Pasar logam mulia berada di bawah tekanan setelah gelombang spekulasi seputar kemungkinan penunjukan Kevin Warsh sebagai presiden Federal Reserve berikutnya. Ketidakpastian politik ini telah menyebabkan pergerakan signifikan pada harga, mencerminkan bagaimana ekspektasi terhadap perubahan dalam pengelolaan kebijakan moneter AS berdampak langsung pada nilai safe haven.
Kevin Warsh: Profil Hawkish yang Menguatkan Dolar
Faktor utama di balik penurunan ini terkait dengan profil Warsh yang lebih agresif. Menurut analisis pasar, reputasinya yang hawkish menunjukkan kemungkinan lebih kecil dari dolar AS yang lemah di masa depan, sehingga menghilangkan salah satu daya tarik utama untuk investasi emas dan perak. Pengakuan terhadap perubahan orientasi politik ini telah memicu penjualan massal logam-logam ini, seiring para investor merespons dengan reposisi portofolio mereka mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Berbagai Tekanan di Pasar Logam
Selain spekulasi politik, analis memperingatkan bahwa faktor lain secara bersamaan juga menekan harga ke bawah. Pengambilan keuntungan di akhir bulan adalah pola umum di pasar keuangan, sementara operasi lindung nilai bank tambahan telah memperkuat tekanan penjualan.
Yang sangat relevan adalah bahwa penurunan ini tidak terbatas hanya pada emas dan perak. Kontraksi juga terlihat pada logam dasar seperti tembaga, yang profil investasinya berbeda secara signifikan dari logam mulia karena partisipasi investor ritel yang lebih kecil. Sinkronisasi penurunan di berbagai kategori logam ini menunjukkan bahwa pergerakan ini dipicu oleh dinamika pasar yang lebih luas yang melampaui reaksi spekulatif kecil dari investor ritel.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Spekulasi tentang Presiden Federal Reserve yang Baru Menurunkan Harga Emas dan Perak
Pasar logam mulia berada di bawah tekanan setelah gelombang spekulasi seputar kemungkinan penunjukan Kevin Warsh sebagai presiden Federal Reserve berikutnya. Ketidakpastian politik ini telah menyebabkan pergerakan signifikan pada harga, mencerminkan bagaimana ekspektasi terhadap perubahan dalam pengelolaan kebijakan moneter AS berdampak langsung pada nilai safe haven.
Kevin Warsh: Profil Hawkish yang Menguatkan Dolar
Faktor utama di balik penurunan ini terkait dengan profil Warsh yang lebih agresif. Menurut analisis pasar, reputasinya yang hawkish menunjukkan kemungkinan lebih kecil dari dolar AS yang lemah di masa depan, sehingga menghilangkan salah satu daya tarik utama untuk investasi emas dan perak. Pengakuan terhadap perubahan orientasi politik ini telah memicu penjualan massal logam-logam ini, seiring para investor merespons dengan reposisi portofolio mereka mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Berbagai Tekanan di Pasar Logam
Selain spekulasi politik, analis memperingatkan bahwa faktor lain secara bersamaan juga menekan harga ke bawah. Pengambilan keuntungan di akhir bulan adalah pola umum di pasar keuangan, sementara operasi lindung nilai bank tambahan telah memperkuat tekanan penjualan.
Yang sangat relevan adalah bahwa penurunan ini tidak terbatas hanya pada emas dan perak. Kontraksi juga terlihat pada logam dasar seperti tembaga, yang profil investasinya berbeda secara signifikan dari logam mulia karena partisipasi investor ritel yang lebih kecil. Sinkronisasi penurunan di berbagai kategori logam ini menunjukkan bahwa pergerakan ini dipicu oleh dinamika pasar yang lebih luas yang melampaui reaksi spekulatif kecil dari investor ritel.