Minggu ini, Ethereum menghadapi momen kritis yang melampaui sekadar pergerakan akhir pekan. Saat ini, dengan ETH diperdagangkan di $2.10K, kami menghadapi serangkaian indikator teknis yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis dan trader. Apa yang sedang terjadi bukanlah sekadar koreksi, melainkan pecahnya struktur yang bisa menandai awal periode kelemahan yang berkepanjangan di pasar aset kripto.
Pecahnya struktur teknis yang mengubah panorama
Kejatuhan support di $2,800 mewakili lebih dari sekadar kehilangan angka: ini adalah pecahnya batas psikologis yang memisahkan harapan dari kepanikan. Pecahnya ini mengaktifkan apa yang disebut analis teknis sebagai “segitiga menurun”, sebuah formasi grafik yang secara historis mendahului pergerakan bearish yang lebih tajam.
Menurut analisis saat ini, level resistansi kritis berikutnya berada di $2,500, di mana berkonfluensi dengan rata-rata bergerak 200 minggu. Jika zona ini tidak bertahan, teori teknis menyarankan ETH bisa turun ke $2,100. Kita berbicara tentang penurunan tambahan sekitar 22% dari posisi kita saat ini dalam beberapa minggu ini.
Indikator yang meramalkan 2018 dan 2022
Dalam minggu krusial ini, indikator NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) telah mengalami transisi yang mengkhawatirkan: dari zona “kecemasan” ke zona “ketakutan”, sebuah warna oranye yang secara historis mendahului musim dingin kripto yang paling panjang dan menyakitkan. Persis indikator ini yang muncul sebelum kejatuhan tahun 2018 dan 2022, dua siklus yang meninggalkan luka mendalam di pasar.
Indikator ini secara esensial mengukur apakah mayoritas investor sedang untung atau rugi tanpa menjual. Ketika mencapai zona ketakutan ini, risiko capitulation massal meningkat secara signifikan.
Rata-rata bergerak tidak berbohong
Gejala lain yang mengkhawatirkan yang terlihat saat ini adalah persilangan rata-rata harga. Rata-rata bergerak 111 hari telah turun di bawah rata-rata 200 hari, sebuah sinyal klasik dalam analisis teknis yang menunjukkan dominasi tekanan jual. Dalam bahasa pasar, ini berarti momentum bearish telah menguasai secara decisif.
Para yang memegang posisi bullish harus membuktikan diri, dan untuk saat ini, argumen untuk memantulkan kembali tampaknya kurang memadai dibandingkan tekanan yang terakumulasi di pasar.
Peluang atau peringatan?
Pertanyaan besar yang tetap ada dalam minggu volatilitas ini adalah apakah kita menghadapi peluang untuk mengakumulasi di harga yang lebih rendah atau kita menyaksikan awal musim dingin kripto yang akan memaksa investor untuk mengamankan sumber daya mereka dalam jangka waktu yang panjang. Data teknis, untuk saat ini, lebih condong ke skenario kedua daripada yang pertama.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ethereum minggu ini: Apakah sinyal musim dingin kripto telah dikonfirmasi?
Minggu ini, Ethereum menghadapi momen kritis yang melampaui sekadar pergerakan akhir pekan. Saat ini, dengan ETH diperdagangkan di $2.10K, kami menghadapi serangkaian indikator teknis yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis dan trader. Apa yang sedang terjadi bukanlah sekadar koreksi, melainkan pecahnya struktur yang bisa menandai awal periode kelemahan yang berkepanjangan di pasar aset kripto.
Pecahnya struktur teknis yang mengubah panorama
Kejatuhan support di $2,800 mewakili lebih dari sekadar kehilangan angka: ini adalah pecahnya batas psikologis yang memisahkan harapan dari kepanikan. Pecahnya ini mengaktifkan apa yang disebut analis teknis sebagai “segitiga menurun”, sebuah formasi grafik yang secara historis mendahului pergerakan bearish yang lebih tajam.
Menurut analisis saat ini, level resistansi kritis berikutnya berada di $2,500, di mana berkonfluensi dengan rata-rata bergerak 200 minggu. Jika zona ini tidak bertahan, teori teknis menyarankan ETH bisa turun ke $2,100. Kita berbicara tentang penurunan tambahan sekitar 22% dari posisi kita saat ini dalam beberapa minggu ini.
Indikator yang meramalkan 2018 dan 2022
Dalam minggu krusial ini, indikator NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) telah mengalami transisi yang mengkhawatirkan: dari zona “kecemasan” ke zona “ketakutan”, sebuah warna oranye yang secara historis mendahului musim dingin kripto yang paling panjang dan menyakitkan. Persis indikator ini yang muncul sebelum kejatuhan tahun 2018 dan 2022, dua siklus yang meninggalkan luka mendalam di pasar.
Indikator ini secara esensial mengukur apakah mayoritas investor sedang untung atau rugi tanpa menjual. Ketika mencapai zona ketakutan ini, risiko capitulation massal meningkat secara signifikan.
Rata-rata bergerak tidak berbohong
Gejala lain yang mengkhawatirkan yang terlihat saat ini adalah persilangan rata-rata harga. Rata-rata bergerak 111 hari telah turun di bawah rata-rata 200 hari, sebuah sinyal klasik dalam analisis teknis yang menunjukkan dominasi tekanan jual. Dalam bahasa pasar, ini berarti momentum bearish telah menguasai secara decisif.
Para yang memegang posisi bullish harus membuktikan diri, dan untuk saat ini, argumen untuk memantulkan kembali tampaknya kurang memadai dibandingkan tekanan yang terakumulasi di pasar.
Peluang atau peringatan?
Pertanyaan besar yang tetap ada dalam minggu volatilitas ini adalah apakah kita menghadapi peluang untuk mengakumulasi di harga yang lebih rendah atau kita menyaksikan awal musim dingin kripto yang akan memaksa investor untuk mengamankan sumber daya mereka dalam jangka waktu yang panjang. Data teknis, untuk saat ini, lebih condong ke skenario kedua daripada yang pertama.