Perjalanan bersejarah bursa terkemuka India menuju pasar publik akhirnya memasuki tahap baru. Dewan Sekuritas dan Pertukaran India (SEBI) baru-baru ini memberikan persetujuan untuk rencana IPO Bursa Efek Nasional India (NSE), memecahkan penantian hampir satu dekade sejak aplikasi pertama diajukan pada tahun 2016. Menurut laporan CNBC-TV18 dan Jin10, NSE menargetkan untuk menyelenggarakan penawaran umum perdananya dalam rentang waktu sekitar delapan bulan ke depan.
Jadwal Peluncuran IPO: Empat Bulan Dokumen Plus Tiga Bulan Persetujuan
Ashish Kumar Chauhan, Direktur Utama NSE, telah menguraikan rencana pelaksanaan secara terperinci. Proses penyusunan prospektus merah diperkirakan memerlukan sekitar empat bulan, memberi waktu bagi bursa untuk menyiapkan semua dokumentasi yang diperlukan oleh regulator. Setelah fase dokumentasi selesai, NSE akan memasuki tahap persetujuan regulasi yang diproyeksikan memakan waktu tambahan dua hingga tiga bulan sebelum listing resmi dapat dilakukan. Dengan demikian, keseluruhan timeline menuju IPO diperkirakan berkisar delapan bulan dari saat ini.
Dekade Penantian: Dari Penolakan Awal Hingga Penerimaan Akhir
Persetujuan minggu ini merupakan pencapaian signifikan mengingat panjangnya perjalanan NSE menuju status perusahaan publik. Bursa terbesar di India ini pertama kali mengajukan aplikasi IPO sekitar sepuluh tahun lalu, namun menghadapi berbagai hambatan selama bertahun-tahun. Regulator sebelumnya mengangkat kekhawatiran serius terkait struktur tata kelola perusahaan NSE dan potensi adanya akses pasar yang tidak adil kepada beberapa peserta pasar, yang menjadi pendorong utama penundaan berulang kali.
Penyelesaian Masalah Hukum Paving the Way Forward
Untuk mengatasi tuntutan regulasi dan isu-isu terkait, NSE telah mengambil langkah proaktif dengan mengajukan dua paket penyelesaian dengan total nilai 12.97 miliar rupiah, setara dengan sekitar 141 juta dolar Amerika. Langkah ini menunjukkan komitmen bursa untuk mematuhi standar tata kelola yang ketat dan mengatasi kekhawatiran pengawas. Dengan hambatan utama tersebut kini teratasi, NSE siap melanjutkan perjalanannya menuju menjadi entitas publik dalam delapan bulan ke depan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bursa Efek NSE Menargetkan Peluncuran IPO Dalam Delapan Bulan Setelah Lampu Hijau SEBI
Perjalanan bersejarah bursa terkemuka India menuju pasar publik akhirnya memasuki tahap baru. Dewan Sekuritas dan Pertukaran India (SEBI) baru-baru ini memberikan persetujuan untuk rencana IPO Bursa Efek Nasional India (NSE), memecahkan penantian hampir satu dekade sejak aplikasi pertama diajukan pada tahun 2016. Menurut laporan CNBC-TV18 dan Jin10, NSE menargetkan untuk menyelenggarakan penawaran umum perdananya dalam rentang waktu sekitar delapan bulan ke depan.
Jadwal Peluncuran IPO: Empat Bulan Dokumen Plus Tiga Bulan Persetujuan
Ashish Kumar Chauhan, Direktur Utama NSE, telah menguraikan rencana pelaksanaan secara terperinci. Proses penyusunan prospektus merah diperkirakan memerlukan sekitar empat bulan, memberi waktu bagi bursa untuk menyiapkan semua dokumentasi yang diperlukan oleh regulator. Setelah fase dokumentasi selesai, NSE akan memasuki tahap persetujuan regulasi yang diproyeksikan memakan waktu tambahan dua hingga tiga bulan sebelum listing resmi dapat dilakukan. Dengan demikian, keseluruhan timeline menuju IPO diperkirakan berkisar delapan bulan dari saat ini.
Dekade Penantian: Dari Penolakan Awal Hingga Penerimaan Akhir
Persetujuan minggu ini merupakan pencapaian signifikan mengingat panjangnya perjalanan NSE menuju status perusahaan publik. Bursa terbesar di India ini pertama kali mengajukan aplikasi IPO sekitar sepuluh tahun lalu, namun menghadapi berbagai hambatan selama bertahun-tahun. Regulator sebelumnya mengangkat kekhawatiran serius terkait struktur tata kelola perusahaan NSE dan potensi adanya akses pasar yang tidak adil kepada beberapa peserta pasar, yang menjadi pendorong utama penundaan berulang kali.
Penyelesaian Masalah Hukum Paving the Way Forward
Untuk mengatasi tuntutan regulasi dan isu-isu terkait, NSE telah mengambil langkah proaktif dengan mengajukan dua paket penyelesaian dengan total nilai 12.97 miliar rupiah, setara dengan sekitar 141 juta dolar Amerika. Langkah ini menunjukkan komitmen bursa untuk mematuhi standar tata kelola yang ketat dan mengatasi kekhawatiran pengawas. Dengan hambatan utama tersebut kini teratasi, NSE siap melanjutkan perjalanannya menuju menjadi entitas publik dalam delapan bulan ke depan.