Bagaimana likuidasi bekerja di bursa dan mengapa mereka menjadi kenyataan bagi trader

Pasar cryptocurrency tidak pernah tidur. Berbeda dengan pasar keuangan tradisional, perdagangan aset berlangsung 24 jam nonstop. Fitur ini menciptakan peluang unik, tetapi sekaligus menimbulkan risiko besar. Salah satu risiko paling serius adalah likuidasi di bursa, yang dapat menghapus posisi trader dalam hitungan menit. Jika Anda berencana menggunakan leverage, penting untuk memahami mekanisme proses ini agar tidak menjadi korbannya.

Mekanisme Likuidasi: Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Posisi Trader

Likuidasi di bursa adalah penutupan otomatis posisi perdagangan peserta. Hal ini hanya terjadi dalam perdagangan margin dengan penggunaan dana pinjaman. Ketika pasar bergerak berlawanan dengan posisi trader, jaminan (dana sendiri) mulai berkurang. Bursa mengharuskan memenuhi rasio margin tertentu. Jika saldo turun di bawah level yang ditetapkan, akan muncul margin call—pemberitahuan bahwa perlu menambah dana ke akun.

Pada saat ini, trader mendapatkan jendela waktu kritis untuk bertindak. Mereka dapat menambah dana yang kurang dan menyelamatkan posisi. Namun jika tidak dilakukan, bursa akan bertindak otomatis. Sistem akan menutup posisi secara paksa dengan menjual aset pada harga pasar. Karena volatilitas tinggi, harga ini bisa jauh di bawah harga masuk. Selain itu, biaya tambahan juga dikenakan untuk likuidasi, yang semakin memperbesar kerugian trader.

Proses ini sangat cepat. Di pasar yang sangat volatil, semuanya bisa terjadi dalam hitungan detik. Trader mungkin tidak sempat menyadari apa yang terjadi. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi alat yang sangat penting.

Mengapa Peserta Menggunakan Leverage dan Risiko Apa yang Ditimbulkannya

Leverage berfungsi sebagai penguat ekonomi. Alih-alih menginvestasikan $1000 dan mendapatkan keuntungan dari $1000, trader bisa menginvestasikan $1000 dari dana sendiri dan mengakses $10.000 dengan leverage 10x. Artinya, jika harga bergerak 1%, keuntungan meningkat 10 kali lipat. Kemampuan ini secara magnetik menarik peserta yang mengidamkan penghasilan besar.

Namun mekanisme ini bekerja dua arah. Jika harga bergerak 1% berlawanan posisi, kerugian juga membesar 10 kali lipat. Bursa mensyaratkan jaminan sebagai perlindungan terhadap pergerakan tidak menguntungkan. Tetapi saat terjadi lonjakan harga yang tajam, bantalan keamanan ini bisa hilang dalam hitungan milidetik.

Volatilitas aset kripto memperkuat bahaya ini. Bitcoin bisa turun 10% dalam satu jam, menciptakan kondisi likuidasi massal di bursa. Ketika banyak posisi ditutup secara bersamaan, akan terjadi gelombang penjualan yang semakin menekan harga. Ini disebut likuidasi berantai, dan dapat menghancurkan portofolio bahkan trader yang berhati-hati sekalipun.

Tingkat Likuidasi dan Faktor-Faktor yang Menentukan Penutupan Posisi di Bursa

Tingkat likuidasi adalah harga di mana posisi akan otomatis ditutup. Ini bukan nilai tetap, melainkan parameter dinamis yang bergantung pada berbagai variabel. Variabel utama adalah leverage yang digunakan. Dengan leverage 10x, tingkat likuidasi jauh lebih dekat ke harga saat ini dibandingkan dengan leverage 2x.

Variabel kedua adalah rasio margin pemeliharaan (maintenance margin ratio). Setiap bursa menetapkan persyaratan berbeda. Ada yang 5%, ada yang 10%. Ini menentukan seberapa besar penurunan modal yang akan memicu penutupan otomatis.

Faktor ketiga adalah sisa dana di akun. Semakin besar dana pinjaman relatif terhadap modal sendiri, semakin tinggi risiko. Sistem secara otomatis memantau saldo ini dan menghitung tingkat likuidasi secara real-time.

Selain itu, biaya trading dan bunga pinjaman juga berpengaruh. Semua parameter ini digabungkan untuk menentukan titik di mana likuidasi di bursa menjadi tak terhindarkan.

Likuidasi Penuh dan Parsial di Bursa Kripto: Apa Bedanya

Ada dua strategi utama dalam menutup posisi bermasalah. Likuidasi parsial dilakukan saat sistem berusaha meminimalkan kerugian. Hanya sebagian posisi yang ditutup—cukup agar rasio margin kembali normal. Biasanya ini adalah keputusan sukarela dari trader yang melihat bahaya dan memilih menutup sebagian posisi secara mandiri, menyisakan sebagian lagi.

Likuidasi penuh adalah langkah ekstrem. Semua aset dalam posisi dijual. Seluruh nilai digunakan untuk menutup kerugian. Biasanya ini adalah proses paksa yang dilakukan bursa ketika trader mengabaikan margin call atau tidak memiliki dana untuk merespons.

Dalam kasus ekstrem, likuidasi di bursa bisa menyebabkan saldo negatif. Peserta tidak hanya kehilangan deposit, tetapi juga berhutang ke bursa. Untuk melindungi trader, sebagian besar bursa kripto menggunakan dana asuransi. Dana ini menutupi kerugian tersebut dari cadangan umum yang dikumpulkan dari biaya transaksi. Namun mekanisme ini tidak selalu sempurna, dan dalam situasi kritis perlindungan bisa tidak cukup.

Cara Efektif Melindungi Diri dari Likuidasi Paksa di Bursa

Trader profesional menggunakan dua metode terbukti yang secara signifikan mengurangi kemungkinan likuidasi bursa yang katastrofik.

Metode pertama—menentukan persentase risiko pribadi. Pertama, tentukan berapa persen dari saldo trading yang bersedia dipertaruhkan dalam satu posisi. Konsensus industri: 1-3% dari total modal per transaksi. Ini memastikan bahwa bahkan jika mengalami 100 kali kerugian beruntun (yang sangat tidak mungkin), akun tidak akan hancur total. Di pasar kripto yang sangat volatil, bantalan ini adalah kebutuhan vital.

Metode kedua—penggunaan stop-loss secara wajib. Ini adalah mekanisme otomatis keluar dari posisi saat kerugian mencapai batas tertentu. Misalnya, menetapkan stop 2% di bawah harga masuk. Jika pasar berbalik, posisi otomatis tertutup dan kerugian terkendali. Tidak perlu pengawasan terus-menerus dan tetap aktif saat trader tidur.

Elemen ketiga—memilih ukuran leverage yang sesuai. Pemula disarankan memulai dengan leverage 2x atau 3x maksimal. Ini memberi bantalan untuk kesalahan. Setelah pengalaman bertambah, leverage bisa ditingkatkan secara perlahan dan hati-hati.

Elemen keempat—memantau tingkat likuidasi secara terus-menerus. Sebelum membuka posisi, harus jelas di level mana otomatis penutupan akan terjadi. Jika level ini terlalu dekat dengan harga saat ini, leverage harus dikurangi.

Semua alat ini bekerja bersama membentuk sistem perlindungan berlapis. Meskipun tidak ada jaminan mutlak, kombinasi ini secara signifikan mengurangi risiko terkena likuidasi.

Gambaran Akhir: Likuidasi di Bursa sebagai Risiko Sistemik

Likuidasi di bursa adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem perdagangan margin. Mereka berfungsi sebagai mekanisme perlindungan bursa dari kerugian, tetapi sekaligus menimbulkan bahaya bagi peserta yang tidak siap. Mekanisme ini bekerja otomatis dan tanpa ampun. Saat ini, likuidasi terjadi setiap hari, menutup posisi trader yang kurang memahami risiko.

Namun, ini bukan akhir dari segalanya. Pemahaman mekanisme likuidasi, penerapan manajemen risiko yang tepat, dan disiplin dalam trading memungkinkan untuk menghindari jebakan ini. Kunci utamanya bukan menghindari risiko (yang tidak mungkin dihindari), tetapi mengelolanya. Pasar kripto akan tetap volatil, tetapi trader yang terlatih dapat berkembang di tengah volatilitas ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)