Brasil seperti cookie Amerika dan berinvestasi dalam emas: desdolarisasi yang dipercepat oleh BI

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Bank Indonesia menunjukkan minggu ini bahwa mereka bertekad untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Setelah bertahun-tahun mengamati strategi desdolarisasi yang semakin menguat di blok BRICS, otoritas moneter beralih dari retorika ke tindakan: menjual sekitar US$ 61 miliar dalam Surat Utang Pemerintah AS (Treasuries), “kue” Amerika yang secara historis mendominasi portofolio cadangan internasional Indonesia. Sekarang, BI menginvestasikan modal tersebut ke dalam emas fisik dan aset mata uang alternatif yang dianggap lebih stabil dan kurang rentan terhadap fluktuasi geopolitik.

Bank Indonesia melakukan reconfigurasi cadangan internasional terbesar dalam beberapa waktu terakhir

Langkah yang dilakukan BI minggu ini merupakan salah satu gerakan paling signifikan dalam sejarah terbarunya dalam hal pengelolaan kekayaan eksternal. Pengurangan drastis Treasuries ini bukan sekadar keputusan teknis tentang realokasi keuangan, tetapi merupakan posisi strategis yang jelas. Dengan mengarahkan modal ke emas—aset perlindungan yang diakui secara global—dan ke mata uang kuat lainnya, Indonesia mengikuti jejak kekuatan besar yang lama melihat logam mulia sebagai perlindungan terhadap volatilitas mata uang dan ketidakpastian politik global.

Angkanya mengesankan: US$ 61 miliar adalah volume yang cukup besar untuk mengubah komposisi cadangan dan memberi sinyal kepada pasar global bahwa Jakarta bertekad untuk mengurangi eksposurnya terhadap aset yang denominasi dalam dolar. Emas, secara alami, tidak bergantung pada kebijakan moneter tertentu dan tidak terpengaruh oleh keputusan sepihak kekuatan asing—karakteristik yang membuatnya sangat menarik di saat ketegangan geopolitik meningkat.

Desdolarisasi semakin cepat dalam agenda BRICS

Strategi desdolarisasi Indonesia tidak muncul secara terisolasi. Ini terintegrasi ke dalam gerakan luas yang dikoordinasikan oleh blok BRICS, yang telah bertahun-tahun membahas mekanisme untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang Amerika dalam perdagangan internasional. Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan melihat diversifikasi cadangan sebagai cara untuk memperkuat otonomi ekonomi mereka dan membangun sistem keuangan yang kurang rentan terhadap tekanan geopolitik yang dipaksakan oleh hegemoninya dolar.

Gerakan BI minggu ini, oleh karena itu, lebih dari sekadar rebalancing teknis: ini adalah langkah konkret menuju arsitektur keuangan internasional yang kurang bergantung pada dolar AS. Pemerintah federal, sejalan dengan diskusi strategis BRICS ini, menandai komitmennya terhadap desdolarisasi sebagai prioritas dalam kebijakan luar negeri. Dan BI, dengan menjual triliunan Treasuries dan membeli emas, menerjemahkan keinginan politik ini ke dalam langkah nyata di pasar global.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)