Setelah perayaan Januari yang luar biasa, refleksi dingin.
Rekor kenaikan bersejarah dalam kontrak berjangka emas dan perak di Bursa Shanghai: Emas +18,36%, Perak +54,91%, mengalahkan semua aset lain. Tapi pada 31 Januari, arah pasar berubah drastis, harga spot emas anjlok 8,95% dalam satu hari, dan perak terjun 26,37%—kedua kenaikan dan penurunan memecahkan rekor. Kebenaran tentang sisi pasokan sangat diremehkan. Pertumbuhan tahunan pasokan emas global hanya 1%, total pasokan 2024 hampir tidak bertambah, yaitu 4957 ton. Emas tambang menyumbang 75%, tetapi kadar bijih menurun + regulasi lingkungan semakin ketat + kekurangan modal, pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir kurang dari 1%. Emas daur ulang meskipun sensitif terhadap harga, namun peningkatannya di 2025 sudah mulai melambat—pemilik tidak mau menjual di harga tinggi, menunjukkan ekspektasi institusi masih tetap ada. Polanya jelas dalam sejarah: saat pasokan melimpah, harga emas pasti turun. Pada periode 1980-2000, saat bonus teknologi, produksi berlipat ganda, dan harga emas mengalami bear market selama 20 tahun dengan penurunan 73%. Pada 2010-2018, saat bonus modal, produksi meningkat 32%, dan harga emas mundur 36% dari posisi tertinggi. Tapi 2026 berbeda. Emas tambang memasuki fase biaya tinggi dan elastisitas rendah, batas pasokan sudah terlihat. Pertumbuhan emas daur ulang melambat menunjukkan institusi enggan menjual. Goldman Sachs targetkan $5.400, UBS melihat $6.200, dan Morgan Stanley skenario pasar bullish di $5.700—ini bukan spekulasi, melainkan penilaian ulang terhadap pasokan dan permintaan. Pasokan terbatas, permintaan belum selesai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Setelah perayaan Januari yang luar biasa, refleksi dingin.
Rekor kenaikan bersejarah dalam kontrak berjangka emas dan perak di Bursa Shanghai: Emas +18,36%, Perak +54,91%, mengalahkan semua aset lain. Tapi pada 31 Januari, arah pasar berubah drastis, harga spot emas anjlok 8,95% dalam satu hari, dan perak terjun 26,37%—kedua kenaikan dan penurunan memecahkan rekor.
Kebenaran tentang sisi pasokan sangat diremehkan. Pertumbuhan tahunan pasokan emas global hanya 1%, total pasokan 2024 hampir tidak bertambah, yaitu 4957 ton. Emas tambang menyumbang 75%, tetapi kadar bijih menurun + regulasi lingkungan semakin ketat + kekurangan modal, pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir kurang dari 1%. Emas daur ulang meskipun sensitif terhadap harga, namun peningkatannya di 2025 sudah mulai melambat—pemilik tidak mau menjual di harga tinggi, menunjukkan ekspektasi institusi masih tetap ada.
Polanya jelas dalam sejarah: saat pasokan melimpah, harga emas pasti turun. Pada periode 1980-2000, saat bonus teknologi, produksi berlipat ganda, dan harga emas mengalami bear market selama 20 tahun dengan penurunan 73%. Pada 2010-2018, saat bonus modal, produksi meningkat 32%, dan harga emas mundur 36% dari posisi tertinggi.
Tapi 2026 berbeda. Emas tambang memasuki fase biaya tinggi dan elastisitas rendah, batas pasokan sudah terlihat. Pertumbuhan emas daur ulang melambat menunjukkan institusi enggan menjual. Goldman Sachs targetkan $5.400, UBS melihat $6.200, dan Morgan Stanley skenario pasar bullish di $5.700—ini bukan spekulasi, melainkan penilaian ulang terhadap pasokan dan permintaan.
Pasokan terbatas, permintaan belum selesai.