Ketika Anda memutuskan untuk berpartisipasi dalam pertambangan likuiditas DeFi, kalkulator kerugian tak pasti menjadi masalah pertama yang harus diselesaikan. Alat ini dapat membantu investor memperkirakan risiko secara akurat, menghindari jebakan fluktuasi harga. Sejak gelombang DeFi muncul, produk keuangan terdesentralisasi seperti Compound, Uniswap, dan lainnya bermunculan, dan pertambangan likuiditas menarik banyak trader karena insentif ganda berupa pembagian biaya transaksi dan hadiah token tata kelola. Namun, sedikit yang menyadari bahwa di balik potensi keuntungan tinggi ini tersembunyi risiko mematikan—kerugian tak pasti.
Mengapa Pertambangan Likuiditas Menimbulkan Kerugian Tak Pasti
Memberikan dana ke dalam kolam likuiditas bukan operasi tanpa risiko. Ketika Anda menyediakan likuiditas untuk pasangan ETH/USDC, Anda harus menyetor kedua token secara proporsional. Tapi kunci di sini adalah, kolam likuiditas harus selalu menjaga produk tetap konstan—yaitu jumlah kedua token harus tetap memenuhi persamaan tertentu.
Bayangkan skenario ini: Anda menyetor 10 ETH dan 1000 USDC. Jika harga ETH naik, protokol secara otomatis akan menjual sebagian ETH untuk membeli USDC guna menjaga keseimbangan kolam, yang berarti jumlah ETH yang Anda miliki akan berkurang, dan Anda kehilangan sebagian keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Sebaliknya, jika harga ETH turun, protokol akan menjual USDC untuk membeli ETH, sehingga jumlah ETH Anda bertambah, tetapi harga token sudah turun, yang bisa menyebabkan total aset menyusut.
Kerugian ini disebut “tak pasti” karena selama token tetap berada di kolam likuiditas, kerugian ini bersifat fluktuatif. Baru setelah Anda menarik dana dan keluar dari kolam, kerugian ini menjadi nyata. Biasanya, kita menghitungnya dengan membandingkan “total aset setelah pertambangan terus-menerus” dan “total aset jika hanya memegang token secara sederhana”.
Prinsip dan Rumus Inti Perhitungan Kerugian Tak Pasti
Memahami prinsip matematika di balik kerugian tak pasti adalah prasyarat utama menggunakan kalkulator ini. Dalam model Automated Market Maker (AMM) dengan produk konstan, jika awalnya kita memiliki a token A dan b token B, maka rumus produk konstan adalah: a × b = c (di mana c adalah konstanta).
Ketika harga token A berubah dari Pa ke harga baru, kolam perlu melakukan penyeimbangan ulang. Berdasarkan rumus produk konstan, jumlah token baru dapat dihitung sebagai berikut:
Jumlah token A baru = √(c / Harga baru)
Jumlah token B baru = √(c × Harga baru)
Untuk memahami perubahan ini secara visual, kita gunakan contoh konkret.
Perhitungan Kerugian Tak Pasti dalam Pertambangan ETH-USDC
Kondisi awal:
Jumlah ETH: 10
Jumlah USDC: 1000
Harga ETH: 100 USDC
c = 10 × 1000 = 10.000
Skema 1: Harga ETH naik 10% ke 110 USDC
Perubahan aset saat pertambangan:
ETH baru = √(10.000 ÷ 110) ≈ 9.535
USDC baru = √(10.000 × 110) ≈ 1.048,81
Nilai total aset = 9.535 × 110 + 1.048,81 ≈ 2.097,66 USDC
Jika tidak melakukan pertambangan, hanya memegang aset awal:
Dari kedua contoh ini, dapat disimpulkan bahwa rumus umum kerugian tak pasti, ketika kolam menggunakan rasio 1:1 dan salah satu token adalah stablecoin, adalah:
Kerugian tak pasti = [(r+2) - 2√(r+1)] ÷ (r+2)
di mana r adalah faktor perubahan harga. Jika rasio staking token berbeda, hasilnya dapat dikalibrasi dengan mengalikan sesuai proporsi perubahan harga terhadap token tertentu.
Perbandingan dan Analisis Kerugian Tak Pasti dalam Berbagai Situasi
Temuan utama satu: Semakin besar fluktuasi harga, semakin besar kerugian tak pasti
Dari contoh di atas, terlihat bahwa baik kenaikan maupun penurunan harga menyebabkan kerugian tak pasti, dan tingkat kerugian ini tidak linier terhadap besarnya fluktuasi—semakin besar volatilitas, semakin tinggi rasio kerugian.
Temuan utama dua: Penurunan harga menyebabkan kerugian tak pasti lebih besar daripada kenaikan
Dalam fluktuasi yang sama, kerugian saat harga turun lebih besar daripada saat harga naik. Ini karena perhitungan kerugian berbasis persentase, dan saat harga turun, basisnya lebih kecil. Menggunakan kalkulator kerugian tak pasti, Anda akan melihat ketidakseimbangan ini secara jelas.
Temuan utama tiga: Rasio token yang tidak seimbang justru dapat mengurangi kerugian tak pasti
Ini mungkin terdengar kontraintuitif: bukan semakin besar porsi stablecoin, semakin kecil kerugian tak pasti, melainkan semakin tidak seimbang rasio staking kedua token, semakin kecil nilai absolut kerugian tak pasti. Hal ini karena ketika satu token mendominasi, pengaruh fluktuasi harga terhadap total aset menjadi lebih teredam.
Saran Penilaian Risiko Saat Memilih Kolam Pertambangan
Langkah pertama: Gunakan kalkulator kerugian tak pasti untuk simulasi
Sebelum berinvestasi, masukkan parameter pasangan token dan rentang fluktuasi harga yang diharapkan ke kalkulator. Dengan begitu, Anda dapat melihat potensi kerugian terburuk dan membuat keputusan secara rasional.
Langkah kedua: Prioritaskan kolam likuiditas dengan pasangan stablecoin
Kolam ETH/USDC, BTC/USDT, dan sejenisnya, karena satu pihak relatif stabil, dan fluktuasi pihak lain dapat diimbangi secara efektif, sehingga kerugian tak pasti lebih terkendali.
Langkah ketiga: Hati-hati dengan kolam altcoin yang sangat volatil
Beberapa token kecil menawarkan imbal hasil pertambangan yang menarik, tetapi volatilitas harga yang tinggi bisa menghapus semua keuntungan bahkan menyebabkan kerugian modal. Menggunakan kalkulator kerugian tak pasti untuk mensimulasikan skenario terburuk sangat dianjurkan.
Bahkan dalam pasangan yang sama, rasio kolam yang berbeda akan mempengaruhi kerugian tak pasti. Bandingkan hasilnya dengan kalkulator untuk rasio 1:1, 2:1, dan lainnya, dan pilih konfigurasi yang paling sesuai.
Perkembangan Pasar DeFi dan Pengambilan Keputusan Investor
Sejak munculnya gelombang DeFi, pasar keuangan terdesentralisasi telah mengalami berbagai siklus. Pertambangan likuiditas memang memberikan keuntungan besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pasar juga menghadapi berbagai insiden keamanan kontrak pintar. Menggunakan kalkulator kerugian tak pasti secara ilmiah untuk menilai risiko telah menjadi keharusan, bukan lagi pilihan.
Setiap investor yang terlibat dalam pertambangan likuiditas harus menyadari bahwa kerugian tak pasti bukan biaya kecil yang bisa diabaikan—mereka bisa menjadi faktor penentu total keuntungan. Dengan menggunakan kalkulator ini secara tepat dan memahami risiko dalam berbagai kondisi pasar, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana di dunia DeFi. Meskipun masa depan DeFi masih menghadapi tantangan teknis dan risiko, pemahaman mendalam tentang konsep inti kerugian tak pasti adalah keharusan bagi setiap penyedia likuiditas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gunakan kalkulator kerugian impermanent untuk menilai risiko penambangan likuiditas secara akurat
Ketika Anda memutuskan untuk berpartisipasi dalam pertambangan likuiditas DeFi, kalkulator kerugian tak pasti menjadi masalah pertama yang harus diselesaikan. Alat ini dapat membantu investor memperkirakan risiko secara akurat, menghindari jebakan fluktuasi harga. Sejak gelombang DeFi muncul, produk keuangan terdesentralisasi seperti Compound, Uniswap, dan lainnya bermunculan, dan pertambangan likuiditas menarik banyak trader karena insentif ganda berupa pembagian biaya transaksi dan hadiah token tata kelola. Namun, sedikit yang menyadari bahwa di balik potensi keuntungan tinggi ini tersembunyi risiko mematikan—kerugian tak pasti.
Mengapa Pertambangan Likuiditas Menimbulkan Kerugian Tak Pasti
Memberikan dana ke dalam kolam likuiditas bukan operasi tanpa risiko. Ketika Anda menyediakan likuiditas untuk pasangan ETH/USDC, Anda harus menyetor kedua token secara proporsional. Tapi kunci di sini adalah, kolam likuiditas harus selalu menjaga produk tetap konstan—yaitu jumlah kedua token harus tetap memenuhi persamaan tertentu.
Bayangkan skenario ini: Anda menyetor 10 ETH dan 1000 USDC. Jika harga ETH naik, protokol secara otomatis akan menjual sebagian ETH untuk membeli USDC guna menjaga keseimbangan kolam, yang berarti jumlah ETH yang Anda miliki akan berkurang, dan Anda kehilangan sebagian keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Sebaliknya, jika harga ETH turun, protokol akan menjual USDC untuk membeli ETH, sehingga jumlah ETH Anda bertambah, tetapi harga token sudah turun, yang bisa menyebabkan total aset menyusut.
Kerugian ini disebut “tak pasti” karena selama token tetap berada di kolam likuiditas, kerugian ini bersifat fluktuatif. Baru setelah Anda menarik dana dan keluar dari kolam, kerugian ini menjadi nyata. Biasanya, kita menghitungnya dengan membandingkan “total aset setelah pertambangan terus-menerus” dan “total aset jika hanya memegang token secara sederhana”.
Prinsip dan Rumus Inti Perhitungan Kerugian Tak Pasti
Memahami prinsip matematika di balik kerugian tak pasti adalah prasyarat utama menggunakan kalkulator ini. Dalam model Automated Market Maker (AMM) dengan produk konstan, jika awalnya kita memiliki a token A dan b token B, maka rumus produk konstan adalah: a × b = c (di mana c adalah konstanta).
Ketika harga token A berubah dari Pa ke harga baru, kolam perlu melakukan penyeimbangan ulang. Berdasarkan rumus produk konstan, jumlah token baru dapat dihitung sebagai berikut:
Jumlah token A baru = √(c / Harga baru)
Jumlah token B baru = √(c × Harga baru)
Untuk memahami perubahan ini secara visual, kita gunakan contoh konkret.
Perhitungan Kerugian Tak Pasti dalam Pertambangan ETH-USDC
Kondisi awal:
Skema 1: Harga ETH naik 10% ke 110 USDC
Perubahan aset saat pertambangan:
Jika tidak melakukan pertambangan, hanya memegang aset awal:
Kerugian tak pasti = (2.100 - 2.097,66) ÷ 2.100 ≈ 0,112%
Skema 2: Harga ETH turun 10% ke 90 USDC
Perubahan aset:
Memegang aset awal:
Kerugian tak pasti = (1.900 - 1.897,37) ÷ 1.900 ≈ 0,138%
Dari kedua contoh ini, dapat disimpulkan bahwa rumus umum kerugian tak pasti, ketika kolam menggunakan rasio 1:1 dan salah satu token adalah stablecoin, adalah:
Kerugian tak pasti = [(r+2) - 2√(r+1)] ÷ (r+2)
di mana r adalah faktor perubahan harga. Jika rasio staking token berbeda, hasilnya dapat dikalibrasi dengan mengalikan sesuai proporsi perubahan harga terhadap token tertentu.
Perbandingan dan Analisis Kerugian Tak Pasti dalam Berbagai Situasi
Temuan utama satu: Semakin besar fluktuasi harga, semakin besar kerugian tak pasti
Dari contoh di atas, terlihat bahwa baik kenaikan maupun penurunan harga menyebabkan kerugian tak pasti, dan tingkat kerugian ini tidak linier terhadap besarnya fluktuasi—semakin besar volatilitas, semakin tinggi rasio kerugian.
Temuan utama dua: Penurunan harga menyebabkan kerugian tak pasti lebih besar daripada kenaikan
Dalam fluktuasi yang sama, kerugian saat harga turun lebih besar daripada saat harga naik. Ini karena perhitungan kerugian berbasis persentase, dan saat harga turun, basisnya lebih kecil. Menggunakan kalkulator kerugian tak pasti, Anda akan melihat ketidakseimbangan ini secara jelas.
Temuan utama tiga: Rasio token yang tidak seimbang justru dapat mengurangi kerugian tak pasti
Ini mungkin terdengar kontraintuitif: bukan semakin besar porsi stablecoin, semakin kecil kerugian tak pasti, melainkan semakin tidak seimbang rasio staking kedua token, semakin kecil nilai absolut kerugian tak pasti. Hal ini karena ketika satu token mendominasi, pengaruh fluktuasi harga terhadap total aset menjadi lebih teredam.
Saran Penilaian Risiko Saat Memilih Kolam Pertambangan
Langkah pertama: Gunakan kalkulator kerugian tak pasti untuk simulasi
Sebelum berinvestasi, masukkan parameter pasangan token dan rentang fluktuasi harga yang diharapkan ke kalkulator. Dengan begitu, Anda dapat melihat potensi kerugian terburuk dan membuat keputusan secara rasional.
Langkah kedua: Prioritaskan kolam likuiditas dengan pasangan stablecoin
Kolam ETH/USDC, BTC/USDT, dan sejenisnya, karena satu pihak relatif stabil, dan fluktuasi pihak lain dapat diimbangi secara efektif, sehingga kerugian tak pasti lebih terkendali.
Langkah ketiga: Hati-hati dengan kolam altcoin yang sangat volatil
Beberapa token kecil menawarkan imbal hasil pertambangan yang menarik, tetapi volatilitas harga yang tinggi bisa menghapus semua keuntungan bahkan menyebabkan kerugian modal. Menggunakan kalkulator kerugian tak pasti untuk mensimulasikan skenario terburuk sangat dianjurkan.
Langkah keempat: Perhatikan pengaturan rasio staking token
Bahkan dalam pasangan yang sama, rasio kolam yang berbeda akan mempengaruhi kerugian tak pasti. Bandingkan hasilnya dengan kalkulator untuk rasio 1:1, 2:1, dan lainnya, dan pilih konfigurasi yang paling sesuai.
Perkembangan Pasar DeFi dan Pengambilan Keputusan Investor
Sejak munculnya gelombang DeFi, pasar keuangan terdesentralisasi telah mengalami berbagai siklus. Pertambangan likuiditas memang memberikan keuntungan besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pasar juga menghadapi berbagai insiden keamanan kontrak pintar. Menggunakan kalkulator kerugian tak pasti secara ilmiah untuk menilai risiko telah menjadi keharusan, bukan lagi pilihan.
Setiap investor yang terlibat dalam pertambangan likuiditas harus menyadari bahwa kerugian tak pasti bukan biaya kecil yang bisa diabaikan—mereka bisa menjadi faktor penentu total keuntungan. Dengan menggunakan kalkulator ini secara tepat dan memahami risiko dalam berbagai kondisi pasar, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana di dunia DeFi. Meskipun masa depan DeFi masih menghadapi tantangan teknis dan risiko, pemahaman mendalam tentang konsep inti kerugian tak pasti adalah keharusan bagi setiap penyedia likuiditas.