Pada Oktober 2025, pasar mata uang kripto mengalami guncangan besar, dengan nilai pasar Bitcoin yang dilikuidasi dalam satu hari mencapai 19 miliar dolar AS, dan harga turun sekitar 15% dari puncak tertingginya sepanjang masa. Namun, raja safe haven tradisional—emas—justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa selama periode yang sama, dengan harga tetap stabil seperti gunung. Pola divergensi yang klasik ini secara kejam mematahkan narasi tunggal bahwa Bitcoin adalah “emas digital,” dan mengungkapkan sifat kompleks korelasi aset di tengah kondisi pasar ekstrem.
Waktu terus berjalan hingga awal Februari 2026, fenomena divergensi ini kembali muncul dengan jelas. Harga Bitcoin mengalami fluktuasi signifikan, sempat turun ke sekitar $60.000, kemudian rebound ke level $70.000, tetapi tetap menunjukkan karakteristik volatilitas tinggi. Sebaliknya, harga emas secara keseluruhan tetap berada dalam kisaran sekitar $4.500 hingga $5.000 per ons, dengan tren yang relatif stabil. Perbedaan jalur keduanya dalam periode yang sama bukan hanya sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan menjadi peluang mendalam bagi para investor untuk meninjau kembali inti dari aset dan logika perlindungan risiko.
Menilik Sejarah, Performa Aset yang Divergen di Tengah Krisis
Meninjau periode penurunan pasar, performa emas dan aset kripto sering menunjukkan divergensi yang mengejutkan. Peristiwa pasar Oktober 2025 hanyalah sebuah contoh kecil, data sejarah yang lebih dalam mengungkap hubungan yang jauh lebih kompleks antar aset.
Pada awal 2020, saat pandemi global meletus, aset safe haven tradisional seperti emas dan perak melonjak cepat karena meningkatnya sentimen perlindungan risiko, sementara Bitcoin sempat anjlok lebih dari 30%. Divergensi ini bukan kebetulan, melainkan mencerminkan perbedaan esensial dari karakteristik masing-masing kelas aset.
Dari sudut pandang jangka panjang, harga Bitcoin melonjak 1359% pada 2017, sementara emas hanya naik 7%; dan saat pasar bearish 2018, Bitcoin anjlok 63%, sedangkan emas turun hanya 5%. Pola performa yang tidak simetris ini juga terjadi lagi pada 2022, di mana harga Bitcoin turun 57%, sementara emas justru naik 1%.
Bahkan data terbaru pun melanjutkan tren ini. Hingga awal Februari 2026, harga Bitcoin dalam 30 hari terakhir turun 22,05%, sementara logam mulia seperti emas menunjukkan rebound.
Di Balik Ketidakcocokan Korelasi
Mengapa di masa krisis, Bitcoin yang disebut sebagai “emas digital” tidak menunjukkan sifat perlindungan risiko yang serupa dengan emas? Alasan utama terletak pada perubahan mendasar dalam logika penggerak kedua jenis aset dan struktur partisipan pasar.
Korelasi Bitcoin dengan saham teknologi tradisional terus meningkat. Menurut analisis dari Investing.com, pada 2024 korelasi Bitcoin dengan indeks Nasdaq 100 mencapai tingkat korelasi tinggi 0,87. Korelasi yang kuat ini membuat Bitcoin lebih mirip saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi, bukan aset safe haven.
Pasar emas tetap didukung oleh aliran dana institusional yang kuat. Menurut analisis dari JPMorgan, pada 2025 bank-bank sentral di berbagai negara membeli sekitar 863 ton emas, jauh melampaui ekspektasi pasar. Permintaan struktural ini memberikan dukungan kokoh bagi emas, sementara Bitcoin kekurangan dukungan institusional yang serupa.
Perbedaan atribut aset juga menjadi faktor penting. Emas sebagai aset fisik tidak bergantung pada kepercayaan negara manapun, dan memiliki konsensus sejarah selama 5000 tahun. Sebaliknya, Bitcoin dibangun di atas listrik, jaringan, dan kekuatan komputasi, sehingga fungsi penyimpan nilainya lebih rentan terhadap risiko teknologi dan perubahan regulasi.
Gate Metal: Membangun Strategi Lindung Nilai di Masa Krisis
Menghadapi kenyataan bahwa korelasi emas dan aset kripto pecah, para investor cerdas mulai mencari alat lindung nilai yang lebih andal. Produk kontrak logam Gate Metal menyediakan akses praktis ke pasar logam mulia tradisional, menjadi bagian penting dalam membangun strategi lindung risiko makro.
Produk kontrak logam di platform Gate mencakup spektrum lengkap dari aset safe haven tradisional hingga logam industri. Kontrak emas, perak, dan logam mulia lainnya bersama kontrak logam industri seperti tembaga dan aluminium membentuk portofolio yang beragam. Diversitas ini memungkinkan investor memilih alat lindung risiko yang paling sesuai berdasarkan penilaian pasar.
Salah satu fitur utama kontrak logam Gate adalah kolaborasi dengan indeks saham AS. Koneksi efisien antara produk indeks saham dan kontrak logam di platform memungkinkan pelaku pasar melakukan strategi lindung risiko lintas aset secara cepat dan kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa dalam mode pasar bearish, kombinasi pasar saham Jerman dan minyak Brent bisa menjadi salah satu strategi lindung risiko paling efisien dari segi biaya.
Dalam berbagai kondisi pasar, kontrak logam Gate menawarkan pilihan strategi lindung risiko yang fleksibel. Analisis ilmiah menyarankan bahwa investor harus memegang lebih banyak emas dibandingkan komoditas lain untuk menyeimbangkan portofolio saham, apa pun kondisi pasar. Rekomendasi ini berakar pada posisi unik emas sebagai komoditas sekaligus aset quasi-mata uang.
Data Pasar Saat Ini dan Inspirasi Strategi
Hingga 10 Februari 2026, pasar logam mulia menunjukkan tren stabil cenderung menguat, berbeda mencolok dengan pasar kripto. Divergensi ini menjadi contoh terbaru dalam memahami alokasi aset.
Berdasarkan data terbaru, perak menunjukkan performa paling menonjol, dengan harga $81,87 per ons, naik 2,48%; emas di harga $5.033,79 per ons, naik 0,44%. Sementara itu, logam industri seperti tembaga dan nikel masing-masing naik 1,01% dan 0,39%, menunjukkan daya tahan permintaan industri.
Sebaliknya, menurut data pasar Gate, hingga 10 Februari 2026, harga Bitcoin berada di $70.108, turun tipis 0,43% dalam 24 jam, dan dalam 7 hari terakhir turun 9,10%. Meski pasar secara umum memprediksi potensi kenaikan jangka panjang Bitcoin—misalnya mencapai $149.511 pada 2031—volatilitas jangka pendek tetap tinggi.
Dalam kondisi pasar seperti ini, membangun portofolio yang terdiversifikasi menjadi sangat penting. Produk kontrak logam di platform Gate memungkinkan investor menyesuaikan proporsi alokasi sesuai kondisi pasar, seperti menambah emas saat ekspektasi inflasi meningkat, dan memperhatikan peluang logam industri saat pemulihan manufaktur global.
Strategi lindung risiko profesional harus mempertimbangkan korelasi dinamis antar aset. Penelitian menunjukkan bahwa dalam berbagai kondisi pasar, kombinasi lindung risiko optimal berbeda secara signifikan. Dalam kejadian ekstrem, efek spillover antara pasar komoditas dan saham meningkat secara signifikan, dan lindung risiko jangka pendek seringkali paling efektif.
Kembali ke pasar 10 Februari 2026, harga perak telah pulih ke $81,87 per ons, emas stabil di atas $5.000. Para pemegang Bitcoin yang setia masih menunggu datangnya pasar bullish berikutnya, dengan prediksi yang menunjukkan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $149.511 pada 2031.
Di platform Gate, trader dapat memantau secara bersamaan dinamika kontrak emas, perak, dan aset kripto terbaru. Seorang trader berpengalaman menyesuaikan portofolio lindung risiko-nya, layar monitor menampilkan tren stabil emas dan volatilitas tajam Bitcoin. Di antara aset safe haven tradisional dan aset digital, ia menemukan titik keseimbangan yang terus disesuaikan seiring perubahan arah pasar, seperti sebuah timbangan yang tak pernah berhenti.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gate Logam: Mengapa korelasi antara emas dan aset kripto secara tiba-tiba "gagal" selama masa kekacauan?
Pada Oktober 2025, pasar mata uang kripto mengalami guncangan besar, dengan nilai pasar Bitcoin yang dilikuidasi dalam satu hari mencapai 19 miliar dolar AS, dan harga turun sekitar 15% dari puncak tertingginya sepanjang masa. Namun, raja safe haven tradisional—emas—justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa selama periode yang sama, dengan harga tetap stabil seperti gunung. Pola divergensi yang klasik ini secara kejam mematahkan narasi tunggal bahwa Bitcoin adalah “emas digital,” dan mengungkapkan sifat kompleks korelasi aset di tengah kondisi pasar ekstrem.
Waktu terus berjalan hingga awal Februari 2026, fenomena divergensi ini kembali muncul dengan jelas. Harga Bitcoin mengalami fluktuasi signifikan, sempat turun ke sekitar $60.000, kemudian rebound ke level $70.000, tetapi tetap menunjukkan karakteristik volatilitas tinggi. Sebaliknya, harga emas secara keseluruhan tetap berada dalam kisaran sekitar $4.500 hingga $5.000 per ons, dengan tren yang relatif stabil. Perbedaan jalur keduanya dalam periode yang sama bukan hanya sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan menjadi peluang mendalam bagi para investor untuk meninjau kembali inti dari aset dan logika perlindungan risiko.
Menilik Sejarah, Performa Aset yang Divergen di Tengah Krisis
Meninjau periode penurunan pasar, performa emas dan aset kripto sering menunjukkan divergensi yang mengejutkan. Peristiwa pasar Oktober 2025 hanyalah sebuah contoh kecil, data sejarah yang lebih dalam mengungkap hubungan yang jauh lebih kompleks antar aset.
Pada awal 2020, saat pandemi global meletus, aset safe haven tradisional seperti emas dan perak melonjak cepat karena meningkatnya sentimen perlindungan risiko, sementara Bitcoin sempat anjlok lebih dari 30%. Divergensi ini bukan kebetulan, melainkan mencerminkan perbedaan esensial dari karakteristik masing-masing kelas aset.
Dari sudut pandang jangka panjang, harga Bitcoin melonjak 1359% pada 2017, sementara emas hanya naik 7%; dan saat pasar bearish 2018, Bitcoin anjlok 63%, sedangkan emas turun hanya 5%. Pola performa yang tidak simetris ini juga terjadi lagi pada 2022, di mana harga Bitcoin turun 57%, sementara emas justru naik 1%.
Bahkan data terbaru pun melanjutkan tren ini. Hingga awal Februari 2026, harga Bitcoin dalam 30 hari terakhir turun 22,05%, sementara logam mulia seperti emas menunjukkan rebound.
Di Balik Ketidakcocokan Korelasi
Mengapa di masa krisis, Bitcoin yang disebut sebagai “emas digital” tidak menunjukkan sifat perlindungan risiko yang serupa dengan emas? Alasan utama terletak pada perubahan mendasar dalam logika penggerak kedua jenis aset dan struktur partisipan pasar.
Korelasi Bitcoin dengan saham teknologi tradisional terus meningkat. Menurut analisis dari Investing.com, pada 2024 korelasi Bitcoin dengan indeks Nasdaq 100 mencapai tingkat korelasi tinggi 0,87. Korelasi yang kuat ini membuat Bitcoin lebih mirip saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi, bukan aset safe haven.
Pasar emas tetap didukung oleh aliran dana institusional yang kuat. Menurut analisis dari JPMorgan, pada 2025 bank-bank sentral di berbagai negara membeli sekitar 863 ton emas, jauh melampaui ekspektasi pasar. Permintaan struktural ini memberikan dukungan kokoh bagi emas, sementara Bitcoin kekurangan dukungan institusional yang serupa.
Perbedaan atribut aset juga menjadi faktor penting. Emas sebagai aset fisik tidak bergantung pada kepercayaan negara manapun, dan memiliki konsensus sejarah selama 5000 tahun. Sebaliknya, Bitcoin dibangun di atas listrik, jaringan, dan kekuatan komputasi, sehingga fungsi penyimpan nilainya lebih rentan terhadap risiko teknologi dan perubahan regulasi.
Gate Metal: Membangun Strategi Lindung Nilai di Masa Krisis
Menghadapi kenyataan bahwa korelasi emas dan aset kripto pecah, para investor cerdas mulai mencari alat lindung nilai yang lebih andal. Produk kontrak logam Gate Metal menyediakan akses praktis ke pasar logam mulia tradisional, menjadi bagian penting dalam membangun strategi lindung risiko makro.
Produk kontrak logam di platform Gate mencakup spektrum lengkap dari aset safe haven tradisional hingga logam industri. Kontrak emas, perak, dan logam mulia lainnya bersama kontrak logam industri seperti tembaga dan aluminium membentuk portofolio yang beragam. Diversitas ini memungkinkan investor memilih alat lindung risiko yang paling sesuai berdasarkan penilaian pasar.
Salah satu fitur utama kontrak logam Gate adalah kolaborasi dengan indeks saham AS. Koneksi efisien antara produk indeks saham dan kontrak logam di platform memungkinkan pelaku pasar melakukan strategi lindung risiko lintas aset secara cepat dan kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa dalam mode pasar bearish, kombinasi pasar saham Jerman dan minyak Brent bisa menjadi salah satu strategi lindung risiko paling efisien dari segi biaya.
Dalam berbagai kondisi pasar, kontrak logam Gate menawarkan pilihan strategi lindung risiko yang fleksibel. Analisis ilmiah menyarankan bahwa investor harus memegang lebih banyak emas dibandingkan komoditas lain untuk menyeimbangkan portofolio saham, apa pun kondisi pasar. Rekomendasi ini berakar pada posisi unik emas sebagai komoditas sekaligus aset quasi-mata uang.
Data Pasar Saat Ini dan Inspirasi Strategi
Hingga 10 Februari 2026, pasar logam mulia menunjukkan tren stabil cenderung menguat, berbeda mencolok dengan pasar kripto. Divergensi ini menjadi contoh terbaru dalam memahami alokasi aset.
Berdasarkan data terbaru, perak menunjukkan performa paling menonjol, dengan harga $81,87 per ons, naik 2,48%; emas di harga $5.033,79 per ons, naik 0,44%. Sementara itu, logam industri seperti tembaga dan nikel masing-masing naik 1,01% dan 0,39%, menunjukkan daya tahan permintaan industri.
Sebaliknya, menurut data pasar Gate, hingga 10 Februari 2026, harga Bitcoin berada di $70.108, turun tipis 0,43% dalam 24 jam, dan dalam 7 hari terakhir turun 9,10%. Meski pasar secara umum memprediksi potensi kenaikan jangka panjang Bitcoin—misalnya mencapai $149.511 pada 2031—volatilitas jangka pendek tetap tinggi.
Dalam kondisi pasar seperti ini, membangun portofolio yang terdiversifikasi menjadi sangat penting. Produk kontrak logam di platform Gate memungkinkan investor menyesuaikan proporsi alokasi sesuai kondisi pasar, seperti menambah emas saat ekspektasi inflasi meningkat, dan memperhatikan peluang logam industri saat pemulihan manufaktur global.
Strategi lindung risiko profesional harus mempertimbangkan korelasi dinamis antar aset. Penelitian menunjukkan bahwa dalam berbagai kondisi pasar, kombinasi lindung risiko optimal berbeda secara signifikan. Dalam kejadian ekstrem, efek spillover antara pasar komoditas dan saham meningkat secara signifikan, dan lindung risiko jangka pendek seringkali paling efektif.
Kembali ke pasar 10 Februari 2026, harga perak telah pulih ke $81,87 per ons, emas stabil di atas $5.000. Para pemegang Bitcoin yang setia masih menunggu datangnya pasar bullish berikutnya, dengan prediksi yang menunjukkan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $149.511 pada 2031.
Di platform Gate, trader dapat memantau secara bersamaan dinamika kontrak emas, perak, dan aset kripto terbaru. Seorang trader berpengalaman menyesuaikan portofolio lindung risiko-nya, layar monitor menampilkan tren stabil emas dan volatilitas tajam Bitcoin. Di antara aset safe haven tradisional dan aset digital, ia menemukan titik keseimbangan yang terus disesuaikan seiring perubahan arah pasar, seperti sebuah timbangan yang tak pernah berhenti.