Gelombang badai musim dingin yang melanda lebih dari 30 negara bagian Amerika Serikat akhir-akhir ini menciptakan tekanan luar biasa pada infrastruktur energi nasional, memaksa sejumlah besar operasi penambangan Bitcoin untuk mengurangi aktivitas demi menjaga stabilitas beban utilitas listrik regional. Penurunan hashrate Bitcoin yang tajam selama periode ini mencerminkan bagaimana jaringan kripto semakin terintegrasi dengan pasar energi konvensional, khususnya dalam mengelola permintaan daya saat kondisi darurat.
Tekanan Energi dari Cuaca Ekstrem Paksa Penambang Offline
Data dari AccuWeather menunjukkan bahwa badai salju menyebabkan pemadaman listrik yang meluas, dengan hampir satu juta pelanggan energi kehilangan akses daya saat utilitas memprioritaskan permintaan rumah tangga dan fasilitas infrastruktur kritis. Dalam situasi ini, operator penambangan besar memilih untuk mengurangi konsumsi listrik mereka secara sukarela guna mengurangi tekanan pada jaringan regional.
Menurut Abundant Mines, sekitar 40% dari kapasitas penambangan global sementara berada dalam kondisi offline selama periode puncak badai. Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa “saat permintaan energi meningkat drastis, operasi penambangan mengurangi aktivitas untuk meredakan stres pada sistem tenaga — fleksibilitas ini merupakan keunggulan inheren dari penambangan Bitcoin yang bisa dimatikan dengan cepat dan diaktifkan kembali saat kondisi membaik.”
Penurunan Hashrate Signifikan dalam Dua Hari Kerja
Menurut data dari CoinWarz, tingkat hashrate jaringan Bitcoin mulai menurun pada hari Jumat dan mencapai titik terendah sekitar 663 exahashes per detik (EH/s) pada hari Minggu — ini berarti penurunan lebih dari 40% hanya dalam dua hari, membawa tingkat hashrate kembali ke level yang terakhir diamati pada pertengahan 2025. Pemulihan parsial terjadi pada hari Senin dengan hashrate naik menjadi sekitar 854 EH/s, menunjukkan respons cepat industri terhadap perbaikan kondisi cuaca.
Konsentrasi Penambangan di AS: 38% dari Daya Global Terpengaruh
Dampak gangguan ini diperberat oleh fakta bahwa Amerika Serikat memainkan peran dominan dalam ekosistem penambangan Bitcoin global. Data dari Hashrate Index mengungkapkan bahwa AS menyumbang hampir 38% dari total daya penambangan Bitcoin di seluruh dunia, menjadikan setiap gangguan cuaca atau energi di negara tersebut berdampak signifikan pada metrik jaringan secara keseluruhan.
Laporan 2024 dari Administrasi Informasi Energi AS mencatat lebih dari 137 fasilitas penambangan kripto beroperasi di seluruh negeri, dengan konsentrasi tinggi di Texas dan wilayah-wilayah dengan kebutuhan energi intensif lainnya. Konsentrasi geografis ini mengamplifikasi risiko terhadap gangguan cuaca regional.
Fleksibilitas Beban Utilitas: Kunci Stabilitas Jaringan Bitcoin
Peserta industri menggarisbawahi bahwa peristiwa ini menyoroti salah satu fitur struktural terpenting dari penambangan Bitcoin: kemampuan demand response yang fleksibel. Dengan menyesuaikan konsumsi listrik dengan cepat, penambang dapat secara aktif membantu menstabilkan jaringan listrik regional selama periode permintaan puncak — sebuah mekanisme yang semakin berharga ketika beban utilitas mencapai titik kritis.
Operasi penambangan yang berlokasi dekat instalasi energi terbarukan seperti angin dan surya secara khusus memainkan peran penting dalam manajemen beban utilitas. Mereka menyerap daya berlebihan saat permintaan pasar rendah dan mengurangi operasi saat jaringan mengalami tekanan, menciptakan keseimbangan dinamis yang menguntungkan stabilitas sistem energi keseluruhan.
Peneliti ESG Bitcoin Daniel Batten melaporkan di platform X bahwa operasi penambangan di Texas berkoordinasi aktif dengan operator jaringan selama badai, membantu mencegah ketidakstabilan sistem yang lebih luas dan mendemonstrasikan bagaimana kepentingan penambang Bitcoin selaras dengan keandalan infrastruktur energi publik.
Marathon Digital dan IREN Alami Penurunan Output Produksi
Badai juga menyebabkan gangguan pada produksi Bitcoin harian beberapa perusahaan penambangan terbesar. Menurut data CryptoQuant yang dianalisis oleh analis Julio Moreno, penurunan output yang signifikan tercatat dari operator-operator utama di AS:
Marathon Digital mengalami penurunan dari memproduksi 45 BTC per hari menjadi hanya 7 BTC
IREN turun dari kapasitas 18 BTC per hari menjadi 6 BTC
Tingkat produksi ini diperkirakan akan kembali normal seiring dengan gradual resume operasi penambangan menuju kapasitas penuh mereka.
Jaringan Menunjukkan Ketahanan dengan Pemulihan Cepat
Meskipun mengalami gangguan jangka pendek yang signifikan, para analis menekankan bahwa Bitcoin menunjukkan ketahanan fundamental, dengan hashrate pulih dengan cepat saat kondisi cuaca membaik dan beban utilitas kembali ke level normal. Secara historis, gangguan terkait cuaca serupa — termasuk badai musim dingin sebelumnya di Texas — menghasilkan volatilitas sementara tetapi dampak jangka panjang minimal pada keamanan jaringan Bitcoin.
Episode ini semakin memperkuat tren integrasi mendalam antara penambangan Bitcoin dengan pasar energi konvensional, terutama di Amerika Serikat. Manajemen beban utilitas yang fleksibel telah berkembang menjadi fitur operasional utama untuk penambang berskala besar, menciptakan simbiosis yang menguntungkan kedua belah pihak dalam mengelola stabilitas jaringan listrik regional.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Badai Salju AS Tekan Beban Utilitas Listrik, Hashrate Bitcoin Jatuh ke Level Tengah Tahun 2025
Gelombang badai musim dingin yang melanda lebih dari 30 negara bagian Amerika Serikat akhir-akhir ini menciptakan tekanan luar biasa pada infrastruktur energi nasional, memaksa sejumlah besar operasi penambangan Bitcoin untuk mengurangi aktivitas demi menjaga stabilitas beban utilitas listrik regional. Penurunan hashrate Bitcoin yang tajam selama periode ini mencerminkan bagaimana jaringan kripto semakin terintegrasi dengan pasar energi konvensional, khususnya dalam mengelola permintaan daya saat kondisi darurat.
Tekanan Energi dari Cuaca Ekstrem Paksa Penambang Offline
Data dari AccuWeather menunjukkan bahwa badai salju menyebabkan pemadaman listrik yang meluas, dengan hampir satu juta pelanggan energi kehilangan akses daya saat utilitas memprioritaskan permintaan rumah tangga dan fasilitas infrastruktur kritis. Dalam situasi ini, operator penambangan besar memilih untuk mengurangi konsumsi listrik mereka secara sukarela guna mengurangi tekanan pada jaringan regional.
Menurut Abundant Mines, sekitar 40% dari kapasitas penambangan global sementara berada dalam kondisi offline selama periode puncak badai. Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa “saat permintaan energi meningkat drastis, operasi penambangan mengurangi aktivitas untuk meredakan stres pada sistem tenaga — fleksibilitas ini merupakan keunggulan inheren dari penambangan Bitcoin yang bisa dimatikan dengan cepat dan diaktifkan kembali saat kondisi membaik.”
Penurunan Hashrate Signifikan dalam Dua Hari Kerja
Menurut data dari CoinWarz, tingkat hashrate jaringan Bitcoin mulai menurun pada hari Jumat dan mencapai titik terendah sekitar 663 exahashes per detik (EH/s) pada hari Minggu — ini berarti penurunan lebih dari 40% hanya dalam dua hari, membawa tingkat hashrate kembali ke level yang terakhir diamati pada pertengahan 2025. Pemulihan parsial terjadi pada hari Senin dengan hashrate naik menjadi sekitar 854 EH/s, menunjukkan respons cepat industri terhadap perbaikan kondisi cuaca.
Konsentrasi Penambangan di AS: 38% dari Daya Global Terpengaruh
Dampak gangguan ini diperberat oleh fakta bahwa Amerika Serikat memainkan peran dominan dalam ekosistem penambangan Bitcoin global. Data dari Hashrate Index mengungkapkan bahwa AS menyumbang hampir 38% dari total daya penambangan Bitcoin di seluruh dunia, menjadikan setiap gangguan cuaca atau energi di negara tersebut berdampak signifikan pada metrik jaringan secara keseluruhan.
Laporan 2024 dari Administrasi Informasi Energi AS mencatat lebih dari 137 fasilitas penambangan kripto beroperasi di seluruh negeri, dengan konsentrasi tinggi di Texas dan wilayah-wilayah dengan kebutuhan energi intensif lainnya. Konsentrasi geografis ini mengamplifikasi risiko terhadap gangguan cuaca regional.
Fleksibilitas Beban Utilitas: Kunci Stabilitas Jaringan Bitcoin
Peserta industri menggarisbawahi bahwa peristiwa ini menyoroti salah satu fitur struktural terpenting dari penambangan Bitcoin: kemampuan demand response yang fleksibel. Dengan menyesuaikan konsumsi listrik dengan cepat, penambang dapat secara aktif membantu menstabilkan jaringan listrik regional selama periode permintaan puncak — sebuah mekanisme yang semakin berharga ketika beban utilitas mencapai titik kritis.
Operasi penambangan yang berlokasi dekat instalasi energi terbarukan seperti angin dan surya secara khusus memainkan peran penting dalam manajemen beban utilitas. Mereka menyerap daya berlebihan saat permintaan pasar rendah dan mengurangi operasi saat jaringan mengalami tekanan, menciptakan keseimbangan dinamis yang menguntungkan stabilitas sistem energi keseluruhan.
Peneliti ESG Bitcoin Daniel Batten melaporkan di platform X bahwa operasi penambangan di Texas berkoordinasi aktif dengan operator jaringan selama badai, membantu mencegah ketidakstabilan sistem yang lebih luas dan mendemonstrasikan bagaimana kepentingan penambang Bitcoin selaras dengan keandalan infrastruktur energi publik.
Marathon Digital dan IREN Alami Penurunan Output Produksi
Badai juga menyebabkan gangguan pada produksi Bitcoin harian beberapa perusahaan penambangan terbesar. Menurut data CryptoQuant yang dianalisis oleh analis Julio Moreno, penurunan output yang signifikan tercatat dari operator-operator utama di AS:
Tingkat produksi ini diperkirakan akan kembali normal seiring dengan gradual resume operasi penambangan menuju kapasitas penuh mereka.
Jaringan Menunjukkan Ketahanan dengan Pemulihan Cepat
Meskipun mengalami gangguan jangka pendek yang signifikan, para analis menekankan bahwa Bitcoin menunjukkan ketahanan fundamental, dengan hashrate pulih dengan cepat saat kondisi cuaca membaik dan beban utilitas kembali ke level normal. Secara historis, gangguan terkait cuaca serupa — termasuk badai musim dingin sebelumnya di Texas — menghasilkan volatilitas sementara tetapi dampak jangka panjang minimal pada keamanan jaringan Bitcoin.
Episode ini semakin memperkuat tren integrasi mendalam antara penambangan Bitcoin dengan pasar energi konvensional, terutama di Amerika Serikat. Manajemen beban utilitas yang fleksibel telah berkembang menjadi fitur operasional utama untuk penambang berskala besar, menciptakan simbiosis yang menguntungkan kedua belah pihak dalam mengelola stabilitas jaringan listrik regional.