Perubahan di pasar mata uang memiliki dampak mendalam terhadap harga komoditas utama. Baru-baru ini, pasar berjangka gandum menunjukkan momentum kenaikan yang signifikan, dan hasil perhitungannya sangat mencolok. Berdasarkan data pasar, berjangka gandum AS dalam satu bulan terakhir mencatat kenaikan sekitar 6,6%, menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam dua tahun terakhir, dan kenaikan ini mencerminkan kerja sama dari berbagai kekuatan pasar.
Kenaikan Bulanan 6.6% Dolar AS melemah sebagai pendorong utama
Depresiasi dolar AS menjadi katalis penting dari tren kenaikan ini. Dengan indeks dolar mencapai penurunan bulanan terbesar sejak Juni, daya saing harga produk pertanian AS di pasar internasional meningkat. Kontrak berjangka pengiriman Maret di Chicago Mercantile Exchange tidak banyak diperdagangkan minggu lalu, tetapi kenaikan total sudah mencapai sekitar 6,6%. Lemahnya dolar langsung meningkatkan daya tarik gandum AS bagi pembeli global, sehingga tren harga baru-baru ini mendapatkan dukungan yang kuat.
Peningkatan daya saing ekspor, arus modal makro mendominasi
Dari segi fundamental, pasokan gandum global tetap stabil dan tidak ada faktor bearish utama. Yang benar-benar memimpin pasar komoditas minggu ini adalah perubahan arus modal dari tingkat makro. Dengan depresiasi dolar yang meningkatkan daya saing relatif produk ekspor, sejumlah besar dana institusional mulai mengalir ke pasar berjangka produk pertanian. Arus modal ini, yang sejalan dengan tren mata uang, secara bersama-sama mendorong kenaikan harga berjangka gandum, melampaui dukungan dari faktor dasar penawaran dan permintaan semata.
Peringatan overheat secara teknikal, kekhawatiran zona overbought muncul
Meskipun tren kenaikan jelas, para analis dari The Hightower Report juga mengingatkan akan risiko. Mereka menunjukkan bahwa kontrak gandum saat ini telah memasuki zona “overbought” secara teknikal, yang berarti kecepatan kenaikan harga mungkin sudah melebihi apa yang bisa didukung oleh faktor fundamental. Dalam konteks ini, investor perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kemungkinan terjadinya koreksi teknikal. Dalam jangka pendek, tren dolar dan arus modal global akan tetap menjadi variabel utama yang mempengaruhi perhitungan kenaikan berjangka gandum.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Depresiasi dolar AS mendorong kenaikan harga berjangka gandum, kenaikan tertinggi dalam dua tahun
Perubahan di pasar mata uang memiliki dampak mendalam terhadap harga komoditas utama. Baru-baru ini, pasar berjangka gandum menunjukkan momentum kenaikan yang signifikan, dan hasil perhitungannya sangat mencolok. Berdasarkan data pasar, berjangka gandum AS dalam satu bulan terakhir mencatat kenaikan sekitar 6,6%, menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam dua tahun terakhir, dan kenaikan ini mencerminkan kerja sama dari berbagai kekuatan pasar.
Kenaikan Bulanan 6.6% Dolar AS melemah sebagai pendorong utama
Depresiasi dolar AS menjadi katalis penting dari tren kenaikan ini. Dengan indeks dolar mencapai penurunan bulanan terbesar sejak Juni, daya saing harga produk pertanian AS di pasar internasional meningkat. Kontrak berjangka pengiriman Maret di Chicago Mercantile Exchange tidak banyak diperdagangkan minggu lalu, tetapi kenaikan total sudah mencapai sekitar 6,6%. Lemahnya dolar langsung meningkatkan daya tarik gandum AS bagi pembeli global, sehingga tren harga baru-baru ini mendapatkan dukungan yang kuat.
Peningkatan daya saing ekspor, arus modal makro mendominasi
Dari segi fundamental, pasokan gandum global tetap stabil dan tidak ada faktor bearish utama. Yang benar-benar memimpin pasar komoditas minggu ini adalah perubahan arus modal dari tingkat makro. Dengan depresiasi dolar yang meningkatkan daya saing relatif produk ekspor, sejumlah besar dana institusional mulai mengalir ke pasar berjangka produk pertanian. Arus modal ini, yang sejalan dengan tren mata uang, secara bersama-sama mendorong kenaikan harga berjangka gandum, melampaui dukungan dari faktor dasar penawaran dan permintaan semata.
Peringatan overheat secara teknikal, kekhawatiran zona overbought muncul
Meskipun tren kenaikan jelas, para analis dari The Hightower Report juga mengingatkan akan risiko. Mereka menunjukkan bahwa kontrak gandum saat ini telah memasuki zona “overbought” secara teknikal, yang berarti kecepatan kenaikan harga mungkin sudah melebihi apa yang bisa didukung oleh faktor fundamental. Dalam konteks ini, investor perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kemungkinan terjadinya koreksi teknikal. Dalam jangka pendek, tren dolar dan arus modal global akan tetap menjadi variabel utama yang mempengaruhi perhitungan kenaikan berjangka gandum.