Likuidasi dalam perdagangan cryptocurrency: ancaman yang harus dipahami oleh setiap trader

Dunia cryptocurrency dikenal dengan volatilitasnya yang ekstrem. Harga dapat melonjak atau jatuh sebesar 20-30% dalam hitungan jam, menciptakan peluang keuntungan yang luar biasa sekaligus risiko mematikan bagi trader yang tidak berhati-hati. Salah satu mekanisme paling merusak di pasar cryptocurrency adalah fenomena likuidasi. Bagi mereka yang melakukan trading dengan leverage (margin trading), likuidasi bisa berarti kehilangan seluruh dana dalam hitungan menit.

Memahami mekanisme likuidasi sangat penting bagi siapa saja yang mempertimbangkan trading cryptocurrency dengan menggunakan dana pinjaman. Artikel ini mengungkap inti dari likuidasi, menjelaskan bagaimana dan mengapa hal itu terjadi, dan yang paling penting — bagaimana meminimalkan kemungkinan mengalaminya.

Volatilitas cryptocurrency dan risiko likuidasi: mengapa posisi tertutup secara otomatis

Di pasar keuangan tradisional, perdagangan dihentikan saat akhir pekan dan di malam hari. Pasar cryptocurrency beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Ini berarti harga bergerak terus-menerus, tidak memberi trader waktu untuk beristirahat. Dengan leverage, bahkan pergerakan kecil yang tak terduga bisa berubah menjadi bencana.

Likuidasi adalah penutupan posisi trading secara paksa yang dilakukan oleh bursa itu sendiri. Terjadi ketika bursa menentukan bahwa trader tidak lagi memiliki cukup dana (margin) untuk mempertahankan posisi terbuka sesuai kondisi pasar saat ini. Dengan kata lain, jika pasar bergerak melawan posisi Anda dan margin Anda tidak lagi memenuhi standar yang diperlukan, platform secara otomatis akan melikuidasi posisi Anda, menutup transaksi pada harga pasar.

Proses ini sepenuhnya otomatis dan tidak berbelas kasihan. Bursa tidak menunggu sampai Anda menyadari masalah — mereka langsung menutup posisi, seringkali pada harga terburuk di pasar.

Mekanisme likuidasi: bagaimana bursa menutup posisi trader

Memahami mekanisme likuidasi dapat dibantu dengan contoh berikut. Misalnya, Anda memiliki $1000 dan menggunakan leverage 10x untuk membeli cryptocurrency. Posisi Anda sekarang bernilai $10.000. Margin awal Anda adalah $1000 (dana sendiri), sisanya pinjaman.

Jika harga cryptocurrency ini turun hanya 10%, posisi Anda akan bernilai $9000. Kerugian Anda sebesar $1000 — sama dengan seluruh margin awal Anda. Pada titik ini, bursa mengirimkan “margin call” — permintaan untuk menambah dana agar posisi tetap terbuka. Jika Anda tidak melakukan apa-apa dan tidak menambah dana, posisi Anda akan dilikuidasi.

Dalam praktiknya, saat margin call muncul, trader biasanya punya waktu beberapa menit bahkan detik untuk mengambil keputusan. Dalam kondisi volatilitas tinggi, waktu ini bisa berkurang lagi. Jika trader tidak merespons atau tidak memiliki dana tambahan, bursa akan beralih ke likuidasi otomatis posisi tersebut.

Setiap bursa mengenakan biaya untuk likuidasi. Ini adalah insentif finansial agar trader menutup posisi secara sukarela sebelum terjadi likuidasi paksa. Lebih baik kehilangan 1-2% dari biaya saat menutup sendiri daripada kehilangan jauh lebih besar saat posisi dilikuidasi secara paksa.

Harga likuidasi dan margin call: ambang kritis bagi trader crypto

Harga likuidasi adalah level di mana posisi Anda akan otomatis ditutup. Ini bukan angka tetap, melainkan indikator dinamis yang bergantung pada beberapa faktor.

Faktor-faktor yang menentukan harga likuidasi:

  • Besarnya leverage yang digunakan (10x, 50x, 100x, dll.)
  • Saldo akun Anda saat ini
  • Persentase margin pemeliharaan yang dibutuhkan (biasanya 1-5% tergantung bursa)
  • Jumlah awal margin
  • Volatilitas cryptocurrency tertentu

Misalnya, jika Anda membuka posisi dengan leverage 10x dan margin awal $100, persyaratan margin pemeliharaan bisa sekitar $50 (0,5% dari posisi). Ini berarti jika margin Anda turun di bawah $50, posisi akan dilikuidasi.

Margin call adalah peringatan dari bursa yang datang sebelum likuidasi. Memberikan kesempatan kepada trader untuk menambah dana dan menghindari penutupan otomatis. Namun, dalam kondisi volatilitas tinggi, margin call bisa berubah menjadi likuidasi dalam hitungan detik.

Likuidasi parsial dan penuh: konsekuensi bagi trader cryptocurrency

Ada dua jenis likuidasi yang berbeda berdasarkan skala kerugian.

Likuidasi parsial

Hanya sebagian posisi yang dilikuidasi. Terjadi saat kerugian saat ini mencapai level kritis, tetapi bursa berusaha meminimalkan kerugian total. Biasanya ini hasil tindakan sukarela trader yang memutuskan mengurangi posisi untuk mengurangi risiko.

Likuidasi parsial memungkinkan trader menyimpan sebagian aset dan melanjutkan trading. Ini skenario yang kurang merusak, tetapi tetap berarti kehilangan dana.

Likuidasi penuh

Ini adalah skenario terburuk. Saat terjadi likuidasi penuh, semua aset trader dijual untuk menutup kerugian. Biasanya dilakukan otomatis tanpa peringatan sebelumnya, ketika trader mengabaikan margin call atau tidak sempat merespons.

Dalam likuidasi penuh, tidak hanya margin awal yang dilikuidasi, tetapi juga dana pinjaman. Dalam situasi ekstrem, bisa muncul saldo negatif — kerugian melebihi dana sendiri dan seluruh pinjaman.

Ketika ini terjadi, bursa biasanya menggunakan dana penyangga (insurance fund) untuk menutup kerugian. Dana ini berasal dari biaya likuidasi dan sumber lain, dan berfungsi sebagai perlindungan bagi trader dari kebangkrutan total. Namun, ini tidak berarti kerugian hilang — mereka hanya didistribusikan ke peserta lain dalam ekosistem.

Strategi terbukti untuk perlindungan: bagaimana meminimalkan risiko likuidasi

Kabar baiknya: risiko likuidasi bisa dikurangi secara signifikan dengan disiplin dan manajemen risiko yang tepat.

Aturan 1-3% risiko per transaksi

Ini adalah salah satu alat manajemen risiko paling andal. Tentukan berapa persen dari saldo trading Anda yang bersedia Anda risikokan dalam satu posisi, dan patuhi aturan ini. Trader profesional menyarankan jangan pernah mengambil risiko lebih dari 1-3% dari saldo dalam satu transaksi.

Matematikanya sederhana: jika Anda mengambil risiko 2% per transaksi, untuk kehilangan seluruh saldo, Anda harus kalah 50 transaksi berturut-turut. Di pasar crypto, dengan disiplin minimal, skenario ini sangat kecil kemungkinannya.

Menggunakan order stop-loss

Stop-loss adalah alat yang secara otomatis menutup posisi Anda saat harga mencapai level tertentu. Ini adalah “pengaman” terhadap kerugian besar. Daripada menunggu margin call dan likuidasi, Anda sudah menentukan batas kerugian maksimal yang siap Anda terima.

Misalnya, jika Anda masuk posisi di harga $100, Anda bisa menempatkan stop-loss di $98 (2% kerugian). Saat harga mencapai level ini, order otomatis menutup posisi, melindungi sisa saldo dari kerugian lebih lanjut.

Stop-loss membutuhkan waktu untuk dipasang, tetapi waktu ini sangat berharga. Dalam margin trading, ini adalah keharusan. Beberapa bursa juga menawarkan “trailing stop” — stop-loss dinamis yang otomatis naik saat harga bergerak menguntungkan.

Mengurangi leverage

Leverage adalah pedang bermata dua. Ia memperbesar keuntungan sekaligus kerugian. Pemula dan trader kurang berpengalaman sebaiknya menghindari leverage tinggi (50x, 100x). Mulailah dari leverage 2-5x dan tingkatkan hanya setelah mendapatkan pengalaman dan profit yang stabil.

Kesalahan umum dan pelajaran dari likuidasi crypto

Banyak trader menjadi korban likuidasi karena melakukan kesalahan berulang:

Kesalahan 1: Overestimasi kemampuan sendiri. Pemula melihat satu trading sukses lalu langsung meningkatkan leverage dan ukuran posisi. Hasilnya — likuidasi saat pergerakan kecil.

Kesalahan 2: Trading emosional. Ketakutan dan keserakahan membuat trader mengabaikan stop-loss dan menambah posisi yang rugi. Ini jalan langsung ke likuidasi.

Kesalahan 3: Tidak punya rencana. Trader masuk posisi tanpa rencana keluar yang jelas. Mereka tidak tahu di mana menempatkan stop-loss atau level ambil keuntungan.

Kesalahan 4: Mengabaikan margin call. Saat margin call datang, trader punya peluang menyelamatkan diri dengan menambah dana atau menutup sebagian posisi. Banyak yang mengabaikan peringatan ini, mengandalkan “ketajaman” pasar. Biasanya berakhir dengan likuidasi.

Likuidasi di trading crypto bukan sekadar risiko teoretis, melainkan ancaman nyata yang setiap hari menyebabkan kerugian trader. Namun, dengan pendekatan manajemen risiko yang tepat, penggunaan order stop-loss, dan mengikuti aturan 1-3% risiko per transaksi, Anda bisa sangat mengurangi kemungkinan menghadapi likuidasi yang tidak diinginkan. Ingat: dalam trading crypto, bertahan hidup lebih penting daripada sekadar meraih keuntungan. Lindungi modal Anda terlebih dahulu, dan keuntungan akan mengikuti secara alami.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)