Saat melakukan perdagangan cryptocurrency, salah satu hal yang tidak bisa dihindari adalah biaya gas. Dalam pemrosesan transaksi di blockchain, diperlukan sumber daya agar jaringan dapat berfungsi, yang disediakan oleh penambang atau validator. Bagi banyak pengguna, mekanisme dan cara perhitungan biaya gas mungkin terlihat rumit, tetapi dengan memahami esensinya, Anda dapat menjalankan transaksi secara lebih efisien.
Memahami Esensi Biaya Gas
Biaya gas adalah imbalan yang diberikan agar transaksi dapat diproses dan disetujui di blockchain. Sama seperti bensin diperlukan agar mobil dapat berjalan, biaya gas sangat penting untuk menjaga keberlangsungan dan keamanan jaringan blockchain.
Saat menjalankan transaksi, sumber daya komputer dari jaringan akan terkonsumsi. Untuk menutupi konsumsi tersebut, pengguna membayar biaya gas kepada penambang (atau validator) sebagai imbalan.
Biaya gas dihitung dengan rumus berikut:
Biaya Gas = Harga Gas × Penggunaan Gas
Harga Gas: Ditampilkan dalam satuan Gwei dan diatur oleh pengirim transaksi. Jika menetapkan harga gas lebih rendah, prioritas penambang akan menurun, waktu pemrosesan bisa lebih lama, atau bahkan transaksi bisa tertunda tanpa diproses sama sekali.
Penggunaan Gas: Menunjukkan jumlah proses komputasi yang diperlukan untuk menjalankan transaksi atau kontrak pintar. Penggunaan ini bisa sangat berbeda tergantung kompleksitas transaksi, misalnya transfer sederhana versus operasi DApp yang rumit.
Mekanisme Biaya Gas di Berbagai Chain
Token yang digunakan untuk membayar biaya gas berbeda tergantung jenis blockchain. Sebagian besar blockchain menggunakan token native mereka sebagai biaya gas.
Blockchain
Token Native
Token Pembayaran Gas
Bitcoin
BTC
BTC
Ethereum
ETH
ETH
Solana
SOL
SOL
Tron
TRX
TRX
BNB Chain
BNB
BNB
Arbitrum
ARB
ETH
Base
-
ETH
Avalanche
AVAX
AVAX
Pada beberapa solusi Layer 2 dan sidechain, pembayaran gas bisa menggunakan token berbeda. Misalnya, di Arbitrum menggunakan ETH, dan di Avalanche C-Chain menggunakan AVAX.
Penyebab Transaksi Gagal karena Kekurangan Gas
Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemula Web3 adalah kegagalan transaksi akibat kekurangan gas. Mari kita lihat skenario tipikal.
Misalnya, wallet Ethereum hanya memiliki USDT dan tidak memiliki ETH, lalu ingin menukar USDT ke ETH. Transaksi ini pasti gagal karena biaya gas Ethereum harus dibayar dengan ETH, bukan USDT. Untuk menghindari kegagalan seperti ini, selalu pastikan wallet memiliki sejumlah kecil token utama (misalnya ETH) untuk membayar biaya gas. Sebagai patokan, disarankan menyimpan minimal sekitar 0.01 ETH untuk menutupi biaya gas.
Meski sudah membayar gas, transaksi bisa tetap gagal. Penyebab umumnya meliputi:
Keterlambatan karena kemacetan jaringan: Saat lalu lintas transaksi meningkat, waktu tunggu akan bertambah. Jika harga gas ditetapkan terlalu rendah, transaksi mungkin kalah bersaing dan tidak diproses penambang.
Perubahan kondisi on-chain yang cepat: Jika token yang akan dikirim digunakan terlebih dahulu di transaksi lain, transaksi tersebut bisa menjadi tidak valid. Contohnya, perubahan mendadak rate swap di DEX atau penggunaan sebagian token di transaksi lain.
Cara Efisien Mengatasi Masalah Biaya Gas
Solusi langsung kekurangan gas
Tambahkan token yang diperlukan untuk membayar gas:
Deposit dari exchange: Kirim token terkait (misalnya TRX, ETH) dari Binance, Gate.io, atau exchange lain ke wallet Anda.
Transfer dari wallet lain: Jika sudah punya wallet lain, transfer token dari sana.
Minta dari teman terpercaya: Minta teman mengirimkan token yang diperlukan.
Gunakan layanan OTC/P2P: Beberapa layanan P2P memungkinkan pertukaran cepat dari fiat ke token gas.
Menghadapi kemacetan jaringan
Saat jaringan padat, tingkatkan harga gas agar transaksi lebih prioritas. Banyak wallet menyediakan preset seperti “Cepat”, “Standar”, dan “Lambat” yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Tips Mengelola Biaya Gas dalam Perdagangan Cryptocurrency
Perencanaan dana sebelumnya
Pastikan wallet memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya gas dan jumlah transaksi. Misalnya, saat menukar 1 ETH, siapkan sekitar 1.01 ETH agar ada buffer.
Memilih chain yang tepat
Biaya gas berbeda-beda antar chain. Ethereum utama cenderung lebih aman tapi mahal. Chain seperti BNB Chain dan Polygon menawarkan biaya lebih rendah. Jika transaksi kecil, pilih chain dengan biaya lebih murah untuk efisiensi.
Cek kondisi jaringan sebelum transaksi
Periksa harga gas saat ini melalui situs info gas (gas station). Mengatur harga gas yang sesuai akan mengurangi biaya berlebih.
Perhatian saat menjalankan kontrak pintar
Operasi kompleks seperti staking atau DApp biasanya memakan lebih banyak gas. Pastikan menyediakan gas yang cukup dan atur batas gas (Gas Limit) dengan tepat.
Kesimpulan
Biaya gas adalah komponen penting dalam transaksi blockchain. Memahami mekanismenya membantu menghindari sebagian besar masalah transaksi. Menguasai token pembayaran gas di berbagai chain, menyiapkan sumber daya sebelumnya, serta memantau kondisi jaringan dan mengatur harga gas secara optimal akan membuat pengalaman trading cryptocurrency menjadi lebih lancar dan efisien.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penjelasan lengkap tentang biaya gas dalam perdagangan mata uang kripto
Saat melakukan perdagangan cryptocurrency, salah satu hal yang tidak bisa dihindari adalah biaya gas. Dalam pemrosesan transaksi di blockchain, diperlukan sumber daya agar jaringan dapat berfungsi, yang disediakan oleh penambang atau validator. Bagi banyak pengguna, mekanisme dan cara perhitungan biaya gas mungkin terlihat rumit, tetapi dengan memahami esensinya, Anda dapat menjalankan transaksi secara lebih efisien.
Memahami Esensi Biaya Gas
Biaya gas adalah imbalan yang diberikan agar transaksi dapat diproses dan disetujui di blockchain. Sama seperti bensin diperlukan agar mobil dapat berjalan, biaya gas sangat penting untuk menjaga keberlangsungan dan keamanan jaringan blockchain.
Saat menjalankan transaksi, sumber daya komputer dari jaringan akan terkonsumsi. Untuk menutupi konsumsi tersebut, pengguna membayar biaya gas kepada penambang (atau validator) sebagai imbalan.
Biaya gas dihitung dengan rumus berikut:
Biaya Gas = Harga Gas × Penggunaan Gas
Mekanisme Biaya Gas di Berbagai Chain
Token yang digunakan untuk membayar biaya gas berbeda tergantung jenis blockchain. Sebagian besar blockchain menggunakan token native mereka sebagai biaya gas.
Pada beberapa solusi Layer 2 dan sidechain, pembayaran gas bisa menggunakan token berbeda. Misalnya, di Arbitrum menggunakan ETH, dan di Avalanche C-Chain menggunakan AVAX.
Penyebab Transaksi Gagal karena Kekurangan Gas
Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemula Web3 adalah kegagalan transaksi akibat kekurangan gas. Mari kita lihat skenario tipikal.
Misalnya, wallet Ethereum hanya memiliki USDT dan tidak memiliki ETH, lalu ingin menukar USDT ke ETH. Transaksi ini pasti gagal karena biaya gas Ethereum harus dibayar dengan ETH, bukan USDT. Untuk menghindari kegagalan seperti ini, selalu pastikan wallet memiliki sejumlah kecil token utama (misalnya ETH) untuk membayar biaya gas. Sebagai patokan, disarankan menyimpan minimal sekitar 0.01 ETH untuk menutupi biaya gas.
Meski sudah membayar gas, transaksi bisa tetap gagal. Penyebab umumnya meliputi:
Keterlambatan karena kemacetan jaringan: Saat lalu lintas transaksi meningkat, waktu tunggu akan bertambah. Jika harga gas ditetapkan terlalu rendah, transaksi mungkin kalah bersaing dan tidak diproses penambang.
Perubahan kondisi on-chain yang cepat: Jika token yang akan dikirim digunakan terlebih dahulu di transaksi lain, transaksi tersebut bisa menjadi tidak valid. Contohnya, perubahan mendadak rate swap di DEX atau penggunaan sebagian token di transaksi lain.
Cara Efisien Mengatasi Masalah Biaya Gas
Solusi langsung kekurangan gas
Tambahkan token yang diperlukan untuk membayar gas:
Menghadapi kemacetan jaringan
Saat jaringan padat, tingkatkan harga gas agar transaksi lebih prioritas. Banyak wallet menyediakan preset seperti “Cepat”, “Standar”, dan “Lambat” yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Tips Mengelola Biaya Gas dalam Perdagangan Cryptocurrency
Perencanaan dana sebelumnya
Pastikan wallet memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya gas dan jumlah transaksi. Misalnya, saat menukar 1 ETH, siapkan sekitar 1.01 ETH agar ada buffer.
Memilih chain yang tepat
Biaya gas berbeda-beda antar chain. Ethereum utama cenderung lebih aman tapi mahal. Chain seperti BNB Chain dan Polygon menawarkan biaya lebih rendah. Jika transaksi kecil, pilih chain dengan biaya lebih murah untuk efisiensi.
Cek kondisi jaringan sebelum transaksi
Periksa harga gas saat ini melalui situs info gas (gas station). Mengatur harga gas yang sesuai akan mengurangi biaya berlebih.
Perhatian saat menjalankan kontrak pintar
Operasi kompleks seperti staking atau DApp biasanya memakan lebih banyak gas. Pastikan menyediakan gas yang cukup dan atur batas gas (Gas Limit) dengan tepat.
Kesimpulan
Biaya gas adalah komponen penting dalam transaksi blockchain. Memahami mekanismenya membantu menghindari sebagian besar masalah transaksi. Menguasai token pembayaran gas di berbagai chain, menyiapkan sumber daya sebelumnya, serta memantau kondisi jaringan dan mengatur harga gas secara optimal akan membuat pengalaman trading cryptocurrency menjadi lebih lancar dan efisien.