Setiap trader cryptocurrency pasti ingin mendapatkan keuntungan dari momen puncak pasar. Ketika sebuah koin melambung dan orang berbicara tentang trading ATH, banyak yang ingin menangkap gelombang tersebut. Tapi seberapa realistiskah untuk menghasilkan uang saat harga cryptocurrency mencapai rekor tertingginya? Dalam materi ini, kita akan membahas bagaimana cara kerja trading ATH, strategi apa yang membantu mendapatkan keuntungan, dan yang terpenting—bagaimana menghindari kerugian akibat volatilitas.
Apa yang perlu diketahui tentang ATH sebelum trading
ATH (All-Time High)—ini hanyalah penanda harga tertinggi di mana sebuah aset pernah diperdagangkan. Jika berbicara secara spesifik tentang Bitcoin, pada tahun 2021 harganya mencapai $69.040. Tapi zaman berubah. Menurut data terakhir pada Februari 2026, rekor tertinggi BTC sudah mencapai $126.080—hampir dua kali lipat lima tahun sebelumnya.
Trading ATH bukan sekadar panik di depan layar monitor. Ini adalah salah satu periode paling menarik dan berbahaya di pasar cryptocurrency. Ketika harga mendekati rekor sebelumnya, pasar mulai dilanda FOMO (fear of missing out). Di satu sisi, para hodler lama buru-buru menjual di atas. Di sisi lain—pemula pun bergegas membeli, takut kehilangan keuntungan.
Penting dipahami: ATH bukan jaminan kenaikan lebih lanjut. Ini hanyalah titik di grafik. Mencapai rekor tertinggi satu koin tidak menjamin apa pun. Bisa terjadi koreksi, sideways, atau kelanjutan kenaikan. Semuanya tergantung dari impuls pasar, berita proyek, dan suasana hati secara umum.
Dalam praktiknya, ATH sering menjadi level resistance yang cukup signifikan. Banyak trader menempatkan take-profit di sana, menunggu koreksi. Oleh karena itu, saat harga menembus ATH, tekanan dari seller bisa sangat kuat. Ini harus dipertimbangkan saat merencanakan trading ATH.
Strategi Bullish: Menangkap Breakout ATH
Metode klasik—beli sebelum harga menembus rekor tertinggi dan untung dari kelanjutan kenaikan. Kedengarannya simpel, tapi membutuhkan disiplin.
Cara menemukan titik masuk:
Pertama, lihat grafiknya. Tunggu sampai harga benar-benar mendekati ATH. Tanda baik—volume perdagangan meningkat. Jika volume bertambah seiring kenaikan harga, ini menunjukkan minat beli yang meningkat. Bisa jadi ini sinyal impuls bullish yang cukup kuat untuk menembus resistance.
Kedua—konfirmasi. Jangan langsung masuk saat harga menyentuh ATH pertama kali. Tunggu sampai harga menembus level tersebut sebagai bukti breakout. Bisa jadi sentuhan kedua dan harga naik lebih tinggi. Bisa juga ada berita positif tentang proyeknya. Yang utama—pastikan ini bukan false breakout.
Menempatkan stop-loss:
Setelah masuk posisi, tempatkan stop-loss sedikit di bawah level breakout. Ini sebagai perlindungan dari kegagalan. Jika harga berbalik dan turun, stop-loss membatasi kerugian. Besaran stop-loss biasanya 2-5% dari nilai posisi, tergantung toleransi risiko.
Mengamankan profit secara bertahap:
Jangan menunggu harga naik 100%. Bisa gunakan trailing stop—order yang mengikuti kenaikan harga dan mengunci sebagian profit saat berbalik. Atau tetapkan target secara bertahap: keluar saat profit +10%, lalu +25%, dan sisakan sebagian untuk potensi breakout berikutnya.
Strategi Bearish: Untung dari Koreksi Setelah ATH
Tidak semua ingin menangkap breakout. Trader berpengalaman sering bermain di koreksi—penurunan harga setelah percobaan menembus ATH. Ini juga bisa menguntungkan.
Mengidentifikasi koreksi:
Setelah upaya menembus ATH, biasanya terjadi koreksi. Harga turun, volume meningkat ke bawah, trader mulai keluar dari posisi long. Indikator teknikal (RSI, MACD) memberi sinyal melemahnya impuls. Saatnya membuka posisi short.
Masuk posisi short:
Tunggu konfirmasi koreksi. Tanda-tanda—harga turun di bawah level support utama, tidak mampu kembali di atasnya. Jika yakin, buka posisi short. Di limit order, tempatkan harga di bawah ATH.
Bisa juga pakai derivatif—futures atau perpetual swaps. Mereka memberi fleksibilitas lebih dan memungkinkan memperbesar posisi dengan leverage.
Perlindungan dan keluar:
Tempatkan stop-loss di atas ATH—jika harga kembali di atas, keluar. Amankan profit dengan trailing stop yang mengikuti penurunan harga.
Manajemen risiko dalam trading ATH
Yang terpenting dalam trading ATH adalah menghindari kerugian akibat volatilitas. Beberapa aturan:
Jangan risiko lebih dari yang mampu hilang. Biasanya disarankan risiko maksimal 1-2% dari total modal per transaksi. Untuk ATH, ini sangat penting—volatilitas bisa sangat tinggi.
Jangan trading hanya karena hype. FOMO adalah musuh nomor satu saat trading ATH. Jika semua bilang “koin akan melambung lebih tinggi”, belum tentu benar. Periksa fundamental proyek, lihat pengembangan, pembaruan. Tradinglah secara sadar.
Gunakan analisis teknikal dengan benar. RSI dan MACD adalah alat bantu, bukan ramalan pasti. Mereka menunjukkan potensi pembalikan, tapi tidak menjamin. Gabungkan beberapa indikator dan level support/resistance.
Disiplin adalah kunci. Ikuti rencana trading dan patuhi aturan. Jika kondisi tidak memenuhi syarat masuk, lewati saja. Lebih baik kehilangan 100% profit daripada kehilangan modal karena emosi.
Ketika ATH Bertemu Realitas
Rekor tertinggi hanyalah level menarik, bukan candlestick magic. Setelah breakout, bisa terjadi koreksi 20-30%. Atau bisa sideways selama berbulan-bulan. ATH tidak mengubah hukum pasar.
Trading ATH yang benar membutuhkan pemahaman tidak hanya harga, tapi juga apa yang terjadi dengan proyeknya. Jika ada pengembangan serius, berita, kemitraan—kemungkinan kenaikan akan berlanjut. Jika hanya hype semata—tunggu koreksi.
Ingat: data masa lalu tidak menjamin masa depan. Pada 2021, BTC di $69.040 dan tampak seperti puncak. Lima tahun kemudian, ATH baru hampir dua kali lipat. Pasar terus berkembang, dan aturan pun berubah.
Aturan utama yang sederhana: trading ATH sesuai rencana, kelola risiko, dan hindari FOMO. Dengan begitu, trading ATH bisa menjadi sumber keuntungan yang menarik, bukan permainan emosional yang berisiko.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
ATH trading: menghasilkan uang dari harga ekstrem kripto
Setiap trader cryptocurrency pasti ingin mendapatkan keuntungan dari momen puncak pasar. Ketika sebuah koin melambung dan orang berbicara tentang trading ATH, banyak yang ingin menangkap gelombang tersebut. Tapi seberapa realistiskah untuk menghasilkan uang saat harga cryptocurrency mencapai rekor tertingginya? Dalam materi ini, kita akan membahas bagaimana cara kerja trading ATH, strategi apa yang membantu mendapatkan keuntungan, dan yang terpenting—bagaimana menghindari kerugian akibat volatilitas.
Apa yang perlu diketahui tentang ATH sebelum trading
ATH (All-Time High)—ini hanyalah penanda harga tertinggi di mana sebuah aset pernah diperdagangkan. Jika berbicara secara spesifik tentang Bitcoin, pada tahun 2021 harganya mencapai $69.040. Tapi zaman berubah. Menurut data terakhir pada Februari 2026, rekor tertinggi BTC sudah mencapai $126.080—hampir dua kali lipat lima tahun sebelumnya.
Trading ATH bukan sekadar panik di depan layar monitor. Ini adalah salah satu periode paling menarik dan berbahaya di pasar cryptocurrency. Ketika harga mendekati rekor sebelumnya, pasar mulai dilanda FOMO (fear of missing out). Di satu sisi, para hodler lama buru-buru menjual di atas. Di sisi lain—pemula pun bergegas membeli, takut kehilangan keuntungan.
Penting dipahami: ATH bukan jaminan kenaikan lebih lanjut. Ini hanyalah titik di grafik. Mencapai rekor tertinggi satu koin tidak menjamin apa pun. Bisa terjadi koreksi, sideways, atau kelanjutan kenaikan. Semuanya tergantung dari impuls pasar, berita proyek, dan suasana hati secara umum.
Dalam praktiknya, ATH sering menjadi level resistance yang cukup signifikan. Banyak trader menempatkan take-profit di sana, menunggu koreksi. Oleh karena itu, saat harga menembus ATH, tekanan dari seller bisa sangat kuat. Ini harus dipertimbangkan saat merencanakan trading ATH.
Strategi Bullish: Menangkap Breakout ATH
Metode klasik—beli sebelum harga menembus rekor tertinggi dan untung dari kelanjutan kenaikan. Kedengarannya simpel, tapi membutuhkan disiplin.
Cara menemukan titik masuk:
Pertama, lihat grafiknya. Tunggu sampai harga benar-benar mendekati ATH. Tanda baik—volume perdagangan meningkat. Jika volume bertambah seiring kenaikan harga, ini menunjukkan minat beli yang meningkat. Bisa jadi ini sinyal impuls bullish yang cukup kuat untuk menembus resistance.
Kedua—konfirmasi. Jangan langsung masuk saat harga menyentuh ATH pertama kali. Tunggu sampai harga menembus level tersebut sebagai bukti breakout. Bisa jadi sentuhan kedua dan harga naik lebih tinggi. Bisa juga ada berita positif tentang proyeknya. Yang utama—pastikan ini bukan false breakout.
Menempatkan stop-loss:
Setelah masuk posisi, tempatkan stop-loss sedikit di bawah level breakout. Ini sebagai perlindungan dari kegagalan. Jika harga berbalik dan turun, stop-loss membatasi kerugian. Besaran stop-loss biasanya 2-5% dari nilai posisi, tergantung toleransi risiko.
Mengamankan profit secara bertahap:
Jangan menunggu harga naik 100%. Bisa gunakan trailing stop—order yang mengikuti kenaikan harga dan mengunci sebagian profit saat berbalik. Atau tetapkan target secara bertahap: keluar saat profit +10%, lalu +25%, dan sisakan sebagian untuk potensi breakout berikutnya.
Strategi Bearish: Untung dari Koreksi Setelah ATH
Tidak semua ingin menangkap breakout. Trader berpengalaman sering bermain di koreksi—penurunan harga setelah percobaan menembus ATH. Ini juga bisa menguntungkan.
Mengidentifikasi koreksi:
Setelah upaya menembus ATH, biasanya terjadi koreksi. Harga turun, volume meningkat ke bawah, trader mulai keluar dari posisi long. Indikator teknikal (RSI, MACD) memberi sinyal melemahnya impuls. Saatnya membuka posisi short.
Masuk posisi short:
Tunggu konfirmasi koreksi. Tanda-tanda—harga turun di bawah level support utama, tidak mampu kembali di atasnya. Jika yakin, buka posisi short. Di limit order, tempatkan harga di bawah ATH.
Bisa juga pakai derivatif—futures atau perpetual swaps. Mereka memberi fleksibilitas lebih dan memungkinkan memperbesar posisi dengan leverage.
Perlindungan dan keluar:
Tempatkan stop-loss di atas ATH—jika harga kembali di atas, keluar. Amankan profit dengan trailing stop yang mengikuti penurunan harga.
Manajemen risiko dalam trading ATH
Yang terpenting dalam trading ATH adalah menghindari kerugian akibat volatilitas. Beberapa aturan:
Jangan risiko lebih dari yang mampu hilang. Biasanya disarankan risiko maksimal 1-2% dari total modal per transaksi. Untuk ATH, ini sangat penting—volatilitas bisa sangat tinggi.
Jangan trading hanya karena hype. FOMO adalah musuh nomor satu saat trading ATH. Jika semua bilang “koin akan melambung lebih tinggi”, belum tentu benar. Periksa fundamental proyek, lihat pengembangan, pembaruan. Tradinglah secara sadar.
Gunakan analisis teknikal dengan benar. RSI dan MACD adalah alat bantu, bukan ramalan pasti. Mereka menunjukkan potensi pembalikan, tapi tidak menjamin. Gabungkan beberapa indikator dan level support/resistance.
Disiplin adalah kunci. Ikuti rencana trading dan patuhi aturan. Jika kondisi tidak memenuhi syarat masuk, lewati saja. Lebih baik kehilangan 100% profit daripada kehilangan modal karena emosi.
Ketika ATH Bertemu Realitas
Rekor tertinggi hanyalah level menarik, bukan candlestick magic. Setelah breakout, bisa terjadi koreksi 20-30%. Atau bisa sideways selama berbulan-bulan. ATH tidak mengubah hukum pasar.
Trading ATH yang benar membutuhkan pemahaman tidak hanya harga, tapi juga apa yang terjadi dengan proyeknya. Jika ada pengembangan serius, berita, kemitraan—kemungkinan kenaikan akan berlanjut. Jika hanya hype semata—tunggu koreksi.
Ingat: data masa lalu tidak menjamin masa depan. Pada 2021, BTC di $69.040 dan tampak seperti puncak. Lima tahun kemudian, ATH baru hampir dua kali lipat. Pasar terus berkembang, dan aturan pun berubah.
Aturan utama yang sederhana: trading ATH sesuai rencana, kelola risiko, dan hindari FOMO. Dengan begitu, trading ATH bisa menjadi sumber keuntungan yang menarik, bukan permainan emosional yang berisiko.