Kebijakan fiskal terbaru India membuat pasar modal bergerak negatif saat jam bursa saham berlangsung hari Minggu lalu. Pemerintah melalui proposal anggaran yang diajukan ke parlemen mengumumkan peningkatan signifikan pada tarif pajak berbagai instrumen perdagangan saham untuk mengurangi aktivitas spekulatif yang semakin memuncak di pasar lokal.
Tarif Pajak Transaksi Meningkat Drastis
Menurut pengumuman resmi yang diterbitkan Jin10, pemerintah India menaikkan pajak transaksi sekuritas pada kontrak berjangka indeks saham dari tingkat sebelumnya 0,02% menjadi 0,05%. Peningkatan juga diterapkan pada premi opsi dan pelaksanaan opsi, yang naik dari 0,1% menjadi 0,15%. Kenaikan tarif ini merupakan eskalasi kebijakan untuk mengatasi lonjakan perdagangan spekulatif yang didorong oleh masuknya pedagang ritel dalam jumlah besar selama beberapa tahun terakhir.
Pasar Saham India Bereaksi Negatif
Reaksi pasar segera terlihat saat jam bursa saham aktif. Indeks utama India, NIFTY 50, mengalami koreksi signifikan mencapai hampir 3% dalam perdagangan intraday. Bursa Saham Bombay (BSE), sebagai bursa sekuritas terbesar kedua di India, juga mencatat penurunan tajam. Perusahaan pialang terkemuka seperti AngleOne menjadi salah satu yang paling terpengaruh, dengan sahamnya mengalami tekanan jual yang kuat mengikuti sentimen pasar yang lemah.
Komitmen Regulator untuk Membatasi Spekulasi
Langkah ini membuktikan tekad badan regulasi India untuk mengontrol ekses perdagangan spekulatif. Negara ini telah menjadi pasar terbesar untuk volume perdagangan kontrak secara global, sehingga pemerintah merasa perlu mengambil tindakan tegas. Pada akhir 2024, regulator sudah memulai dengan membatasi setiap bursa hanya pada satu kontrak opsi indeks mingguan sebagai langkah persiapan. Kenaikan pajak ini adalah fase berikutnya dari strategi pembatasan yang komprehensif untuk menjaga stabilitas jam bursa saham dan melindungi investor dari risiko spekulasi berlebihan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kenaikan Pajak Saham Guncang Jam Bursa Saham India, NIFTY 50 Jatuh 3%
Kebijakan fiskal terbaru India membuat pasar modal bergerak negatif saat jam bursa saham berlangsung hari Minggu lalu. Pemerintah melalui proposal anggaran yang diajukan ke parlemen mengumumkan peningkatan signifikan pada tarif pajak berbagai instrumen perdagangan saham untuk mengurangi aktivitas spekulatif yang semakin memuncak di pasar lokal.
Tarif Pajak Transaksi Meningkat Drastis
Menurut pengumuman resmi yang diterbitkan Jin10, pemerintah India menaikkan pajak transaksi sekuritas pada kontrak berjangka indeks saham dari tingkat sebelumnya 0,02% menjadi 0,05%. Peningkatan juga diterapkan pada premi opsi dan pelaksanaan opsi, yang naik dari 0,1% menjadi 0,15%. Kenaikan tarif ini merupakan eskalasi kebijakan untuk mengatasi lonjakan perdagangan spekulatif yang didorong oleh masuknya pedagang ritel dalam jumlah besar selama beberapa tahun terakhir.
Pasar Saham India Bereaksi Negatif
Reaksi pasar segera terlihat saat jam bursa saham aktif. Indeks utama India, NIFTY 50, mengalami koreksi signifikan mencapai hampir 3% dalam perdagangan intraday. Bursa Saham Bombay (BSE), sebagai bursa sekuritas terbesar kedua di India, juga mencatat penurunan tajam. Perusahaan pialang terkemuka seperti AngleOne menjadi salah satu yang paling terpengaruh, dengan sahamnya mengalami tekanan jual yang kuat mengikuti sentimen pasar yang lemah.
Komitmen Regulator untuk Membatasi Spekulasi
Langkah ini membuktikan tekad badan regulasi India untuk mengontrol ekses perdagangan spekulatif. Negara ini telah menjadi pasar terbesar untuk volume perdagangan kontrak secara global, sehingga pemerintah merasa perlu mengambil tindakan tegas. Pada akhir 2024, regulator sudah memulai dengan membatasi setiap bursa hanya pada satu kontrak opsi indeks mingguan sebagai langkah persiapan. Kenaikan pajak ini adalah fase berikutnya dari strategi pembatasan yang komprehensif untuk menjaga stabilitas jam bursa saham dan melindungi investor dari risiko spekulasi berlebihan.