuran posisi yang tepat.
Contoh: Akun $10.000, risiko 2% per trade = $200. Jika stop-loss berjarak $5 dari entry, maka posisi dapat berjumlah 40 kontrak ($200 ÷ $5 = 40).
Target Rasio Risk-Reward Minimal 1:2
Untuk setiap dolar yang Anda risiko, targetkan setidaknya dua dolar potensi keuntungan. Jika Anda risiko $200, target keuntungan minimal $400. Ini memastikan bahwa potensi keuntungan lebih besar daripada potensi kerugian, membuat trading plan Anda menguntungkan dalam jangka panjang meskipun win rate Anda hanya 40-50%.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kesadaran terhadap perangkap umum dapat menyelamatkan Anda dari kerugian yang tidak perlu.
Mengacaukan Konsolidasi dengan Bearish Flag
Tidak semua periode konsolidasi adalah bearish flag. Perbedaan krusialnya adalah bahwa bearish flag adalah pola kelanjutan yang harus didahului oleh penurunan tajam dan terjadi dalam konteks downtrend. Konsolidasi biasa mungkin terjadi tanpa context downtrend yang jelas.
Mengabaikan Konteks Pasar yang Lebih Luas
Memperdagangkan bearish flag dalam isolasi adalah kesalahan besar. Selalu pertimbangkan tren jangka panjang, faktor fundamental, dan indikator teknis lainnya. Formasi yang terlihat sempurna bisa menghasilkan false signal jika konteks pasar tidak mendukung.
Melupakan Analisis Volume
Volume rendah yang tidak konsisten selama konsolidasi menunjukkan formasi yang lemah. Mengabaikan sinyal volume dapat membuat Anda masuk pada trade dengan probabilitas kemenangan yang lebih rendah.
Mengintegrasikan Tools Teknis Lainnya dengan Bearish Flag
Kekuatan bearish flag meningkat drastis ketika dikombinasikan dengan indikator dan tools lainnya.
Moving Average sebagai Konfirmasi Tren
Jika harga berada di bawah moving average 200-hari (atau periode yang relevan untuk timeframe Anda) dan bearish flag muncul, ini memberikan konfirmasi tambahan bahwa tren bearish masih kuat. Pembentukan flag di bawah moving average utama memperkuat sinyal.
Garis Tren untuk Identifikasi Level Teknis
Gunakan garis tren yang lebih luas untuk menghubungkan swing-lows dalam downtrend. Jika bearish flag terbentuk di area support yang didefinisikan oleh garis tren utama, entry dan stop-loss point menjadi lebih jelas dan terstruktur.
Fibonacci Retracement untuk Target Presisi
Fibonacci levels dapat digunakan untuk mengidentifikasi target profit yang lebih presisi. Jika flagpole merupakan penurunan signifikan, gunakan Fibonacci retracement dari swing-high ke low. Target profit dapat ditetapkan pada 38.2%, 50%, atau 61.8% retracement level, tergantung pada agresivitas strategi Anda.
Variasi dan Evolusi Pola Bearish Flag
Tidak semua formasi bearish flag terlihat identik. Trader harus mengenali variasi-variasinya.
Pennant Bearish
Pennant adalah varian di mana flag berbentuk segitiga simetris yang mengecil. Flagpole tetap merupakan penurunan tajam, namun konsolidasi membentuk pola segitiga yang menyempit. Trading pennant bearish mengikuti prinsip yang sama, tetapi breakout sering terjadi dengan momentum yang lebih eksplosif.
Channel Turun
Varian ini terjadi ketika flag bukan berbentuk netral, tetapi miring ke bawah dengan garis tren paralel. Channel turun menunjukkan bias bearish yang lebih kuat selama konsolidasi, seringkali menghasilkan breakout yang lebih kuat pula.
Kesimpulan: Memanfaatkan Bearish Flag untuk Keputusan Trading yang Lebih Baik
Bearish flag adalah alat yang powerful dalam arsenal trader, khususnya bagi mereka yang fokus pada analisis teknis. Memahami struktur komponen (flagpole dan flag), mengidentifikasinya dengan akurat, dan menerapkan strategi entry-exit yang terukur dapat meningkatkan konsistensi dan profitabilitas trading Anda.
Kunci kesuksesan adalah kombinasi dari pengenalan pola yang tepat, manajemen risiko yang disiplin, dan integrasi dengan indikator teknis lainnya. Jangan lupa bahwa tidak ada strategi trading yang memberikan tingkat akurasi 100%, dan setiap perdagangan membawa risiko. Gunakan bearish flag sebagai bagian dari sistem trading yang holistik, bukan sebagai sinyal standalone yang berdiri sendiri. Dengan pendekatan yang terstruktur dan pengalaman yang bertambah, Anda akan semakin mahir dalam memanfaatkan peluang yang ditawarkan pola bearish flag di pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menguasai Bearish Flag: Panduan Praktis untuk Trader Modern
Bearish flag adalah salah satu pola analisis teknis yang paling sering dihadapi para trader di pasar keuangan. Pola ini terbentuk ketika terjadi penurunan harga yang tajam diikuti dengan periode konsolidasi lateral. Memahami cara kerja, mengidentifikasi, dan memperdagangkan bearish flag dengan benar dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam strategi trading Anda.
Anatomis Bearish Flag: Apa Sebenarnya yang Anda Lihat di Chart?
Sebelum memahami cara memperdagangkan bearish flag, penting untuk mengenal komponen-komponennya. Formasi ini terdiri dari dua bagian utama yang sangat berbeda dalam sifat dan fungsinya.
Flagpole adalah fase pertama dalam pembentukan bearish flag. Ini adalah pergerakan downtrend yang tajam dan signifikan, di mana harga turun dalam satu arah yang kuat tanpa banyak resistensi. Panjang flagpole bisa bervariasi dari beberapa persen hingga ratusan persen, tergantung pada tingkat volatilitas aset. Pergerakan ini mencerminkan kepanikan penjual atau ekspansi ekspektasi bearish di pasar.
Flag adalah fase kedua, berlawanan dengan flagpole. Setelah turun tajam, harga memasuki periode konsolidasi di mana pembeli mulai mencoba menekan kembali harga sambil penjual tetap aktif. Periode ini membentuk pola lateral dengan garis tren yang miring ke bawah atau sejajar. Volume cenderung menurun signifikan selama fase ini, menunjukkan bahwa minat pelaku pasar sedang berkurang.
Perbedaan fundamental antara bearish flag dan bull flag adalah arah tren yang dominan. Bearish flag muncul dalam konteks downtrend yang kuat dan memprediksi kelanjutan penurunan. Sebaliknya, bull flag muncul saat uptrend dan mengisyaratkan kelanjutan kenaikan.
Cara Mengidentifikasi Bearish Flag dengan Akurat
Mengidentifikasi bearish flag memerlukan keahlian dan pengalaman. Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk menemukan formasi ini di chart Anda.
Deteksi Downtrend Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah memastikan Anda berada dalam konteks downtrend yang jelas. Downtrend ditandai dengan serangkaian lower highs dan lower lows selama periode waktu tertentu. Ini adalah fondasi penting karena bearish flag adalah pola kelanjutan—tidak dapat terbentuk tanpa tren turun yang mapan.
Temukan Penurunan Tajam yang Signifikan
Setelah memastikan downtrend, carilah penurunan harga yang sangat cepat dan nyata—ini adalah flagpole Anda. Pergerakan ini harus jelas terlihat di chart dan mewakili akumulasi tekanan jual dalam periode waktu yang relatif singkat.
Identifikasi Konsolidasi Lateral
Setelah flagpole terbentuk, amati bagaimana harga bereaksi. Jika terjadi periode konsolidasi dengan garis tren yang miring menurun atau sejajar, maka Anda telah menemukan bagian “flag” dari formasi. Garis tren atas dan bawah flag harus relatif sejajar atau membentuk sudut yang konsisten.
Analisis Volume sebagai Konfirmasi
Volume memainkan peran krusial dalam validasi bearish flag. Selama fase flagpole, volume harus tinggi, mencerminkan tekanan jual yang intens. Selama fase flag (konsolidasi), volume idealnya turun signifikan. Volume rendah selama konsolidasi adalah sinyal positif bahwa energi bearish masih tertampung dan siap untuk breakout.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Formasi
Tidak semua bearish flag memiliki tingkat keandalan yang sama. Beberapa faktor eksternal dan internal mempengaruhi seberapa kuat sinyal yang diberikan pola ini.
Volume Trading
Volume adalah indikator pertama yang harus dievaluasi. Bearish flag dengan volume tinggi selama fase flagpole dan volume rendah selama konsolidasi menunjukkan formasi yang kuat. Volume tinggi selama flag justru mengisyaratkan kemungkinan false breakout atau reversalnya formasi.
Durasi Konsolidasi
Durasi yang terlalu pendek (kurang dari beberapa bar) mungkin tidak memberikan cukup waktu bagi pasar untuk menetapkan struktur baru, yang dapat menghasilkan breakout yang tidak stabil. Di sisi lain, formasi yang terlalu lama dapat menunjukkan kelemahan bearish dan meningkatkan risiko reversalnya.
Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
Bearish flag yang terbentuk dalam downtrend yang kuat dan konsisten jauh lebih dapat diandalkan dibanding yang muncul saat pasar sedang dalam fase konsolidasi atau ketidakpastian. Pemahaman tentang sentimen pasar yang lebih luas sangat mempengaruhi tingkat akurasi sinyal.
Strategi Masuk Pasar dengan Bearish Flag
Mengenali bearish flag bukanlah tujuan akhir—Anda perlu tahu kapan dan bagaimana memasuki posisi untuk mendapatkan keuntungan dari formasi ini.
Pendekatan Breakout
Strategi pertama adalah menunggu harga menembus garis tren bawah flag. Ketika breakout terjadi, ini mengkonfirmasi bahwa pola telah selesai dan tren turun siap melanjut. Entry pada saat breakout memberikan entry point yang relatif jelas dengan risiko yang terdefinisi dengan baik. Selalu gunakan order stop-loss untuk melindungi dari false breakout.
Pendekatan Retest
Strategi alternatif adalah menunggu price retest (pengujian ulang) terhadap breakout level. Setelah harga menembus garis tren bawah, tidak jarang ia akan kembali untuk menguji level tersebut sebelum melanjutkan penurunan. Entry pada level retest ini sering memberikan risk-reward ratio yang lebih baik karena stop-loss dapat ditempatkan lebih ketat.
Manajemen Risiko: Menentukan Stop Loss dan Target Profit
Tidak ada strategi trading yang sempurna tanpa manajemen risiko yang ketat. Untuk bearish flag, terdapat beberapa cara yang telah terbukti efektif.
Penempatan Stop Loss
Opsi pertama adalah menempatkan stop-loss di atas garis tren atas flag. Jika harga menembus di atas level ini, itu menandakan bahwa pola gagal dan tren bearish telah berakhir. Opsi kedua adalah menempatkan stop loss di atas swing high terakhir sebelum formasi terbentuk. Pilihan penempatan tergantung pada toleransi risiko dan ukuran akun Anda.
Target Keuntungan dengan Metode Proyeksi
Metode paling populer adalah mengukur jarak flagpole (dari puncak ke bagian bawah penurunan), kemudian memproyeksikan jarak yang sama dari titik breakout ke bawah. Misalnya, jika flagpole berjarak $100, dan breakout terjadi pada level $500, target profit bisa ditetapkan pada $400 ($500 - $100).
Memanfaatkan Level Support dan Resistance
Alternatif lain adalah mengidentifikasi level support yang signifikan di bawah formasi dan menetapkan target profit di dekat level tersebut. Pendekatan ini menghubungkan analisis bearish flag dengan struktur chart yang lebih besar.
Ukuran Posisi dan Rasio Risk-Reward
Manajemen posisi yang tepat memastikan bahwa satu perdagangan yang rugi tidak menghancurkan akun Anda.
Menentukan Ukuran Posisi
Hitung jarak stop-loss dalam poin atau dolar. Kemudian, tentukan berapa banyak dari akun Anda yang bersedia Anda risiko per perdagangan (biasanya 1-2% untuk trader yang prudent). Bagi jumlah risiko dengan jarak stop-loss untuk mendapatkan ukuran posisi yang tepat.
Contoh: Akun $10.000, risiko 2% per trade = $200. Jika stop-loss berjarak $5 dari entry, maka posisi dapat berjumlah 40 kontrak ($200 ÷ $5 = 40).
Target Rasio Risk-Reward Minimal 1:2
Untuk setiap dolar yang Anda risiko, targetkan setidaknya dua dolar potensi keuntungan. Jika Anda risiko $200, target keuntungan minimal $400. Ini memastikan bahwa potensi keuntungan lebih besar daripada potensi kerugian, membuat trading plan Anda menguntungkan dalam jangka panjang meskipun win rate Anda hanya 40-50%.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kesadaran terhadap perangkap umum dapat menyelamatkan Anda dari kerugian yang tidak perlu.
Mengacaukan Konsolidasi dengan Bearish Flag
Tidak semua periode konsolidasi adalah bearish flag. Perbedaan krusialnya adalah bahwa bearish flag adalah pola kelanjutan yang harus didahului oleh penurunan tajam dan terjadi dalam konteks downtrend. Konsolidasi biasa mungkin terjadi tanpa context downtrend yang jelas.
Mengabaikan Konteks Pasar yang Lebih Luas
Memperdagangkan bearish flag dalam isolasi adalah kesalahan besar. Selalu pertimbangkan tren jangka panjang, faktor fundamental, dan indikator teknis lainnya. Formasi yang terlihat sempurna bisa menghasilkan false signal jika konteks pasar tidak mendukung.
Melupakan Analisis Volume
Volume rendah yang tidak konsisten selama konsolidasi menunjukkan formasi yang lemah. Mengabaikan sinyal volume dapat membuat Anda masuk pada trade dengan probabilitas kemenangan yang lebih rendah.
Mengintegrasikan Tools Teknis Lainnya dengan Bearish Flag
Kekuatan bearish flag meningkat drastis ketika dikombinasikan dengan indikator dan tools lainnya.
Moving Average sebagai Konfirmasi Tren
Jika harga berada di bawah moving average 200-hari (atau periode yang relevan untuk timeframe Anda) dan bearish flag muncul, ini memberikan konfirmasi tambahan bahwa tren bearish masih kuat. Pembentukan flag di bawah moving average utama memperkuat sinyal.
Garis Tren untuk Identifikasi Level Teknis
Gunakan garis tren yang lebih luas untuk menghubungkan swing-lows dalam downtrend. Jika bearish flag terbentuk di area support yang didefinisikan oleh garis tren utama, entry dan stop-loss point menjadi lebih jelas dan terstruktur.
Fibonacci Retracement untuk Target Presisi
Fibonacci levels dapat digunakan untuk mengidentifikasi target profit yang lebih presisi. Jika flagpole merupakan penurunan signifikan, gunakan Fibonacci retracement dari swing-high ke low. Target profit dapat ditetapkan pada 38.2%, 50%, atau 61.8% retracement level, tergantung pada agresivitas strategi Anda.
Variasi dan Evolusi Pola Bearish Flag
Tidak semua formasi bearish flag terlihat identik. Trader harus mengenali variasi-variasinya.
Pennant Bearish
Pennant adalah varian di mana flag berbentuk segitiga simetris yang mengecil. Flagpole tetap merupakan penurunan tajam, namun konsolidasi membentuk pola segitiga yang menyempit. Trading pennant bearish mengikuti prinsip yang sama, tetapi breakout sering terjadi dengan momentum yang lebih eksplosif.
Channel Turun
Varian ini terjadi ketika flag bukan berbentuk netral, tetapi miring ke bawah dengan garis tren paralel. Channel turun menunjukkan bias bearish yang lebih kuat selama konsolidasi, seringkali menghasilkan breakout yang lebih kuat pula.
Kesimpulan: Memanfaatkan Bearish Flag untuk Keputusan Trading yang Lebih Baik
Bearish flag adalah alat yang powerful dalam arsenal trader, khususnya bagi mereka yang fokus pada analisis teknis. Memahami struktur komponen (flagpole dan flag), mengidentifikasinya dengan akurat, dan menerapkan strategi entry-exit yang terukur dapat meningkatkan konsistensi dan profitabilitas trading Anda.
Kunci kesuksesan adalah kombinasi dari pengenalan pola yang tepat, manajemen risiko yang disiplin, dan integrasi dengan indikator teknis lainnya. Jangan lupa bahwa tidak ada strategi trading yang memberikan tingkat akurasi 100%, dan setiap perdagangan membawa risiko. Gunakan bearish flag sebagai bagian dari sistem trading yang holistik, bukan sebagai sinyal standalone yang berdiri sendiri. Dengan pendekatan yang terstruktur dan pengalaman yang bertambah, Anda akan semakin mahir dalam memanfaatkan peluang yang ditawarkan pola bearish flag di pasar.